2021: Tahun semangat yang gegabah
- Tahun 2021 adalah tahun ketika ekses menjadi masalah di bidang teknologi
- Pengeluaran startup yang mewah dan proyeksi pertumbuhan yang melambung tinggi menjadi hal yang umum, sementara profitabilitas dikesampingkan
- Di dewan direksi, kekhawatiran tentang masalah profitabilitas sempat diangkat, tetapi sering diabaikan
- Untuk pertama kalinya, terlihat margin kotor perusahaan SaaS turun di bawah 50%
2022: Tahun kembali fokus pada dasar
- Dengan momentum dari 2021, sebagian besar startup menyusun rencana pertumbuhan yang ambisius pada 2022
- Namun, tahun itu menjadi masa kesadaran yang keras
- Inflasi melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun, dan The Fed menaikkan suku bunga secara agresif
- Kemacetan rantai pasok, kekurangan tenaga kerja yang meluas, dan perang di Ukraina turut menambah beban ekonomi
2023: Mengejar efisiensi di tengah ketidakpastian
- Para founder menetapkan target pertumbuhan yang lebih rendah pada 2023, tetapi tetap harus terus memangkas biaya
- Permintaan software enterprise melemah, siklus pembelian menjadi lebih panjang, dan tim procurement menuntut diskon besar
- Pada kuartal pertama, investasi ventura hanya mencapai $76 miliar, turun 53% dibanding tahun sebelumnya
2024: Menavigasi tahun di depan
- Hasil dari fokus pada profitabilitas sepanjang 2023 membuat perusahaan-perusahaan menjadi lebih kuat dan lebih ramping, sehingga siap mengejar pertumbuhan berkelanjutan pada 2024
- Beberapa IPO yang didukung modal ventura seperti Instacart, Klaviyo, dan Arm mengindikasikan bahwa jendela IPO mulai terbuka perlahan
- Investasi ventura juga berpotensi pulih kembali
Tiga saran untuk para founder
- Memasuki 2024, para founder perlu menyeimbangkan ambisi dan kehati-hatian
- Startup dengan PMF(Product-Market Fit) yang terbukti dan unit economics yang sehat perlu terus menambah market share, sambil siap mengerem jika kondisi ekonomi memburuk
- Tiga saran utama yang perlu diperhatikan founder saat melangkah ke 2024:
- Ambil pendekatan perencanaan yang jangka pendek dan praktis
- Alih-alih merencanakan satu tahun penuh, fokuslah pada paruh pertama 2024
- Terapkan zero-based budgeting yang memverifikasi setiap pengeluaran, dan terus pangkas biaya
- Investasikan kembali biaya yang dihemat dan tingkatkan investasi awal secara hati-hati jika terlihat dapat memperbaiki pendapatan dan margin kotor
- Prioritaskan segmen pelanggan, wilayah, dan use case yang sudah menunjukkan traction
- Dalam jangka panjang, ekspansi TAM(Total Addressable Market) memang penting, tetapi untuk saat ini fokuslah pada segmen pasar dengan PMF dan unit economics yang kuat
- Tambahkan sumber daya demand generation agar AE(Account Executive) memiliki pipeline yang cukup
- Berinvestasilah pada alat dan pelatihan untuk meningkatkan efisiensi penjualan dan pemasaran
- Produktivitas organisasi GTM(Go-to-Market) menjadi semakin penting
- Gandakan investasi pada pelatihan penjualan, dan keluarkan perwakilan penjualan yang tidak memenuhi standar pitching
- Manfaatkan alat AI generatif untuk memperkuat workflow penjualan
- Sekarang saatnya founder menerapkan pelajaran dari naik turunnya beberapa tahun terakhir:
- Tetap waspada terhadap arus kas, fokuskan sumber daya pada area kekuatan yang sudah terbukti, dan optimalkan upaya GTM
- Terlepas dari ketidakpastian, 2024 akan menawarkan banyak peluang bagi startup yang mampu merangkulnya tanpa mengorbankan efisiensi
Belum ada komentar.