Memperbaiki Mug Kopi Saya dengan Kintsugi
Seni kintsugi (bahasa Jepang: 金継ぎ)
- Kintsugi adalah seni tradisional Jepang untuk memperbaiki keramik yang pecah.
- Teknik ini menonjolkan bagian yang diperbaiki dengan emas atau perak menggunakan campuran lak alami, serbuk kayu, bahan penggosok, adonan roti, dan lain-lain.
- Dalam filsafat Jepang, cacat pada benda dirayakan karena menceritakan sejarah benda tersebut.
Persiapan kintsugi
- Mengumpulkan pecahan mug dan mempelajari tentang kintsugi.
- Ada juga yang menggunakan epoksi modern sebagai pengganti lak urushi tradisional, tetapi keamanan untuk penggunaan terkait makanan masih dipertanyakan.
- Membeli starter kit kintsugi dari TSUGU TSUGU dan menonton tutorialnya berulang kali.
Langkah 1: Menempelkan pecahan (menggunakan mugi urushi)
- Sebelum menempelkan pecahan yang rusak, semuanya dibersihkan dengan saksama dan tepi yang tajam dirapikan.
- Mugi urushi dibuat dengan mencampurkan urushi mentah ke dalam adonan yang terbuat dari tepung kue dan air.
- Pecahan besar ditempelkan lebih dulu, lalu pecahan kecil ditahan dengan masking tape.
- Dibiarkan mengeras selama 2 minggu di dalam kotak dengan kelembapan dan suhu tinggi.
Langkah 2: Mengisi celah (menggunakan kokuso dan sabi urushi)
- Lubang besar diisi dengan kokuso, yang dibuat dari campuran mugi urushi, serbuk kayu, dan bahan penggosok.
- Celah kecil diisi dengan sabi urushi, yang dibuat dengan mencampurkan bahan penggosok dan urushi mentah.
- Setiap lapisan dikeraskan lalu diamplas hingga rata.
Langkah 3: Mengaplikasikan lak hitam
- Lak urushi hitam diaplikasikan dalam beberapa lapisan untuk memulai tahap akhir penyelesaian permukaan.
- Pengecatan dilakukan dengan teliti menggunakan kuas halus.
Langkah 4: Mengaplikasikan serbuk emas di atas urushi merah Bengal
- Sebagai tahap akhir, urushi merah Bengal dioleskan lalu ditaburi serbuk emas.
- Serbuk emas harus diaplikasikan saat urushi merah Bengal masih sedikit lengket.
- Serbuk emas diambil dengan bola sutra lalu diaplikasikan dengan hati-hati menggunakan kuas.
Hasil akhir
- Setelah beberapa bulan pengerjaan, mug tersebut bisa digunakan kembali.
- Hasilnya tidak sempurna, tetapi tetap menjadi pengalaman merasakan seni kintsugi.
Pendapat GN⁺
- Filsafat kintsugi: Filsafat Jepang yang merayakan cacat pada benda membuat sejarah dan nilainya terasa semakin tinggi.
- Kepraktisan dan keamanan: Lak urushi tradisional aman untuk penggunaan terkait makanan, tetapi epoksi modern masih menimbulkan pertanyaan soal keamanan.
- Waktu dan usaha: Pengerjaan kintsugi membutuhkan banyak waktu dan usaha, dan terutama menantang bagi pemula.
- Keterampilan artistik: Diperlukan keterampilan artistik seperti sapuan kuas yang halus, dan ini membutuhkan banyak latihan.
- Teknik alternatif: Selain kintsugi, ada juga metode modern lain untuk memperbaiki keramik yang pecah.
1 komentar
Komentar Hacker News
Alasan menggunakan epoksi: Alasan menggunakan epoksi modern alih-alih lacquer urushi tradisional adalah karena lacquer urushi diekstrak dari tanaman beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Terutama saat bekerja bersama anak-anak, perlu lebih berhati-hati.
Keamanan epoksi: Epoksi aman untuk makanan jika menggunakan produk yang disetujui FDA, dan juga digunakan di rumah sakit serta fasilitas produksi makanan. Namun, sebaiknya tidak digunakan pada suhu di atas 300°F.
Bahaya urushi: Urushi adalah getah dari tanaman beracun yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Karena itu, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.
Workshop kintsugi di San Francisco: Di wilayah San Francisco, workshop kintsugi diadakan hampir setiap minggu di SF Zen Center.
Kintsugi dan perbaikan toilet: Ada pengalaman memperbaiki toilet dengan kintsugi, dan itu merupakan pekerjaan yang sangat memuaskan.
Larangan impor bubuk urushi: Baru-baru ini mencoba memesan bubuk urushi dari Jepang, tetapi pesanan dibatalkan karena impor ke AS ilegal.
Memperbaiki mug dengan epoksi: Pernah memperbaiki mug dengan epoksi, tetapi pegangannya patah lagi di tempat yang sama sehingga akhirnya membeli mug baru.
Mempelajari kintsugi tradisional: Istri sedang belajar kintsugi tradisional, dan di AS metode "gold relief" yang menggunakan perekat dicampur pigmen emas adalah yang paling sering diajarkan. Sedang mencari tempat untuk mendapatkan bahan tradisional.
Memperbaiki produk kaca: Ingin memperbaiki barang kaca lama dan sedang mencari cara menerapkan teknik kintsugi dengan menggunakan perekat berwarna emas.
Metode lain untuk memperbaiki keramik: Ada juga metode lain untuk memperbaiki keramik.
Refleks mencoba menangkap benda dengan kaki: Refleks mencoba menangkap benda dengan kaki tidak selalu buruk. Justru bisa menyelamatkan banyak benda.
Hasil sukses dari pemula kintsugi: Sebagai seseorang yang telah menekuni kintsugi selama 12 tahun, ia memuji hasil sukses dari seorang pemula. Kintsugi adalah keterampilan yang sangat sulit dan membutuhkan banyak kreativitas serta pengalaman.