Paul Alexander, pasien paru-paru besi, wafat
- Paul Alexander, penyintas polio yang dikenal sebagai "pasien paru-paru besi", meninggal dunia pada usia 78 tahun.
- Ia terinfeksi polio pada usia 6 tahun, lumpuh dari leher ke bawah, dan tidak lagi bisa bernapas secara mandiri, sehingga menghabiskan hidupnya di dalam silinder besi.
- Ia meraih gelar hukum, berpraktik sebagai pengacara, dan juga menerbitkan memoar.
Kenangan sang saudara
- Philip Alexander, kakak Paul, mengenangnya sebagai sosok yang hangat dan ramah, serta mengaguminya karena tetap mandiri meskipun tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti kebanyakan orang.
- Kesehatan Paul memburuk dalam beberapa minggu terakhir, dan keduanya menghabiskan hari-hari terakhir bersama sambil berbagi es krim.
Polio dan paru-paru besi
- Karena polio membuatnya tidak dapat bernapas dengan tubuhnya sendiri, Paul harus tinggal di dalam silinder besi yang disebut paru-paru besi.
- Paru-paru besi itu memungkinkan Paul bernapas, dan seiring waktu ia bisa bernapas sendiri untuk waktu singkat.
- Setelah vaksin polio dikembangkan, polio hampir lenyap di dunia Barat, tetapi Paul tetap bertahan hidup selama puluhan tahun.
Pendidikan dan karier Paul
- Paul lulus SMA, berkuliah di Southern Methodist University, dan pada 1984 memperoleh gelar hukum dari University of Texas at Austin.
- Ia bekerja sebagai pengacara selama puluhan tahun dan menerbitkan memoarnya pada 2020.
Kemajuan medis
- Pada 1960-an, kemajuan medis membuat paru-paru besi menjadi usang dan digantikan ventilator, tetapi Paul tetap menggunakannya karena sudah terbiasa.
- Paul tercatat dalam Guinness World Records sebagai orang yang paling lama bertahan hidup dengan paru-paru besi.
Opini GN⁺
- Kisah Paul Alexander adalah contoh mengharukan tentang seseorang yang mengatasi disabilitas dan menjalani hidupnya secara mandiri. Hidupnya menginspirasi banyak orang dan menunjukkan tekad manusia untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun.
- Meski penyakit seperti polio hampir diberantas oleh kedokteran modern, risikonya masih ada di beberapa wilayah dunia. Kasus seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya vaksin dan perlunya upaya berkelanjutan untuk mencegah penyakit menular.
- Melalui sejarah penyakit seperti polio, kita dapat memahami lebih dalam perkembangan kesehatan masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan individu. Kehidupan Paul menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi medis dapat mengubah hidup seseorang.
- Memoar Paul Alexander dapat menjadi sumber harapan dan keberanian bagi penyandang disabilitas maupun mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Kisahnya juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang disabilitas.
- Sejarah perangkat medis seperti paru-paru besi memberikan latar belakang penting untuk memahami perkembangan teknologi medis modern. Kemajuan perangkat canggih seperti ventilator saat ini dibangun di atas pemahaman terhadap teknologi masa lalu.
1 komentar
Komentar Hacker News