4 poin oleh chanulee 2025-02-16 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Riset skenario masa depan yang menjawab pertanyaan, "Bagaimana jika Digital Double saya, yang menggabungkan Agentic AI dengan data pengguna, bertindak secara online mewakili saya?"

  • Studio MODEM, yang telah berkolaborasi dengan OpenAI, Google, Teenage Engineering, dan Snap, bekerja sama dengan peneliti dari Royal College of Art (RCA) dan Imperial College London

  • Perkembangan model AI: model AI generasi berikutnya akan sangat dipersonalisasi, yang menunjukkan bahwa teknologi ini dapat berkembang melampaui diri bayangan yang terfragmentasi menjadi "digital double" yang dapat berinteraksi dengan dunia atas nama kita

  • Persaingan perusahaan teknologi: perusahaan teknologi berlomba mengintegrasikan AI ke dalam produk pada level sistem agar dapat mempelajari data pribadi dan bertindak mewakili kita dalam kehidupan sehari-hari

  • Janji teknologi: teknologi digital double bertujuan meningkatkan produktivitas dengan mengotomatisasi tugas sehari-hari seperti membalas email, merespons pesan teks, mengatur foto, dan menjadwalkan rapat

  • Pertanyaan tentang masa depan: perkembangan teknologi ini memunculkan pertanyaan apakah di masa depan kita akan mengotomatisasi pekerjaan agar bisa fokus pada kehidupan pribadi, atau justru mengotomatisasi kehidupan pribadi agar bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk pekerjaan

1 komentar

 
xguru 2025-02-16

Menarik, jadi saya coba merangkumnya sedikit lebih panjang.

Manusia replika digital (Digital Doubles)

  • Model AI generasi berikutnya diperkirakan akan mempelajari data pribadi dan menjadi entitas yang semakin dipersonalisasi
  • Manusia replika digital (Digital Doubles) berpotensi melampaui sekadar avatar, dan menjadi agen independen yang berkomunikasi mewakili kita

Kembaran tak terlihat, diri digital

  • Tanpa kita sadari, data kita diprofilkan oleh platform media sosial dan algoritma periklanan
  • Seiring AI mempelajari perilaku dan preferensi kita, asisten pribadi berbasis AI (seperti Google Assistant) makin mampu melakukan percakapan yang realistis
  • Jika teknologi AI twin berkembang, "manusia replika digital" ini bisa maju hingga ke tingkat yang menggantikan identitas kita

Diri yang diperluas (The Augmented Self)

  • Pengganti rapat virtual: era ketika CEO memanfaatkan manusia replika digitalnya untuk menghadiri konferensi video di seluruh dunia
  • Citra digital yang dipersonalisasi: cara memilih diri digital yang dioptimalkan secara terpisah untuk profil SNS, rapat bisnis, dan aplikasi kencan
  • Peresapan AI ke kehidupan sehari-hari: hadirnya fitur Recall di Windows 11 (menyimpan snapshot desktop), serta Apple Intelligence dari Apple (AI yang dipersonalisasi)
  • Produktivitas dan otomatisasi: CEO Zoom memperkirakan masa depan di mana AI menghadiri rapat sebagai pengganti kita, sementara CEO Bumble mengusulkan concierge kencan berbasis AI

Apakah AI akan mengotomatiskan kehidupan pribadi sehingga memberi kita lebih banyak waktu, atau justru meruntuhkan keseimbangan antara kerja dan hidup?

Diri yang dipersepsikan (The Perceived Self)

  • Replika manusia berbasis AI makin mendekati tingkat yang sulit dibedakan dari kenyataan
  • Masalah deepfake dan chatbot AI:
    • berita palsu, penipuan, dan persoalan kepercayaan
    • masalah etis saat orang yang telah meninggal direkonstruksi dengan AI (misalnya Lou Reed yang "kembali" sebagai chatbot AI, atau kasus seorang ayah yang melihat kembali putrinya yang dibunuh)
  • AI bukan entitas yang memiliki kesadaran, tetapi jika orang memperlakukannya seolah nyata, batas antara realitas dan representasi bisa menjadi kabur

Diri yang diprediksi (The Predictive Self)

  • AI dapat berperan mempelajari data masa lalu pengguna untuk memprediksi pilihan di masa depan
  • Simulasi percakapan berbasis AI:
    • hubungan romantis, negosiasi bisnis, dan strategi persuasi dapat disimulasikan melalui AI
    • namun ada risiko hubungan antarmanusia direduksi menjadi sekadar "transaksi"
  • Perubahan media sosial:
    • munculnya platform tempat AI memberi komentar dan berinteraksi atas nama pengguna (misalnya Aspect)
    • ada kemungkinan terciptanya lingkungan jejaring sosial palsu dengan jumlah AI yang melampaui manusia
  • Keterbatasan AI:
    • karena AI membuat prediksi berdasarkan data masa lalu, sulit baginya mencerminkan perubahan manusia yang tak terduga (penemuan diri, pengalaman baru)

Kesimpulan: manusia replika AI dan masa depan kita

  • Manusia replika digital membawa produktivitas dan kemudahan, tetapi juga berpotensi mengotomatiskan hidup serta identitas kita, dan menimbulkan jarak dengan "diri" yang sesungguhnya
  • Ini adalah saat untuk memikirkan apakah kemajuan teknologi akan memperluas kebebasan individu, atau justru melahirkan bentuk kerja baru (mengelola diri digital)