- Sejak kecil aku berpikir bahwa aku "terlalu bodoh" untuk memahami matematika
- Bagi beberapa anak, matematika itu mudah, tetapi bagiku terasa sangat sulit sampai menyakitkan
- Aku percaya bahwa aku cerdas... tetapi terus-menerus diingatkan pada kenyataan bahwa ternyata aku tidak secerdas itu
- Baru-baru ini, setelah belajar matematika selama 150 hari, aku menyadari sesuatu: masalahnya bukan kurangnya kemampuan, melainkan kurangnya pengetahuan prasyarat
- Ini seperti menantang bos Elden Ring di level 1
- Sama seperti masuk ke tengah-tengah film lalu tidak bisa memahami alurnya karena melewatkan bagian awal
- Hal yang sama berlaku saat mempelajari mata pelajaran kompleks seperti matematika, CS, dan lainnya
- Kesenjangan dalam pemahaman bukan berasal dari kurangnya kemampuan, melainkan dari perbedaan pengetahuan prasyarat (prerequisite knowledge)
- Mari ingat sekali lagi: "Anda tidak bodoh, Anda hanya kekurangan pengetahuan prasyarat"
Memulai lagi dari dasar
- Berdasarkan kesadaran ini, aku memutuskan untuk membangun ulang kemampuan matematikaku dari fondasi
- Aku meninjau kembali konsep-konsep dasar yang dulu kuabaikan atau kupahami dengan keliru
- Aku memilih cara belajar yang lebih baik dan berlatih dengan tekun
- Proses ini lambat dan kadang membuat rendah hati, tetapi memang diperlukan
- Setiap kali menguasai satu konsep dasar, tercipta landasan untuk teori dan soal yang lebih kompleks
Apakah sekarang aku sudah menjadi pintar?
- Aku masih belum menjadi pintar "seperti itu"
- Aku masih merasa "bodoh", tetapi perlahan-lahan berkembang
Ringkasan GN⁺
- Tulisan ini dengan baik mewakili rasa frustrasi yang dialami banyak orang saat mempelajari matematika atau topik sulit lainnya
- Dengan menekankan pentingnya pengetahuan prasyarat, tulisan ini dapat memberi harapan dan motivasi kepada para pembelajar
- Perlu dipikirkan cara yang lebih baik dalam sistem pendidikan untuk memahami dan melengkapi tingkat pengetahuan dasar siswa
- Pendekatan seperti ini dapat diterapkan bukan hanya pada matematika, tetapi juga pada pembelajaran bidang kompleks lain seperti pemrograman dan sains
- Ini mengingatkan kita bahwa yang penting bukan meragukan kemampuan diri, melainkan menemukan bagian yang kurang lalu mengisinya
2 komentar
Yang saya rasakan saat masuk universitas
Bukan soal saya bodoh, melainkan saya menyadari bahwa ada orang-orang jenius di bidang tertentu, dan bahwa saya sama sekali tidak akan bisa mengungguli mereka.
Opini Hacker News
Memenuhi prasyarat membutuhkan banyak waktu dan usaha
Memahami matematika dengan baik sejak dasar merupakan keuntungan besar
Tidak ada yang benar-benar istimewa dalam matematika tingkat lanjut atau riset
Seorang tutor yang bekerja dengan orang dewasa yang ingin belajar matematika
Saat mengajarkan pemrograman, prasyarat yang dibutuhkan harus dijelaskan dengan jelas
Pengetahuan awal adalah ungkapan lain untuk latihan
Kebanyakan orang memiliki kecerdasan rata-rata
Belajar pemrograman itu seperti menaiki tangga
Lebih menyukai teknik komputer daripada ilmu komputer
Penting untuk memecah masalah kompleks secara analitis