- Pengesahan National Defense Authorization Act (NDAA)
- DPR meloloskan NDAA, rancangan undang-undang wajib untuk anggaran Departemen Pertahanan
- RUU ini mencakup ketentuan yang melarang DJI menggunakan frekuensi FCC
- RUU pelarangan drone DJI
- Dalam NDAA tahun 2025, DPR meloloskan RUU tersebut setelah dua hari perdebatan dan pemungutan suara atas amendemen
- RUU ini mencakup isi yang melarang penggunaan drone DJI di Amerika Serikat
- Rincian isi RUU
- NDAA adalah RUU yang mendukung seluruh operasi pertahanan Departemen Pertahanan dan Departemen Energi
- H.R. 2864 atau Countering CCP Drones Act ditambahkan ke Section 1722
- RUU ini dapat membuat DJI tidak bisa memperoleh persetujuan FCC, sehingga berpotensi melarang impor drone di masa depan dan menghentikan penggunaan drone yang ada saat ini
- RUU ini tidak mencakup kompensasi bagi pihak yang akan terdampak jika pelarangan ini diterapkan secara surut
- Latar belakang politik
- NDAA awalnya mendapat dukungan bipartisan, tetapi menjadi kontroversial setelah Partai Republik di DPR menambahkan amendemen yang memuat isu perang budaya
- Akibatnya, pemungutan suara pada hari Jumat menunjukkan hasil yang nyaris partisan
- Namun, ini tidak berarti Partai Demokrat menentang pelarangan tersebut, karena RUU anti-Tiongkok populer di kedua partai
- Proses di Senat dan presiden
- RUU ini sudah mulai diproses di Senat
- Jika lolos di Senat, RUU ini akan ditandatangani presiden untuk disahkan menjadi undang-undang
- Setelah itu, upaya gugatan hukum akan bergantung pada DJI dan publik
1 komentar
Komentar Hacker News
Ketidakpercayaan terhadap aplikasi DJI: Aplikasi DJI tidak ada di Play Store dan hanya bisa di-sideload di Android karena melanggar kebijakan privasi dan pengumpulan data. Situs yang mendekompilasi aplikasi tersebut menemukan hal-hal yang mengkhawatirkan.
Keunggulan DJI: DJI adalah merek terbaik untuk peralatan drone fotografi dan drone industri. Jika AS menerapkan proteksionisme, hal itu dapat menghambat daya saing startup teknologi.
Strategi bisnis baru AS: Mencari bidang yang didominasi perusahaan asing, lalu masuk dengan produk berkualitas rendah, kemudian pergi ke Kongres untuk melarang produk asing.
Kurangnya drone konsumen buatan AS: Sebagai pengguna DJI Mini, hampir tidak ada pilihan drone konsumen buatan perusahaan AS, dan yang ada sering kali sangat mahal atau tidak bisa dibeli warga sipil.
Respons DJI: DJI membantah bahwa klaim drone mereka mengumpulkan data sensitif bersifat subjektif. Mereka juga berpendapat bahwa penggunaan drone untuk mengukur suhu tubuh tidak realistis.
Pemahaman dasar masalah DJI: Kurang ada penjelasan dasar tentang mengapa DJI dilarang dan mengapa masyarakat umum perlu peduli pada isu ini.
Latar belakang pengajuan RUU: Masalah ini berasal dari RUU yang diajukan Rep. Elise Stefanik. RUU tersebut disahkan setelah dimasukkan ke dalam RUU anggaran pertahanan yang besar.
Kritik terhadap proteksionisme: Proteksionisme dianggap berlebihan. Tidak realistis mengirim pekerjaan manufaktur ke luar negeri sambil berharap Tiongkok tidak menjadi kompetitif.
Kekhawatiran tentang Hasselblad: Karena DJI memiliki Hasselblad, muncul pertanyaan apakah Hasselblad juga akan terdampak oleh pelarangan ini.
Apakah Anzu Robotics dikecualikan: Ada pertanyaan apakah Anzu Robotics akan termasuk dalam larangan. Perusahaan ini menggunakan hardware DJI Mavic 3 yang diproduksi di Malaysia dan software yang ditulis di AS.