DPA Belanda menjatuhkan denda 290 juta euro kepada Uber
- Otoritas perlindungan data Belanda (DPA) menjatuhkan denda sebesar 290 juta euro terkait Uber yang mentransfer data pribadi pengemudi taksi Eropa ke Amerika Serikat
- DPA Belanda menilai Uber melanggar GDPR (Peraturan Perlindungan Data Umum)
- Uber saat ini telah menghentikan pelanggaran tersebut
Data sensitif
- Uber menyimpan informasi akun pengemudi Eropa, lisensi taksi, data lokasi, foto, informasi pembayaran, dokumen identitas, serta data kriminal dan medis di server AS
- Selama lebih dari dua tahun, data tersebut ditransfer tanpa menggunakan alat transfer yang sesuai
- Setelah EU-US Privacy Shield dibatalkan pada 2020, perlindungan data dinilai tidak memadai karena tidak menggunakan klausul kontrak standar
- Sejak Agustus 2021, Uber tidak menggunakan klausul kontrak standar, dan DPA Belanda menilai perlindungan datanya tidak memadai
- Saat ini Uber menggunakan mekanisme lanjutan dari Privacy Shield
Keluhan para pengemudi
- DPA Belanda memulai penyelidikan setelah lebih dari 170 pengemudi Prancis mengajukan keluhan melalui organisasi hak asasi manusia Prancis, LDH
- Menurut GDPR, perusahaan yang memproses data di beberapa negara anggota Uni Eropa harus bekerja sama dengan DPA di negara tempat kantor pusatnya berada
- Kantor pusat Uber di Eropa berada di Belanda
- Selama penyelidikan, DPA Belanda bekerja sama erat dengan DPA Prancis dan mengoordinasikan keputusan dengan DPA Eropa lainnya
Denda terhadap Uber
- Semua DPA di Eropa menghitung denda terhadap perusahaan dengan cara yang sama
- Denda dapat mencapai hingga 4% dari pendapatan tahunan global perusahaan
- Uber mencatat pendapatan global sekitar 34,5 miliar euro pada 2023
- Uber menyatakan akan mengajukan keberatan atas denda tersebut
- DPA Belanda sebelumnya pernah menjatuhkan denda 600 ribu euro pada 2018 dan 10 juta euro pada 2023 kepada Uber
Ringkasan GN⁺
- Artikel ini membahas kasus denda yang dijatuhkan kepada Uber karena melanggar GDPR
- Artikel ini menekankan perlunya langkah perlindungan tambahan saat mentransfer data ke luar Eropa
- Artikel ini membantu memahami pentingnya perlindungan data dan ketatnya regulasi GDPR
- Proyek lain dengan fungsi serupa antara lain layanan perlindungan data dari Google Cloud
1 komentar
Opini Hacker News
Data di AS sebagian besar dikelola oleh orang-orang yang berada di Eropa atau India
Uber telah berdiskusi dengan otoritas perlindungan data Belanda mengenai ketidakjelasan hukum
Uber sedang menggunakan tindak lanjut dari Privacy Shield
Ironis bahwa Uber didenda di Belanda
DPA Belanda menyelidiki keluhan dari lebih dari 170 pengemudi Prancis
Muncul pertanyaan apakah denda terhadap perusahaan AS telah menjadi industri utama di Eropa
Muncul pertanyaan tentang kaitannya dengan EU-US Data Privacy Framework
Proses banding diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4 tahun
Denda akan dianggap sebagai biaya berbisnis di Eropa dan tercermin dalam harga
Total denda yang dijatuhkan EU kepada perusahaan teknologi AS dalam beberapa tahun terakhir mencapai 14,8 miliar dolar