Analisis file gambar SVG
- File gambar SVG berukuran lebar 400px dan tinggi 400px
- Struktur dasar:
- Di bagian paling luar terdapat persegi panjang dengan
width="124" dan height="124"
- Sudut dibuat membulat dengan atribut
rx="24"
- Diisi dengan latar belakang oranye menggunakan atribut
fill="#F97316"
- Bentuk-bentuk utama:
- Bentuk poligon berwarna putih digambar dengan tag
<path>
- Informasi koordinat path terdapat pada atribut
d
- Diisi warna putih dengan
fill="white"
- Lingkaran hitam digambar dengan tag
<circle>
- Posisi dan ukuran ditentukan dengan
cx="63.2109" cy="37.5391" r="18.1641"
- Diisi warna hitam dengan
fill="black"
- Persegi panjang semi-transparan digambar dengan tag
<rect> dan diputar 45 derajat
- Transparansi diatur dengan
opacity="0.4"
- Diisi warna oranye muda dengan
fill="#FDBA74"
- Transformasi rotasi diterapkan dengan
transform="rotate(-45 81.1328 80.7198)"
- Optimasi ukuran file:
- Berkurang 15%, dari 578 bytes menjadi 493 bytes
Pendapat GN⁺
- SVG adalah format grafis vektor sehingga tetap tajam saat diperbesar atau diperkecil tanpa pecah. Sebaliknya, dibandingkan gambar bitmap seperti JPEG dan PNG, ukuran file bisa membesar jika tingkat kompleksitasnya tinggi.
- Ukuran file yang kecil tampaknya akan membuat pemuatan di web lebih cepat. Namun, untuk gambar yang kompleks, PNG justru bisa lebih menguntungkan.
- Kesan yang menarik adalah penggunaan beragam fitur seperti
rx, circle, dan rotate untuk mengekspresikan kesan dimensional di dalam desain yang sederhana.
- Kontras warna ditingkatkan dengan penggunaan putih dan hitam di atas latar oranye sehingga keterbacaan menjadi lebih baik.
- Tampaknya dibuat untuk keperluan seperti ikon atau logo. Makna atau kegunaan bentuk oranye muda itu terasa menarik untuk diketahui.
1 komentar
Komentar Hacker News
SVGadalah alat yang sangat kuat; ada juga contoh baru-baru ini yang menyelesaikan masalah rendering gambar transparan parallax denganfilter: drop-shadowdi Safari dan iOS dengan memanfaatkan filter SVG danfeGaussianBlur