- Jason Lemkin, seorang VC terkenal, menolak berinvestasi setelah melihat deck presentasi startup yang bertanggal dua bulan lalu
- Meski itu adalah deal yang masuk lewat cold email dan tampak cukup menjanjikan
- Banyak orang di Twitter dan LinkedIn mengungkapkan kemarahan mereka tentang hal ini
- Namun, ia tidak melakukan kesalahan apa pun, dan tulisan ini ingin menjelaskan bahwa kebanyakan founder memiliki ekspektasi yang keliru tentang hubungan dengan VC
Sinyal dan peringatan (signaling dan red flags): VC memainkan game of inches
- Dari sudut pandang founder, ini bisa terlihat mengerikan, tetapi dari sudut pandang investor,
- VC menerima 10~50 deck setiap minggu
- Sekitar 10% di antaranya adalah deal yang sangat hot, yang bahkan bisa menggalang dana tanpa deck
- Sisa 90% adalah founder biasa, yang sebisa mungkin akan segera dieliminasi
- VC bergantung pada cold email tanpa konteks, sehingga mereka mengandalkan sinyal-sinyal kecil
- "Ukuran pasarnya $200Tn" -> founder naif atau berkhayal
- Banyak teks dengan huruf kecil -> kurang empati dan kemampuan marketing yang lemah
- deck sudah lama -> founder kurang perhatian pada detail
Jangan tertipu rompi fleece: VC bukan teman Anda
- Jika mendengarkan ucapan VC, mereka terdengar seperti teman, tetapi itu hanyalah bagian dari membangun brand
- Mereka berkata, "Saya ingin jadi investor pertama", "Kami menambah value", "Kami investor yang bertanggung jawab", "Kami punya pandangan jangka panjang", "Kami mendukung outlier", dan yang sangat terkenal, "Beri tahu saya bagaimana saya bisa membantu"
- Kenyataannya, mereka ingin melihat deal sebanyak mungkin, menaikkan "coverage ratio" bahkan tanpa benar-benar membuka deck, dan menunjukkan top funnel yang terus tumbuh kepada LP
- Founder, terutama founder pemula, sering tidak memahami nuansa seperti ini
- Mereka ingin percaya bahwa ada orang-orang baik yang akan mendukung perjalanan mereka dengan nasihat, semangat, dan uang
- Kebanyakan VC adalah orang baik dan profesional yang tulus, tetapi tetap saja mereka adalah allocator modal
- Jangan tertipu oleh sepatu Allbirds, rompi fleece, atau thread Twitter
- VC adalah investor yang mengelola jutaan dolar, melapor kepada LP, dan jika tidak menghasilkan return yang diharapkan, mereka tidak akan bisa menggalang fund berikutnya
- Mereka mungkin ingin menjadi teman Anda, tetapi fund selalu didahulukan
Jason tidak melakukan kesalahan?
- Tulisan Jason Lemkin dinilai jujur dan membantu
- Ia termasuk salah satu dari sedikit orang yang membuka cold email, membalasnya, dan benar-benar berinvestasi
- Sangat jarang dan berharga ada orang yang secara terbuka membagikan proses pengambilan keputusan investasinya
- Ia tidak melakukan kesalahan apa pun
- Ia memberi founder gambaran tentang betapa kejam dan bias proses penyaringan itu bisa terjadi
- Beberapa founder memang tersinggung, tetapi lebih banyak lagi yang belajar dan menyesuaikan deck mereka
- Secara keseluruhan, dampaknya positif
Menemukan jarak yang tepat dengan VC
- Saat founder pemula menyadari bahwa VC tidak membuka deck, tidak membalas email, dan tidak memberi feedback,
mereka mengalami perjalanan emosional dari antusiasme (sebelum funding) ke frustrasi (setelah 1~2 bulan) lalu kemarahan (setelah lebih dari 3 bulan)
- Ini terjadi karena ekspektasi yang salah
- VC bukan guru atau manajer Anda, dan mereka tidak punya kewajiban untuk memberi feedback atau membalas email
- Mereka tidak akan memberi Anda kesempatan kedua, dan juga tidak akan membina Anda agar lain kali lebih baik
- Anggap VC sebagai sales prospect
- Ia sudah lelah menerima pitch sampai 10 kali, irasional, dan banyak tuntutan
- Untuk menutup deal, Anda harus memberikan yang terbaik, terutama jika itu deal yang "sudah hampir jadi"
- Tentu saja, jika Anda merasa bahwa melakukan belly dance untuk VC bukan hal yang cocok bagi Anda, Anda bisa memilih jalur lain seperti bootstrapping. Itu pilihan yang sangat masuk akal
- Ingat saja dengan sederhana: "Sebelum menjadi sahabat terbaik founder, VC adalah profesional investasi"
Belum ada komentar.