2 poin oleh GN⁺ 2024-10-27 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Logika

Apa itu logika

  • Logika adalah ilmu tentang hal-hal yang mungkin, dan merupakan dasar dari semua ilmu lainnya.
  • Jika sains menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, logika adalah bagian dari penjelasan yang dapat diterapkan pada alam semesta mana pun.
  • Logika mempelajari aturan untuk menyimpulkan bahwa fakta lain benar ketika satu fakta tertentu diketahui.

Logika dan matematika

  • Logika mirip dengan teori himpunan dan teori kategori, dan teori matematika merupakan hasil penambahan definisi ekstra ke dalam logika.
  • Teori himpunan dapat didefinisikan dengan menambahkan satu relasi primitif ke aksioma standar logika.

Proposisi dasar

  • Karena logika adalah ilmu tentang hal-hal yang mungkin, diperlukan himpunan proposisi awal yang diterima sebagai benar atau salah.
  • Proposisi ini disebut "premis", "proposisi dasar", atau "proposisi atomik".

Penyusunan proposisi

  • Inti logika adalah konsep konstruksi, dan beberapa proposisi dapat digabungkan menggunakan operator logika.
  • Operator logika mencakup "dan", "atau", "maka", dan sebagainya.

Kesetaraan proposisi dasar dan proposisi majemuk

  • Proposisi yang tersusun dari beberapa premis tidak berbeda dari proposisi dasar, dan dibangun dengan cara yang sama.

Pembuktian dengan kontradiksi

  • Pembuktian dengan kontradiksi adalah salah satu proposisi logis tertua, yang menunjukkan bahwa jika A benar dan A mengimplikasikan B, maka B juga benar.

Kebenaran yang jelas dengan sendirinya

  • Kebenaran yang jelas dengan sendirinya adalah proposisi yang selalu benar, dan kebalikannya adalah kontradiksi yang selalu salah.
  • Kebenaran yang jelas dengan sendirinya digunakan sebagai dasar bagi skema aksioma/aturan inferensi.

Sistem logika

  • Dengan menggunakan skema aksioma/aturan inferensi, kita dapat menghasilkan proposisi baru.
  • Sistem logika terdiri dari kumpulan kecil skema/aturan tersebut.

Kesimpulan

  • Untuk memahami komponen utama logika (aksioma, aturan inferensi), pembuktian harus dilakukan melalui interpretasi tertentu.

Logika klasik: interpretasi fungsional-kebenaran

  • Logika klasik didasarkan pada teori ide Plato, dan setiap proposisi bernilai benar atau salah.
  • Operator logika dinyatakan sebagai fungsi yang menerima nilai Boolean sebagai masukan dan mengembalikan nilai Boolean lain.

Logika intuisionistik: interpretasi BHK

  • Logika intuisionistik memandang logika sebagai penyusunan bukti, dan menolak dikotomi bahwa setiap proposisi pasti benar atau salah.
  • Dalam interpretasi BHK, mengatakan bahwa suatu proposisi benar berarti terdapat bukti untuk proposisi tersebut.

Menafsirkan logika sebagai kategori

  • Interpretasi BHK memberikan sudut pandang tingkat tinggi yang memungkinkan logika ditafsirkan berdasarkan teori kategori.
  • Isomorfisme Curry-Howard menjelaskan kemiripan antara logika dan bahasa pemrograman.

Teorema GN⁺

  • Logika adalah bagian mendasar dari matematika dan sains, serta memainkan peran penting di berbagai bidang.
  • Logika klasik dan logika intuisionistik memiliki latar belakang filosofis yang berbeda, dan dapat menghasilkan konsekuensi yang berbeda tergantung pada interpretasinya masing-masing.
  • Sistem logika adalah alat yang kuat untuk menghasilkan proposisi baru melalui aksioma dan aturan inferensi.
  • Interpretasi logika dapat dihubungkan dengan teori kategori, yang menjadi semakin menarik melalui kemiripannya dengan bahasa pemrograman.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.