1 poin oleh GN⁺ 2024-03-09 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Kabar duka kreator Dragon Ball, Akira Toriyama

  • Akira Toriyama, kreator franchise Dragon Ball, meninggal dunia pada 1 Maret 2024 di usia 68 tahun akibat hematoma subdural akut.
  • Upacara pemakaman telah dilangsungkan dengan hanya dihadiri keluarga dan sejumlah kecil kerabat.
  • Akun resmi Dragon Ball meminta para penggemar untuk menahan diri dari mengajukan permintaan wawancara kepada keluarga Toriyama, berkunjung, atau mengirim bunga maupun hadiah belasungkawa.
  • Akun resmi tersebut menyampaikan penyesalan bahwa Toriyama berpulang saat masih mengerjakan berbagai karya.
  • Kontribusinya yang legendaris bagi dunia manga dan anime akan terus dikenang.

Teks lengkap dari akun Twitter resmi Dragon Ball

  • Disampaikan kabar duka bahwa Akira Toriyama meninggal dunia akibat hematoma subdural akut.
  • Toriyama memiliki semangat besar terhadap berkarya dan sedang mengerjakan berbagai proyek, serta masih memiliki banyak hal yang ingin ia capai.
  • Namun, ia telah meninggalkan banyak karya manga dan karya seni bagi dunia.
  • Berkat dukungan banyak orang di seluruh dunia, ia dapat terus berkarya selama lebih dari 45 tahun.
  • Diharapkan dunia kreatif khas Akira Toriyama akan terus dicintai banyak orang untuk waktu yang lama.
  • Pemakaman telah digelar dengan hanya dihadiri keluarga dan sejumlah kecil kerabat.
  • Sesuai harapan agar akhir hayat Toriyama tetap tenang, bunga, hadiah belasungkawa, kunjungan, dan persembahan tidak diterima.
  • Masyarakat diminta untuk menahan diri dari wawancara kepada keluarga.
  • Rencana untuk acara penghormatan belum diputuskan, dan akan diberitahukan setelah ditetapkan.
  • Disampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pengertian dan dukungan selama ini.

Pendapat GN⁺

  • Kabar wafatnya Akira Toriyama akan membawa duka mendalam bagi penggemar manga dan anime di seluruh dunia. Karyanya telah dicintai lintas generasi, dan ciptaannya telah menjadi ikon budaya.
  • Belum diketahui bagaimana karya-karya Toriyama yang belum selesai akan ditangani setelah kepergiannya. Ini dapat menjadi contoh penting tentang dampak kepergian mendadak seorang kreator terhadap karyanya.
  • Franchise terkenal seperti Dragon Ball sering kali terus menghasilkan konten baru bahkan setelah kreatornya tiada. Ini bisa menjadi titik pengamatan menarik tentang bagaimana kreator lain akan melanjutkan warisan pencipta aslinya.
  • Jika pembaca mencari karya bergenre serupa dengan Dragon Ball, seri manga populer lain seperti 'Naruto', 'One Piece', dan 'Bleach' dapat direkomendasikan.
  • Karya Toriyama menempati posisi yang unik berkat storytelling dan desain karakternya yang orisinal. Kepergiannya dapat menjadi pemicu inspirasi bagi kreator baru sekaligus mendorong mereka untuk menemukan suara mereka sendiri.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-03-09
Komentar Hacker News
  • Dampak kultural Akira Toriyama nyaris mustahil untuk dilebih-lebihkan. Ia adalah sosok legendaris dalam manga, anime, video game, dan budaya populer, dengan pengaruh yang sangat besar khususnya di Amerika Latin. Seorang jenius yang pergi terlalu dini. Dragon Ball, dan khususnya karakter Son Goku, memberi resonansi mendalam bagi banyak orang melalui perpaduan tema yang positif, humor, kepolosan, kebahagiaan, ketangguhan, dan dorongan untuk terus berkembang. Rasanya jarang ada karya lain yang mampu menangkap kombinasi tema seperti ini dengan cara yang sama. Terima kasih kepada Toriyama yang selama puluhan tahun telah menghadirkan tawa, senyum, air mata, dan merinding.
  • Jika belum pernah membaca seri Dragon Ball, saya merekomendasikan untuk membeli dua volume pertamanya dan merasakan sendiri pesonanya. Di sana juga bisa menikmati gaya gambar manga yang menawan dan berbeda dari sekarang.
  • Toriyama menginspirasi banyak anak untuk menjadi seniman, dan sebagian dari mereka bahkan menjadi lebih terkenal darinya (misalnya Eiichiro Oda). Toriyama sendiri terinspirasi oleh Osamu Tezuka, pencipta Astro Boy. Ia menjadi legenda lewat berbagai karya seperti Dragon Ball, Dragon Quest, Chrono Trigger, dan Dr. Slump. Ia juga membantu memopulerkan anime di luar Jepang.
  • Dragon Ball adalah karya yang melampaui budaya, bahasa, dan generasi, serta memuat kebenaran sederhana namun mendalam tentang pengalaman manusia seperti keberanian, persahabatan, ketangguhan, dan mengejar mimpi. Karya ini mengekspresikan tujuan dan makna hidup yang dalam, serta dunia untuk menemukan hal-hal baru. Ada penghiburan dalam keyakinan bahwa karya Toriyama akan terus hidup bahkan setelah ia tiada.
  • Akira Toriyama memengaruhi dua hal penting di masa remaja saya: Dragon Ball Z dan Chrono Trigger. Dragon Ball Z membangkitkan minat saya pada anime, yang kemudian berlanjut ke masuk sekolah seni, pernikahan pertama saya, dan belajar bahasa Jepang. Chrono Trigger adalah video game pertama yang benar-benar saya cintai, dan gaya seninya adalah bagian besar dari alasan itu. Pengalaman-pengalaman ini membawa saya masuk ke industri game sebagai level designer.
  • Dragon Ball memainkan peran yang sangat menentukan dalam memopulerkan anime Jepang di Barat. Karena tidak banyak anime yang tayang di TV, mengunduh acara lain lewat internet dan membagikannya dengan teman-teman adalah bagian dari budaya nerd/internet awal. Dragon Ball adalah pintu gerbang menuju budaya itu bagi banyak orang.
  • Dragon Ball Z adalah konten paling keren yang pernah saya lihat saat itu, dan menjadi pusat keseharian saya. Saudara saya merekam episode-episodenya ke VHS agar saya bisa menggambar adegannya, dan ini memicu sisi artistik saya hingga saya hampir meraih gelar seni. Jika Dragon Ball tidak membangkitkan minat saya pada budaya Jepang, saya mungkin tidak akan menempuh jalan itu.