-
Masalah dalam tes coding yang tidak realistis
- Ada kecenderungan yang semakin meningkat untuk meminta tugas coding yang tidak realistis dalam wawancara teknis.
- Tugas semacam ini tidak terkait dengan pekerjaan nyata dan tidak mencerminkan situasi di tempat kerja, di mana kolaborasi dan dukungan merupakan hal yang standar.
- Misalnya, situasi men-debug codebase lama tanpa dokumentasi hampir tidak pernah terjadi di tempat kerja.
-
Pemborosan waktu yang tersembunyi
- Perusahaan sering mengabaikan waktu tambahan yang diinvestasikan kandidat untuk tugas tersebut.
- Kandidat menghabiskan banyak waktu untuk meneliti perusahaan, mempelajari persyaratan peran, dan menyelesaikan proyek.
- Tugas yang disebut "4 jam" bisa meluas menjadi 8 jam, 10 jam, atau lebih, dan ini menjadi beban besar bagi developer yang harus menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan.
-
Mitos fleksibilitas
- Banyak perusahaan mengklaim tes semacam ini diperlukan untuk menilai "kemampuan beradaptasi".
- Namun, ini adalah tuntutan yang tidak realistis, seperti meminta developer Ruby untuk men-debug PHP.
- Kemampuan beradaptasi memang penting, tetapi nilai seorang kandidat tidak seharusnya dinilai dari kemampuannya menghadapi tantangan yang tidak relevan.
-
Pamer standar perusahaan, atau evaluasi?
- Beberapa perusahaan cenderung menggunakan tes semacam ini untuk memamerkan standar "elite" mereka.
- Ini adalah pola pikir berlebihan tentang "1% teratas", yang pada kenyataannya merupakan metode evaluasi yang tidak tepat.
- Pendekatan ini menyingkirkan kandidat yang kompeten tetapi tidak mampu beradaptasi dengan baik dalam situasi yang artifisial dan penuh tekanan.
-
Perlunya pemeriksaan realitas
- Perusahaan harus mengakui bahwa praktik wawancara semacam ini keliru.
- Yang perlu diuji adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, bukan menuntut bootcamp coding yang tidak realistis.
- Proses rekrutmen harus berfokus pada pemecahan masalah, kolaborasi, dan pertumbuhan di bidang yang relevan.
- Ekspektasi yang tidak realistis tidak akan menarik talenta terbaik, melainkan justru membuat mereka lelah dan putus asa.
- Jika perusahaan menginginkan developer yang adaptif, mereka harus berfokus pada kemampuan belajar jangka panjang.
- Menghapus tugas-tugas yang tidak realistis ini dan berfokus pada hal yang benar-benar penting dapat menciptakan budaya teknologi yang lebih baik dan lebih inklusif.
1 komentar
Komentar Hacker News
Seorang pengembang menyebut bahwa ia sering mengalami debugging dan pemeliharaan codebase C++ lama yang hampir tidak memiliki dokumentasi
Ia setuju dengan pendapat bahwa penting untuk menguji kemampuan pemecahan masalah dalam wawancara
Ia membagikan pengalaman pasangan seorang temannya yang berlatih soal LeetCode saat mempersiapkan wawancara di perusahaan teknologi besar
Ia membagikan pengalaman menjalani proses wawancara untuk peran engineer senior di startup kecil
Ia berbagi pendapat bahwa debugging codebase lama tanpa dokumentasi adalah hal yang umum
Ia berpendapat bahwa wawancara coding adalah cara terbaik untuk menyaring kandidat yang cocok untuk pekerjaan pengembangan perangkat lunak
Ia menyebut bahwa dirinya setiap hari menghadapi pengalaman debugging codebase dengan dokumentasi yang minim
Ia membagikan pengalaman buruk di perusahaan yang tidak mengadakan tes coding
Ia berpendapat bahwa untuk posisi yang membutuhkan teknologi tertentu, teknologi tersebut harus diuji
Ia menjelaskan bahwa tugas take-home bisa memakan lebih banyak waktu, dan ini dapat menimbulkan risiko moral