Dugaan upaya bunuh diri Microsoft
(antipope.org)Fitur baru Microsoft, CoPilot+ dan Recall
Ringkasan poin utama
-
Penyebaran AI:
- Berita teknologi belakangan ini berfokus pada penyebaran AI (kecerdasan buatan).
- Banyak perusahaan menunjukkan upaya untuk menambahkan AI ke dalam produk mereka.
-
Pengenalan CoPilot+:
- CoPilot+ adalah add-on Windows berbasis LLM (large language model) dari Microsoft.
- Mirip dengan Clippy di masa lalu, tetapi memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan pengguna.
- Namun, karena keterbatasan LLM, ada kemungkinan fitur ini tidak dapat memberikan jawaban yang akurat.
-
Prosesor Windows ARM:
- Microsoft sedang mendorong Windows berbasis ARM agar tidak bergantung pada Intel.
- PC CoPilot+ baru dibekali prosesor ARM yang kuat dan dirancang agar cocok untuk pekerjaan AI.
-
Fitur Recall:
- Recall adalah fitur yang merekam semua aktivitas yang dilakukan pengguna di komputer.
- Fitur ini mengambil tangkapan layar, mengekstrak teks melalui OCR (optical character recognition) dan pengenalan suara, lalu menyimpannya ke basis data.
- Data yang disimpan tidak dienkripsi, sehingga dapat menimbulkan masalah keamanan.
-
Masalah privasi:
- Fitur Recall dapat secara serius melanggar privasi pengguna.
- Data yang disimpan dapat mencakup kredensial pengguna, kata sandi, dan sebagainya.
- Basis data tersebut bisa dipanggil dalam proses hukum, sehingga menjadi risiko besar bagi perusahaan maupun individu.
-
Masalah lainnya:
- Fitur Recall berpotensi melanggar regulasi privasi seperti GDPR dan HIPAA.
- Microsoft berencana memasukkan fitur ini secara paksa dalam pembaruan Windows 11.
Opini GN⁺
-
Pelanggaran privasi:
- Fitur Recall dapat secara serius melanggar privasi pengguna. Ini menjadi risiko besar terutama bagi perusahaan atau individu yang menangani data sensitif.
-
Kerentanan keamanan:
- Basis data yang tidak dienkripsi dapat dengan mudah terekspos kepada peretas atau pengguna berniat jahat. Ini sangat berpotensi memicu insiden keamanan.
-
Masalah hukum:
- Fitur Recall sangat mungkin melanggar regulasi privasi seperti GDPR dan HIPAA. Hal ini dapat memicu sengketa hukum.
-
Kepercayaan pengguna:
- Penerapan fitur semacam ini oleh Microsoft dapat merusak kepercayaan pengguna secara signifikan. Dalam jangka panjang, ini dapat berdampak negatif pada citra perusahaan.
-
Teknologi alternatif:
- Perusahaan yang memprioritaskan privasi pengguna perlu mempertimbangkan alternatif lain selain fitur Recall. Misalnya, mengadopsi solusi keamanan berbasis open source.
1 komentar
Opini Hacker News
Kekhawatiran keamanan dan privasi: Recall tampaknya lebih merupakan fitur OCR di perangkat dan pencarian basis data SQLite daripada fitur AI. OCR kemungkinan berbasis machine learning.
Masalah hukum di UE: Jika Recall tidak ilegal di UE, Microsoft kemungkinan akan segera menghadapi rancangan undang-undang pelarangan produk di seluruh UE. Ini isu yang sensitif secara politik, terutama karena masalah kekerasan dalam rumah tangga.
Masa depan Microsoft: Masa depan Microsoft tidak hanya bergantung pada Windows. Sejak era Satya Nadella, arah perusahaan telah berubah dan masa depannya terlihat cerah.
Masalah kebocoran data: Microsoft atau perusahaan TI besar lain kemungkinan tidak akan menerima hukuman besar meskipun terjadi kebocoran data. Contoh kebocoran data terbaru mencakup Snowflake dan AWS/Capital One.
Masalah server web: Ada kemungkinan server web Microsoft yang lebih dulu menimbulkan masalah.
Peningkatan pendapatan Microsoft: Dalam laporan kinerja kuartalan terbaru, perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 17%, dan harga sahamnya naik hampir 25% selama setahun terakhir.
Windows kembali mendapat perhatian: Berkat fitur ini, Windows kembali menjadi sorotan. Pengguna perlu memahami risikonya dan mempelajari cara menonaktifkannya.
Alat open source serupa: Pernah ada alat tangkapan layar open source mirip Recall di GitHub. Meski masih memikirkan masalah privasi, membawa ARM kembali ke Windows dipandang positif.
Keterbatasan teknologi model bahasa: Ada pendapat bahwa teknologi model bahasa akan mendominasi masa depan, tetapi ada keterbatasan untuk pemecahan masalah umum.
Risiko privasi dari basis data SQLite: Perangkat lunak Microsoft dapat mengkueri basis data SQLite untuk melacak aktivitas pengguna. Ini seperti mimpi bagi internet marketer, tetapi menjadi risiko besar bagi privasi pengguna.