1 poin oleh GN⁺ 2025-01-06 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Teknologi pemantauan glukosa darah tanpa jarum

    • Tim peneliti Universitas Waterloo mengembangkan teknologi wearable yang memungkinkan deteksi kadar gula darah pada pasien diabetes dengan lebih akurat.
    • Teknologi ini memungkinkan pemantauan glukosa darah yang non-invasif dan berkelanjutan sebagai alternatif metode invasif.
    • Saat ini, pasien diabetes biasanya harus menusuk jari atau memakai patch dengan jarum mikro, tetapi sistem ini menghilangkan kebutuhan itu, sehingga mengurangi nyeri dan risiko infeksi sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
  • Mekanisme kerja sistem baru

    • Sistem ini mengaplikasikan teknologi radar dari satelit yang diperkecil ke perangkat wearable.
    • Komponen utamanya adalah chip radar untuk mengirim dan menerima sinyal, 'metasurface' yang meningkatkan ketepatan sinyal, dan mikrokontroler yang menggunakan algoritme kecerdasan buatan.
    • Metasurface meningkatkan resolusi dan sensitivitas radar, sehingga pengukuran gula darah menjadi lebih akurat.
  • Rencana ke depan dan kolaborasi industri

    • Saat ini, daya diberikan melalui kabel USB, namun ditargetkan konsumsi baterai dioptimalkan untuk meningkatkan portabilitas.
    • Peneliti juga sedang menguji agar sistem dapat digunakan untuk mengumpulkan data terkait kesehatan lain seperti tekanan darah.
    • Tim berencana mengintegrasikan teknologi ini ke wearable generasi berikutnya melalui kerja sama dengan mitra industri.
    • Sudah ada produk minimum viable yang digunakan dalam uji klinis, dan pengembangan lanjutan sedang dilakukan untuk persiapan peluncuran pasar.
  • Publikasi penelitian dan berita terkait

    • Makalah penelitian berjudul "Radar near-field sensing using metasurface for biomedical applications" diterbitkan di Nature’s Communications Engineering.
    • Peneliti Universitas Waterloo menerima pendanaan lebih dari 10 juta dolar AS untuk beragam proyek, termasuk bahan cetak 3D berkelanjutan, inovasi jaringan 6G, dan perbaikan industri mobil listrik.
    • Dua belas peneliti dari Universitas Waterloo terpilih sebagai peneliti paling berpengaruh di dunia.

1 komentar

 
GN⁺ 2025-01-06
Komentar Hacker News
  • Saat ini pasien diabetes harus sering menusuk jari atau memakai patch wearable berjarum halus untuk melacak kadar gula darah. Seorang pengguna menyebut CGM (Continuous Glucose Monitoring/pemantauan glukosa kontinu) sebagai opsi yang lebih tidak invasif daripada menusuk jari, dan menyatakan praktis menerima data CGM di smart watch. Apple juga meneliti teknologi ini, tetapi akurasinya kurang baik. Tertarik untuk membandingkan akurasi dengan Dexcom dan Freestyle CGM.

  • DiaMonTech meneliti pemantauan glukosa non-invasif selama lebih dari 10 tahun, dan saya bersikap skeptis karena kurangnya data klinis. Dalam uji klinis mereka mencapai akurasi serupa dengan perangkat invasif awal, tetapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka menyertakan pra-cetak (preprint) penelitiannya.

  • Perkembangan baru ini menarik, tapi akan memerlukan waktu untuk benar-benar masuk ke pasar.

  • Prototipe berbentuk jam tangan ini mungkin hanyalah pameran media untuk menaikkan nilai investasi, bukan sesuatu yang siap dipakai. Menghilangkan kebutuhan jarum saja sudah akan sangat membantu pasien diabetes. Akan lebih baik jika konsepnya dibuktikan berfungsi dulu, menunjukkan data statistik, lalu menyusutkan ukurannya.

  • "Minimum Viable Product (MVP)" sedang dipakai dalam uji klinis, tetapi masih banyak pekerjaan sebelum bisa dirilis ke pasar. Dalam kondisi ini saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang "viable". Semoga berhasil.

  • Untuk yang tertarik pada deteksi glukosa non-invasif, ada materi yang direkomendasikan. Pendekatan berbasis RF tidak spesifik untuk glukosa. Peneliti mengukurnya dalam air murni, tetapi perlu pengukuran dalam darah atau model jaringan yang sebenarnya.

  • Seorang teman yang skeptis terhadap pengukuran glukosa non-invasif mengatakan bahwa "radar near-field sensing" bukanlah hal baru, dan bahwa "terobosan" di bidang ini sangat umum. Teknologi teman itu mungkin efektif, tetapi waktu akan membuktikannya.

  • Pengguna yang telah mengikuti sesi CGM Dexcom Stelo menyoroti selisih antara pemahaman teoretis dan pengalaman nyata terkait glukosa darah, dan merekomendasikan CGM.

  • Seorang pengguna merasa tertarik setelah membaca siaran pers bahwa mereka sedang menjalani uji klinis dan terus menyempurnakan sisi rekayasa. Pengguna ini adalah pasien diabetes tipe 1 yang menggunakan insulin berbasis RNA selama 42 tahun.

  • Perbandingan dengan satelit cuaca bisa menyesatkan. Radar cuaca mendeteksi tetesan air, sementara ini adalah masalah yang berbeda dari pengukuran kadar glukosa darah. Terobosan yang sesungguhnya datang dari pipeline machine learning, bukan dari teknologi radar itu sendiri.

  • Saya merasa bagian ini tidak memberikan cukup metrik akurasi untuk deteksi glukosa darah dan mempertanyakan apakah ini bisa menggantikan jarum. Pendekatannya mungkin baru, tetapi saya khawatir ia tidak akan mampu menggantikan jarum untuk pengukuran yang akurat.