9 poin oleh GN⁺ 2024-04-05 | 3 komentar | Bagikan ke WhatsApp

3 komentar

 
kyunghoon 2024-04-06

Sekarang lagu berbahasa Korea yang dinyanyikan AI sudah terasa sama sekali tidak canggung.
https://www.youtube.com/watch?v=P5g5XGmhxOo

 
xguru 2024-04-05

Belakangan ini saya mendengarkan beberapa lagu yang dibuat dengan Suno, dan bahkan dengan lirik berbahasa Korea pun hasilnya dibuat dengan sangat pas.

 
GN⁺ 2024-04-05
Komentar Hacker News
  • Ketertarikan pada penyintesis suara, sistem TTS, dan NLP secara umum adalah salah satu alasan utama saya mempelajari ilmu komputer dan linguistik komputasional. Teknologi ini dulu terasa seperti sains masa depan yang mustahil saat saya kuliah, dan saya tak henti-hentinya kagum pada kecepatan perkembangan bidang ini saat ini. suno.ai bahkan bisa meniru suara yang terdengar patah-patah seperti robot.
  • Saya melihat ada beberapa kata yang diucapkan suno.ai dengan perubahan lucu. Misalnya, "sublicence" terdengar seperti "sublissence", "fitness" seperti "fisted", "infringement" seperti "infring-ment", dan "liable" seperti "liar-ful". Selain itu, perpindahan pitch pada vokalnya terdengar seperti diautotune atau dielektroniskan. Saya rasa akan muncul para ahli yang bisa mendeteksi vokal hasil AI.
  • Pelafalan kata "software" terdengar lucu.
  • Saya belum pernah sekaget ini oleh AI sejak GPT4. Sebagai musisi amatir, saya menyarankan untuk mencoba Suno.ai. Teknologi ini bisa menjadi substitusi untuk layanan langganan musik, dan mungkin terasa mengejutkan bagi para profesional.
  • Diskusi ini berfokus pada sintesis suara. Saya tidak menambahkan poin lain karena para komentator lain sudah menyebutkan hal-hal penting. Dari sisi musikalitas, sistem ini masih jauh dari mampu menghasilkan sesuatu yang benar-benar menarik. Harmoni, tempo, struktur, dinamika, semuanya masih kacau dan tidak punya struktur. Dengan model generatif murni saja, sepertinya akan sulit mencapai tingkat yang lebih tinggi. Mungkin dibutuhkan pendekatan campuran berbasis aturan dan generatif.
  • Saya mengedit lagu yang dikomposisikan Claude Sonnet di Suno, dan meski stylenya tidak pas, hasilnya lumayan bagus.
  • Saya menulis ulang lagu cinta menyeramkan dari Dune menggunakan Bing Chat menjadi tentang melawan kompleksitas kode, lalu lewat suno.ai menjadikannya lagu berdurasi 2 menit yang mengekspresikan perasaan tentang kode yang perlu disederhanakan.
  • Saya punya kebiasaan membisikkan bacaan dalam hati, dan punya selera yang agak langka untuk membayangkan seseorang menyanyikan kata-kata yang saya baca mengikuti melodi lagu yang sedang terngiang di kepala.
  • Gadis itu sedih karena dia tidak tahu nama orang atau artis yang musik dan suaranya dimodelkan.
  • Saya terkesan bahwa mereka berhasil mengekstrak rima dari lisensi.