- Laporan yang disusun agar pembaca dapat melihat sekilas tren ekosistem startup domestik sepanjang 2024 dengan fokus pada investasi
- Menganalisis tren investasi secara keseluruhan berdasarkan sektor, termasuk jumlah dan nilai investasi
- 13 sektor: consumer tech, bio/healthcare, software, fintech, media/konten, edutech, logistik/pengiriman, manufaktur (material/komponen/peralatan), blockchain, kendaraan/mobilitas, game, properti/proptech, lingkungan/energi/keberlanjutan (ESG), dan pertanian
- Analisis berdasarkan skala dan tahap investasi, analisis perusahaan unicorn, serta TOP20 pendanaan investasi
- Status dan analisis: perusahaan investasi, perusahaan rintisan yang didirikan perempuan, per wilayah, IPO dan M&A
Tren investasi keseluruhan dan prospek 2025
Tren investasi 2024
- Total investasi KRW 5,9562 triliun, naik 2,5% dibanding tahun sebelumnya
- Jumlah transaksi investasi naik menjadi 1.615 kasus, tetapi jika subsidi pemerintah dikecualikan, levelnya mirip dengan tahun sebelumnya
- Jumlah investasi besar (di atas KRW 100 miliar) menurun, sementara investasi tahap pertumbuhan skala kecil meningkat
- Investasi terkonsentrasi pada perusahaan terkait AI, terutama generative AI, semikonduktor AI, dan healthcare berbasis AI
- Preferensi investasi pada solusi B2B meningkat, sementara investasi pada platform B2C menurun
- Seiring ekspansi ke pasar global menjadi strategi yang wajib, jumlah startup yang langsung memperoleh pendanaan dari luar negeri meningkat
Perbandingan semester I dan semester II 2024
- Nilai investasi semester I KRW 2,81719 triliun (naik 10% YoY)
- Nilai investasi semester II KRW 3,13909 triliun (naik tipis dibanding semester I)
- Investasi pada startup tahap pertumbuhan seri B ke atas meningkat, sementara investasi pada perusahaan tahap awal menurun
- Di luar sektor AI, investasi pada industri tradisional (fintech, mobilitas, dll.) lesu
Tren investasi utama 2024
- Teknologi berbasis AI menguat: dana terkonsentrasi pada startup semikonduktor AI, generative AI, dan AI healthcare
- B2B SaaS dan transformasi digital industri: preferensi meningkat pada efisiensi kerja perusahaan, cloud, dan solusi AI
- Investasi fintech dan platform B2C menurun: minat investor turun akibat regulasi keuangan yang makin ketat dan dominasi pasar oleh pemain lama
- Investasi pada manufaktur, robotik, dan teknologi ramah lingkungan meningkat: mobilitas masa depan, daur ulang baterai bekas, dan teknologi energi alternatif menjadi sorotan
Ringkasan 13 sektor investasi utama
Consumer tech
- Nilai dan jumlah pendanaan sama-sama menurun
- Platform yang berfokus pada konsumen, terutama layanan B2C, makin jauh dari perhatian investor
- Beberapa unicorn seperti Kurly, Danggeun, dan Today’s House berhasil beralih ke profitabilitas
Software
- Software berfokus AI menguat dengan aliran dana KRW 1,4032 triliun
- Startup berbasis teknologi seperti generative AI dan semikonduktor AI berhasil meraih investasi besar
- Agen AI dan solusi transformasi digital industri menjadi sorotan
Fintech
- Skala investasi merosot tajam menjadi KRW 188,3 miliar, kembali ke level 2020
- Tidak adanya investasi baru ke Viva Republica (Toss) menjadi penyebab utama
- Perubahan lingkungan regulasi dan menguatnya dominasi pemain lama membuat investasi baru sulit masuk
Bio/healthcare
- Solusi healthcare berbasis AI berhasil mendapat investasi bahkan pada tahap awal
- Investasi pada startup bio meningkat, tetapi lemahnya pasar IPO membuat investasi jangka panjang tetap diperlukan
- Kebijakan pemerintah untuk mendorong industri AI healthcare diperkuat
Kendaraan/mobilitas
- Nilai investasi KRW 334,7 miliar, turun tipis dibanding tahun sebelumnya
- Teknologi kendaraan otonom dan kendaraan listrik menjadi pusat perhatian, sementara minat pada micro-mobility menurun
- Pertumbuhan diharapkan datang dari teknologi mobilitas ramah lingkungan dan ekspansi pasar global
Media/konten
- Konten short-form dan perusahaan pembuat konten berbasis AI berhasil memperoleh investasi
- Startup berbasis IP konten yang menargetkan ekspansi global mendapat perhatian
- Startup yang menggabungkan game dan teknologi hiburan semakin bertambah
Properti/proptech
- Investasi selektif berfokus pada perusahaan inovatif yang memanfaatkan AI dan big data
- Perlambatan sektor properti menekan jumlah startup baru, tetapi pasar proptech berbasis teknologi masih punya potensi tumbuh
- Banyak contoh sukses pendanaan datang dari perusahaan yang menargetkan pasar global
Logistik/pengiriman
- Perusahaan solusi otomasi logistik yang memanfaatkan AI dan IT memimpin pendanaan
- Jumlah startup yang masuk ke pasar logistik global meningkat, mendorong cross-border commerce
- Investasi pada startup robot logistik dan fulfillment meningkat
Manufaktur/antariksa
- Startup di bidang robotik, baterai, dan material memperoleh investasi besar
- Investasi pada semikonduktor AI serta teknologi penerbangan dan antariksa juga meningkat
- Perusahaan yang menerapkan teknologi ramah lingkungan dan otomasi menarik perhatian investor
Game
- Menjadi target investasi konglomerat dan perusahaan game, tetapi suasana investasi melemah akibat penurunan kinerja
- Pengamanan IP untuk ekspansi global dan adopsi teknologi AI menjadi strategi kunci
- Kebijakan pemerintah untuk mendukung perusahaan game diperkuat
Edutech
- Investasi melambat setelah pandemi, tetapi mulai pulih dengan aliran dana KRW 119,4 miliar
- Platform pembelajaran personal berbasis AI berhasil menarik investasi
- Perusahaan dengan potensi ekspansi global tinggi menarik minat investor
Blockchain
- Preferensi investasi menurun, sehingga pendanaan skala besar sulit diraih
- Sebagian startup terkait Web3 dan NFT berhasil memperoleh investasi global
- Integrasi teknologi blockchain dengan industri keuangan dan game menjadi tren investasi utama
Lingkungan/energi/keberlanjutan/perikanan-pertanian
- Jumlah startup climate tech meningkat, dan investasi meluas berkat kebijakan netral karbon pemerintah
- Startup yang menerapkan teknologi pertanian pintar serta otomasi industri kelautan dan perikanan semakin bertambah
- Perusahaan daur ulang baterai bekas dan solusi energi ramah lingkungan mendapat perhatian investor
Prospek investasi 2025
- Investasi AI terus meluas: startup teknologi inovatif seperti generative AI, semikonduktor AI, dan agen AI diperkirakan tetap kuat
- Strategi pendanaan luar negeri menjadi keharusan: karena keterbatasan pertumbuhan pasar domestik, pendanaan dari venture capital global akan makin penting
- Pertumbuhan di bidang ramah lingkungan dan keberlanjutan: investasi pada startup netral karbon, climate tech, penyimpanan energi, dan teknologi daur ulang meningkat
- Lahirnya unicorn makin sulit: penurunan investasi besar diperkirakan memperlambat kemunculan unicorn baru
- Kontraksi pasar IPO dan M&A berlanjut: kondisi pasar yang tidak pasti diperkirakan menekan jumlah perusahaan yang melantai di bursa, dan perusahaan besar juga akan lebih berhati-hati dalam akuisisi dan merger
- Investasi selektif pada startup berbasis teknologi diperkuat: dibanding platform sederhana, startup yang memiliki teknologi inti berpeluang menarik lebih banyak investasi
Kesimpulan
- Pada 2025, tren utama pasar investasi diperkirakan tetap pertumbuhan berpusat pada AI, perluasan pendanaan global, dan penonjolan teknologi ramah lingkungan
- Namun, startup platform tradisional atau perusahaan layanan B2C kemungkinan besar akan lebih sulit memperoleh pendanaan
- Pembuktian profitabilitas dan potensi ekspansi global tampaknya akan menjadi faktor kunci keberhasilan pendanaan
Belum ada komentar.