Diskusi terkait AI
- Diskusi tentang AI dimulai dari pertanyaan mengenai pentingnya AI di Afrika.
- Minat terhadap masa depan AI meningkat belakangan ini seiring presiden AS dan perdana menteri Inggris mengadakan perintah eksekutif dan KTT tentang AI.
- Muncul kritik bahwa AI pada kenyataannya menghasilkan 'bullshit' yang bergantung pada teks prediktif, bukan pada logika atau fakta.
Cara kerja AI
- Profesor AI MIT Rodney Brooks merangkum ChatGPT sebagai sesuatu yang "menghasilkan hal-hal yang enak didengar".
- 'Hal-hal yang enak didengar' berarti algoritme yang meniru teks yang ditemukan di internet, sementara 'menghasilkan' berarti keacakan dasar yang berbasis pada teks prediktif.
- Peneliti AI terkemuka lainnya juga menyampaikan pandangan serupa, yang dijelaskan dengan rincian teknis lebih lanjut dalam makalah seperti 'stochastic parrots'.
AI dan kebenaran
- Geoffrey Hinton, yang dijuluki sebagai 'godfather' AI, memperingatkan bahaya chatbot yang menghasilkan teks yang sangat persuasif alih-alih benar-benar cerdas.
- Ada kekhawatiran bahwa di dunia yang tidak menghargai bukti dan logika, sistem yang beroperasi tanpa bukti maupun logika dapat menjadi penguasa melalui daya persuasi.
- Dalam 'On Bullshit', filsuf Harry Frankfurt menjelaskan 'bullshit' sebagai sesuatu yang tidak menolak otoritas kebenaran, melainkan mengabaikannya.
AI dan dampak sosial
- Mengapa perdana menteri Inggris terkesan pada AI dan 'bullshit generator' otomatis?
- Analisis David Graeber dalam 'Bullshit Jobs' mengungkap karakter sejati AI.
- Lebih dari 30% pekerja Inggris percaya bahwa pekerjaan mereka tidak memberikan nilai apa pun bagi masyarakat.
- Sebagian pendidikan universitas mempersiapkan kaum muda untuk menyesuaikan diri dengan proses birokratis tanpa banyak harapan dalam hidup.
Pelatihan sistem AI
- Sistem AI dilatih menggunakan arsip besar 'bullshit' dari Twitter, Facebook, Reddit, dan lainnya, bersama teks yang juga memuat fakta nyata.
- ChatGPT tidak memiliki algoritme untuk memeriksa bagian mana yang benar, sehingga output-nya didefinisikan sebagai 'bullshit'.
- Twitter mendorong politisi yang tidak peduli pada kebenaran, dan arsip pernyataan mereka dapat digunakan untuk melatih 'bullshit generator' otomatis.
Opini GN⁺
- Hal terpenting dalam tulisan ini adalah bahwa konten yang dihasilkan AI tidak didasarkan pada kebenaran dan logika, melainkan dapat menciptakan 'bullshit' yang mampu meyakinkan orang.
- Ini dapat memengaruhi percakapan sosial dan kualitas informasi, dan masalah ini akan menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi AI.
- Alasan ini menarik bagi banyak orang adalah karena membantu memahami potensi dampak AI pada kehidupan sehari-hari dan pasar kerja kita, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang dibawa teknologi.
1 komentar
Komentar Hacker News
Ringkasan komentar pertama:
Ringkasan komentar kedua:
Ringkasan komentar ketiga:
Ringkasan komentar keempat:
Ringkasan komentar kelima:
Ringkasan komentar keenam:
Ringkasan komentar ketujuh:
Ringkasan komentar kedelapan:
Ringkasan komentar kesembilan:
Ringkasan komentar kesepuluh: