4 poin oleh ironlung 2024-02-16 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Menurut Gartner dalam ‘Hype Cycle for Agile & DevOps (2022)’, Value Stream Management Platform dan Value Stream Delivery Platform menonjol di bidang Agile dan DevOps
    • Tingkat kematangan kedua teknologi tersebut berada dari tahap Innovation Trigger hingga tahap Peak of Inflated Expectations, dan diperkirakan akan mencapai fase stabil dalam 2–5 tahun ke depan
  • Value Stream: tahapan berurutan yang dijalankan agar produk atau layanan dapat memberikan nilai kepada pelanggan
    • Urutan: permintaan fitur (Feature Request)→mendefinisikan (Define)→membangun (Build)→memvalidasi (Validate)→merilis (Release)→peningkatan nilai baru (New Increment Of Value)
    • Proses menyelesaikan fitur-fitur kecil dalam perangkat lunak atau layanan dengan kualitas tinggi untuk terus meningkatkan nilai bagi pelanggan
    • Total waktu yang dibutuhkan dari tahap permintaan fitur hingga terciptanya nilai disebut ‘lead time’, dan Value Stream adalah pekerjaan menciptakan nilai pelanggan secara berulang dengan mengulangi lead time ini
  • Value Stream Management: metode pengelolaan untuk memperbaiki aliran nilai yang menuju pelanggan
    • Ini mencakup berbagai praktik dan teknologi yang membantu mempercepat Value Stream, yaitu alur aktivitas yang menghasilkan nilai bagi pelanggan
    • Proses: mengevaluasi Value Stream→membuat peta Value Stream→menerapkan aktivitas perbaikan dan menghasilkan data, lalu mengulang umpan balik dan aktivitas perbaikan→dengan memvisualisasikan pekerjaan, kita bisa memperoleh insight yang diperlukan untuk menghilangkan keterlambatan, pemborosan, dan pekerjaan yang tidak memberi nilai tambah guna meningkatkan pengalaman pelanggan
  • Value Stream Mapping: kegiatan di mana semua pemangku kepentingan berkumpul untuk menggambarkan secara visual tahapan utama dalam Value Stream, hasil yang diserahkan, waktu tunda, dan sebagainya dalam bentuk peta
    • Melalui Value Stream Mapping, area yang perlu diperbaiki dalam Value Stream dapat ditemukan, dan total waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan dapat divisualisasikan
    • Ada juga workshop untuk melakukan Value Stream Mapping, di mana peserta menggambar dan menganalisis peta kondisi Value Stream saat ini, lalu menggambar peta kondisi masa depan dan menurunkan action item untuk memperkecil kesenjangan antara kondisi saat ini dan masa depan
  • Keunggulan Value Stream Management:
    • Dengan mengelola Value Stream, pemborosan berupa ‘downtime’ dapat dikurangi
    • Jika pekerjaan yang boros diotomatisasi, peluang untuk memperoleh kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan
    • Dalam lingkungan pengembangan perangkat lunak saat ini, pekerjaan yang termasuk ‘pemborosan’ adalah rework/pekerjaan berulang, pekerjaan berkualitas tinggi yang tidak dibutuhkan pelanggan, pekerjaan yang tidak perlu, dan waktu tunggu
    • Perusahaan dengan tingkat kematangan DevOps yang tinggi cenderung memiliki siklus deployment yang cepat, lingkungan untuk deployment yang stabil dan berkelanjutan, serta terus menciptakan nilai bagi pelanggan
    • Mengurangi pekerjaan yang boros, menerapkan otomatisasi, dan berfokus pada pekerjaan dengan leverage tinggi adalah cara untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.