Burung beo menyukai game tablet. Ini membantu peneliti memahami mereka.
- Di lab Rébecca Kleinberger di Northeastern University, para peneliti mempelajari secara mendalam data tentang cara burung beo menggunakan perangkat layar sentuh.
- Menggunakan aplikasi game yang disesuaikan, mereka mengumpulkan data interaksi layar sentuh dari 20 burung beo peliharaan.
- Kekayaan kognitif burung beo penting bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka, dan game tablet adalah salah satu cara untuk menyediakannya.
Burung beo berpartisipasi dalam penelitian melalui game tablet
- Burung beo yang ikut dalam penelitian bervariasi, mulai dari parkit hijau kecil hingga hyacinth macaw, yang merupakan burung beo terbesar di dunia.
- Semua burung beo memiliki pengalaman menggunakan layar sentuh dan menyelesaikan penelitian dari rumah.
- Mereka belajar menggunakan game aplikasi dasar di tablet Samsung Galaxy, dan tantangannya adalah mengetuk lingkaran target berwarna-warni di berbagai posisi pada layar dengan paruh dan lidah mereka.
Hasil penelitian dan wawasan tentang penggunaan layar sentuh oleh burung beo
- Burung beo terutama mengoperasikan tablet dengan lidah mereka, sehingga mata mereka lebih dekat ke layar dan akurasinya lebih rendah dibanding manusia.
- Burung beo berukuran kecil cenderung lebih kesulitan mengenai target yang lebih besar.
- Tim peneliti mempelajari tubuh burung beo untuk memberikan informasi bagi desain antarmuka baru untuk hewan.
Burung beo dapat berbicara dengan burung beo lain melalui panggilan video dan membangun pertemanan
- Tim peneliti menemukan bahwa burung beo menikmati panggilan video dan dapat melakukan panggilan sendiri.
- Ini semakin memperkuat bukti bahwa teknologi layar sentuh dapat memperkaya kehidupan burung beo.
Potensi kelemahan teknologi layar sentuh dan tujuan penelitian jangka panjang
- Para partisipan penelitian menyebut risiko penggunaan layar yang berlebihan pada burung beo, membandingkannya dengan kebutuhan membatasi screen time pada anak-anak.
- Dalam jangka panjang, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai titik awal untuk menerapkan teknologi layar pada burung beo dan spesies lain.
Opini GN⁺
- Penelitian ini memberikan wawasan menarik tentang bagaimana hewan berinteligensi tinggi seperti burung beo dapat menggunakan teknologi. Cara burung beo memakai layar sentuh menunjukkan tantangan sekaligus peluang saat prinsip desain yang berpusat pada manusia diterapkan pada hewan.
- Meski penelitiannya menarik, kekhawatiran tentang screen time burung beo memunculkan persoalan baru yang mirip dengan masalah penggunaan teknologi pada manusia. Ini menunjukkan bahwa penggunaan layar yang berlebihan pada burung beo dapat berdampak negatif pada kesehatan atau perilaku mereka.
- Jika sudah ada teknologi atau produk serupa di pasar yang mendukung penggunaan layar sentuh oleh burung beo, penelitian ini dapat membantu meningkatkan produk-produk tersebut. Misalnya, mainan pintar atau aplikasi yang memantau perilaku burung beo dan memperkaya kehidupan mereka dapat memanfaatkan data ini untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
- Saat memperkenalkan teknologi, kesejahteraan dan keselamatan hewan harus selalu dipertimbangkan. Teknologi ini dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan burung beo, tetapi risiko seperti penggunaan layar berlebihan atau kerusakan perangkat juga perlu diperhitungkan.
1 komentar
Komentar Hacker News
Seorang pengguna menyebut video yang menunjukkan seekor burung beo memilih hal yang disukainya saat menonton video YouTube dan marah ketika iklan muncul. Ia juga membagikan artikel tentang hasil penelitian bahwa burung beo menikmati panggilan video dan dapat melakukan panggilan sendiri.
Pengguna lain merasa manusia mungkin tidak memiliki "kecerdasan yang unik" seperti yang selama ini dipikirkan. Ia menyebut sangat terkesan melihat burung seperti beo dan gagak memecahkan teka-teki yang rumit.
Seorang pengguna memprediksi jejaring sosial untuk burung beo akan segera muncul, berdasarkan bukti ilmiah bahwa burung beo sangat sosial dan senang saling menelepon, serta fakta bahwa banyak orang kaya memelihara seekor burung beo masing-masing.
Pengguna lain menyebut bahwa beberapa burung beo dalam penelitian menunjukkan agresivitas atau tidak tertarik selama masa pelatihan sehingga dikeluarkan, dan menyebutnya sebagai "rage quit unggas".
Seorang pemilik hewan peliharaan mengatakan burung beonya suka bermain dengan iPad, tetapi tidak suka iPhone. Ia menyebut burung beo itu bersikap agresif terhadap iPhone.
Pengguna lain menyebut cerpen Ted Chiang "The Great Silence" dan mengatakan bahwa burung beo sedang membantu para peneliti dalam penelitian game tablet.
Seorang pemilik African grey parrot mengatakan burung beonya menunjukkan minat pada aplikasi Keezy, terutama terpikat pada menu yang mengembang dari tombol hitam di tengah aplikasi. Pemilik itu membagikan keinginannya untuk membuat game bagi burung beo.
Terakhir, sebuah penelitian menyebut kekhawatiran tentang risiko penggunaan tablet berlebihan oleh burung beo serta kemungkinan merusak tablet. Tablet yang digunakan tampaknya dimasukkan ke dalam casing yang dirancang untuk anak-anak.