2 poin oleh GN⁺ 2024-06-06 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Fitur baru Microsoft, CoPilot+ dan Recall

Ringkasan poin utama

  • Penyebaran AI:

    • Berita teknologi belakangan ini berfokus pada penyebaran AI (kecerdasan buatan).
    • Banyak perusahaan menunjukkan upaya untuk menambahkan AI ke dalam produk mereka.
  • Pengenalan CoPilot+:

    • CoPilot+ adalah add-on Windows berbasis LLM (large language model) dari Microsoft.
    • Mirip dengan Clippy di masa lalu, tetapi memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan pengguna.
    • Namun, karena keterbatasan LLM, ada kemungkinan fitur ini tidak dapat memberikan jawaban yang akurat.
  • Prosesor Windows ARM:

    • Microsoft sedang mendorong Windows berbasis ARM agar tidak bergantung pada Intel.
    • PC CoPilot+ baru dibekali prosesor ARM yang kuat dan dirancang agar cocok untuk pekerjaan AI.
  • Fitur Recall:

    • Recall adalah fitur yang merekam semua aktivitas yang dilakukan pengguna di komputer.
    • Fitur ini mengambil tangkapan layar, mengekstrak teks melalui OCR (optical character recognition) dan pengenalan suara, lalu menyimpannya ke basis data.
    • Data yang disimpan tidak dienkripsi, sehingga dapat menimbulkan masalah keamanan.
  • Masalah privasi:

    • Fitur Recall dapat secara serius melanggar privasi pengguna.
    • Data yang disimpan dapat mencakup kredensial pengguna, kata sandi, dan sebagainya.
    • Basis data tersebut bisa dipanggil dalam proses hukum, sehingga menjadi risiko besar bagi perusahaan maupun individu.
  • Masalah lainnya:

    • Fitur Recall berpotensi melanggar regulasi privasi seperti GDPR dan HIPAA.
    • Microsoft berencana memasukkan fitur ini secara paksa dalam pembaruan Windows 11.

Opini GN⁺

  • Pelanggaran privasi:

    • Fitur Recall dapat secara serius melanggar privasi pengguna. Ini menjadi risiko besar terutama bagi perusahaan atau individu yang menangani data sensitif.
  • Kerentanan keamanan:

    • Basis data yang tidak dienkripsi dapat dengan mudah terekspos kepada peretas atau pengguna berniat jahat. Ini sangat berpotensi memicu insiden keamanan.
  • Masalah hukum:

    • Fitur Recall sangat mungkin melanggar regulasi privasi seperti GDPR dan HIPAA. Hal ini dapat memicu sengketa hukum.
  • Kepercayaan pengguna:

    • Penerapan fitur semacam ini oleh Microsoft dapat merusak kepercayaan pengguna secara signifikan. Dalam jangka panjang, ini dapat berdampak negatif pada citra perusahaan.
  • Teknologi alternatif:

    • Perusahaan yang memprioritaskan privasi pengguna perlu mempertimbangkan alternatif lain selain fitur Recall. Misalnya, mengadopsi solusi keamanan berbasis open source.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-06-06
Opini Hacker News
  • Kekhawatiran keamanan dan privasi: Recall tampaknya lebih merupakan fitur OCR di perangkat dan pencarian basis data SQLite daripada fitur AI. OCR kemungkinan berbasis machine learning.

  • Masalah hukum di UE: Jika Recall tidak ilegal di UE, Microsoft kemungkinan akan segera menghadapi rancangan undang-undang pelarangan produk di seluruh UE. Ini isu yang sensitif secara politik, terutama karena masalah kekerasan dalam rumah tangga.

  • Masa depan Microsoft: Masa depan Microsoft tidak hanya bergantung pada Windows. Sejak era Satya Nadella, arah perusahaan telah berubah dan masa depannya terlihat cerah.

  • Masalah kebocoran data: Microsoft atau perusahaan TI besar lain kemungkinan tidak akan menerima hukuman besar meskipun terjadi kebocoran data. Contoh kebocoran data terbaru mencakup Snowflake dan AWS/Capital One.

  • Masalah server web: Ada kemungkinan server web Microsoft yang lebih dulu menimbulkan masalah.

  • Peningkatan pendapatan Microsoft: Dalam laporan kinerja kuartalan terbaru, perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 17%, dan harga sahamnya naik hampir 25% selama setahun terakhir.

  • Windows kembali mendapat perhatian: Berkat fitur ini, Windows kembali menjadi sorotan. Pengguna perlu memahami risikonya dan mempelajari cara menonaktifkannya.

  • Alat open source serupa: Pernah ada alat tangkapan layar open source mirip Recall di GitHub. Meski masih memikirkan masalah privasi, membawa ARM kembali ke Windows dipandang positif.

  • Keterbatasan teknologi model bahasa: Ada pendapat bahwa teknologi model bahasa akan mendominasi masa depan, tetapi ada keterbatasan untuk pemecahan masalah umum.

  • Risiko privasi dari basis data SQLite: Perangkat lunak Microsoft dapat mengkueri basis data SQLite untuk melacak aktivitas pengguna. Ini seperti mimpi bagi internet marketer, tetapi menjadi risiko besar bagi privasi pengguna.