- Transisi dari individual contributor (IC) ke manajer adalah perubahan karier yang besar
- Terutama di industri teknologi yang berubah cepat, ini menawarkan tantangan baru dan peluang belajar
- Pelajaran dari beberapa tahun awal yang dialami penulis dapat diterapkan secara umum pada banyak manajer baru
🤝 Delegasi
- Saat beralih dari IC ke manajer, banyak orang tetap terpaku pada tanggung jawab sebelumnya dan kesulitan mempercayakan pekerjaan kepada anggota tim
- Anda juga bisa merasionalisasikannya dengan berpikir, "Mereka tidak akan bisa melakukannya seperti cara saya dulu"
- Delegasi bukan sekadar membagi pekerjaan, tetapi mempercayai tim dan membantu mereka berkembang
- Anda juga bisa berkembang hanya jika membantu pertumbuhan tim
🧠 Ke Mana Perginya Dopamin?
- Saat masih menjadi IC, Anda mendapatkan imbalan dopamin dari mengeksekusi proyek baru
- Setelah menjadi manajer, imbalan atas hasil langsung berkurang sehingga Anda bisa merasa hampa
- Penting untuk merancang sistem imbalan yang baru: beralih ke cara mendapatkan kepuasan dari memberi feedback, mengamati pertumbuhan anggota tim, menulis evaluasi kinerja, dan sebagainya
- Anda memang tidak lagi mengeksekusi proyek secara langsung, tetapi berperan membantu tim agar berhasil mengeksekusi semua proyek
🔍 Kualitas di Atas Kuantitas
- Manajer baru bisa keliru menganggap perluasan ukuran tim sebagai tolok ukur kesuksesan
- Penting untuk berfokus pada hasil kualitatif tim
- Anda perlu menciptakan lingkungan tempat tim dapat menghasilkan ide dan melakukan pekerjaan yang luar biasa
- Tim yang kecil tetapi bekerja sama dengan baik bisa menghasilkan hasil yang lebih unggul daripada tim yang lebih besar
⚖️ Tingkat Keterlibatan yang Tepat
- Jika terlalu banyak terlibat dalam proyek tim, Anda bisa menjadi micromanager; jika terlalu sedikit terlibat, Anda bisa terlihat tidak peduli
- Terapkan konsep "Guided Autonomy": tetapkan tujuan dan ekspektasi yang jelas, lalu serahkan kepada tim untuk mencapainya secara mandiri
- Anda perlu menciptakan lingkungan yang memberi dukungan dan arahan sekaligus menjamin kemandirian tim
- Anda harus mendorong anggota tim agar merasakan tanggung jawab dan peluang untuk berkembang
👁️ Mengelola Persepsi
- Saat masih menjadi IC, hasil kerja terlihat jelas, tetapi hasil kerja manajer sering kali tidak tampak
- Di dalam tim, Anda perlu memastikan anggota tim memahami peran Anda sebagai pihak yang memfasilitasi keberhasilan
- Di luar tim, Anda perlu menyampaikan dengan jelas hasil tim dan kontribusi kepemimpinan Anda
- Ini bukan soal mengklaim kredit untuk diri sendiri, melainkan menunjukkan kepemimpinan yang membantu pencapaian tim
- Ini bisa terlihat politis, tetapi sebenarnya merupakan proses menyampaikan nilai tim dan kepemimpinan secara tepat
🌟 Mendefinisikan Ulang Kesuksesan
- Setelah beralih menjadi manajer, Anda mungkin mulai mempertanyakan nilai dari pekerjaan yang Anda lakukan
- Kesuksesan dapat didefinisikan secara sederhana melalui dua pertanyaan berikut:
- Apakah tim menghasilkan output?
- Apakah tim merasa bahagia?
- Jika Anda bisa menjawab "ya" untuk kedua pertanyaan itu, berarti Anda sedang sukses 🎉
- Kesalahan adalah peluang untuk bertumbuh
- Menjadi manajer yang mahir memerlukan waktu dan pembelajaran berkelanjutan
- Anda perlu menerima tantangan ini dan menjadikan pelajaran dari kesalahan sebagai tonggak dalam karier Anda
2 komentar
Oh.. ini benar-benar tulisan yang sangat ngena. Catat, catat.
Komentar Hacker News
Kesalahan terbesar manajer baru adalah menghindari percakapan sulit. Ini особенно lebih sulit dalam hubungan dengan rekan yang sebelumnya bekerja bersama. Jika tidak memberikan umpan balik yang jujur dan langsung, kinerja tim menurun dan ketidakpuasan muncul. Penting untuk membicarakan perilaku dan hasil.
Setiap orang adalah kontributor individual. Bahkan saat mengelola proyek atau tim, mereka tetap berkontribusi dengan cara yang berbeda. Manajer mendelegasikan pekerjaan mental cepat kepada orang lain berdasarkan pengalaman, lalu menerapkan pelajaran yang telah dipetik.
Peran manajerial cenderung memperlambat kecepatan berpikir sehingga secara pribadi tidak disukai. Ada kecenderungan memikirkan masalah secara lambat dalam rapat.
Kepedulian terhadap karyawan adalah faktor penting untuk menjadi manajer yang baik. Membangun tim adalah pencapaian yang paling memuaskan. Ada juga kasus ketika seseorang menyadari bahwa dirinya tidak ingin menjadi manajer.
Sebagai manajer yang bergabung dengan tim baru, tidak cukup teknis bisa menjadi masalah. Harus memahami dengan baik pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang melapor kepadanya.
Delegasi adalah hal yang paling sulit. Keberhasilan tim adalah keberhasilannya sendiri. Peran manajer adalah menghilangkan hambatan bagi tim.
Peran manajer adalah melindungi tim tanpa terlalu menonjol. Mendefinisikan ulang kesuksesan adalah tugas manajer dan atasannya.
Manajer tetap harus terlibat aktif dalam kode tim. Mereka harus memahami kemampuan tim dan berupaya menutupi kekurangannya.
Lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas tidak baik untuk pertumbuhan karier sebagai manajer. Jika tidak proaktif dalam menambah orang, hal itu bisa merugikan promosi.
Pernah kesulitan dengan delegasi, tetapi kemudian memahami bahwa meskipun orang lain hanya menyelesaikannya 80-90% sebaik dirinya, itu tetap lebih baik bagi perusahaan.
Untuk mendapatkan dopamin, memanfaatkan PowerPoint dan Excel untuk membuat serta membagikan materi presentasi.
Menganggap mantan rekan kerja masih tetap teman adalah sebuah kesalahan.