- Yann LeCun, kepala ilmuwan AI di Meta, mengkritik pernyataan suram para pemimpin AI tentang risiko AI dan berpendapat bahwa merekalah yang bisa menimbulkan lebih banyak bahaya.
- LeCun menuduh para pendiri AI seperti Sam Altman dari OpenAI, Demis Hassabis dari Google DeepMind, dan Dario Amodei dari Anthropic menggunakan "penyebaran ketakutan" dan "lobi korporasi besar-besaran" demi kepentingan mereka sendiri.
- Ia menilai jika upaya ini berhasil, segelintir perusahaan akan mengendalikan AI, dan ia memandangnya sebagai sebuah "bencana".
- Pernyataan LeCun muncul sebagai tanggapan atas unggahan fisikawan Max Tegmark yang menyiratkan bahwa LeCun tidak cukup serius menanggapi narasi kiamat AI.
- LeCun berargumen bahwa risiko AI yang nyata dan mendesak bukanlah risiko hipotetis yang sering ditekankan, melainkan eksploitasi pekerja dan pencurian data yang menguntungkan segelintir pihak.
- Ia menepis gagasan "takeoff mendadak", yaitu bahwa umat manusia akan musnah pada saat sistem superintelijen diaktifkan.
- LeCun menekankan pentingnya berfokus pada bagaimana AI sedang dikembangkan saat ini, dan memperingatkan bahaya jika pengembangan AI dimonopoli oleh perusahaan tertutup yang mengejar keuntungan.
- Ia membela para pengembang open source, dan secara khusus mengkritik kurangnya transparansi dalam pengembangan AI oleh perusahaan teknologi besar.
- LeCun menyampaikan kekhawatiran bahwa regulator dapat dengan mudah terpengaruh oleh perdebatan sensasional tentang AI, sehingga pengawasan terhadap proses pengembangan yang sebenarnya menjadi kurang memadai.
1 komentar
Opini Hacker News