4 poin oleh kunggom 2020-01-04 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Sebagian besar aplikasi ponsel pintar yang dirilis lembaga publik kerap mendapat cap sebagai “pemborosan anggaran”. Pasalnya, meski anggaran sudah dikeluarkan untuk meluncurkan aplikasi, jumlah orang yang benar-benar memakainya tidaklah banyak. Di antara kasus seperti ini, ada yang sejak awal keliru dalam perencanaan, tetapi banyak juga yang sebenarnya punya ide bagus namun UX (pengalaman pengguna)-nya kurang baik sehingga orang enggan menggunakannya.

Kami memperkenalkan sebuah tulisan dari perancang layanan aktif yang menganalisis masalah pada aplikasi [Ttareung]—layanan sepeda publik Kota Seoul—dari sudut pandang UI/UX. (Bahasa Korea) Tulisan ini bukan sekadar kritik, tetapi juga menyajikan sebagian alternatif konkret untuk perbaikan, sehingga dari sudut pandang Ttareung, rasanya seperti mendapat konsultasi gratis.

1 komentar

 
xguru 2020-01-05

Saya juga pengguna Ttareungyi, tapi ternyata saya melewatkan tulisan seperti ini. Terima kasih untuk tulisan yang menarik ini!