1 poin oleh GN⁺ 2025-03-04 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Pengenalan

  • Proyek toaster flatpack yang dapat diperbaiki bertujuan merancang toaster yang bisa dirakit dan diperbaiki sendiri oleh pengguna.
  • Tujuan proyek ini adalah menunjukkan kemungkinan produk konsumen yang mendukung perakitan DIY dan perbaikan.
  • Toaster dikemas secara datar di dalam kotak dengan semua komponen disertakan, sehingga pengguna dapat merakitnya dari awal dan memperbaikinya saat rusak.
  • Tujuannya adalah memperpanjang usia pakai toaster melalui konsep perbaikan dan ekonomi sirkular.

Masalah

  • Proyek ini dimulai dengan meneliti masalah limbah elektronik (e-waste).
  • Pada 2014, sekitar 41,8 juta ton limbah elektronik dihasilkan, dan bahkan tidak sampai seperenamnya didaur ulang.
  • Tujuan proyek ini adalah menawarkan solusi untuk mengurangi limbah elektronik.

Solusi

  • Upaya untuk meningkatkan keterikatan pada produk melalui desain emosional dipertimbangkan, tetapi pada produk elektronik nilai fungsional lebih penting.
  • Karena itu, dipilih pendekatan memperpanjang usia pakai produk dan mempertahankan nilai fungsional melalui desain yang mendukung perbaikan.
  • Melalui desain flatpack yang dapat dirakit pengguna dari awal, proyek ini ingin meningkatkan pengalaman perbaikan.

Proses

  • Ide awalnya adalah membuat toaster yang dapat diperbaiki, dan dua toaster dibongkar untuk memahami strukturnya.
  • Toaster yang ada dirancang agar sulit dibongkar dan diperbaiki.
  • Dari gagasan bahwa jika pengguna bisa merakitnya dari awal maka mereka juga bisa memperbaikinya, diputuskan untuk merancang toaster flatpack.

Prototipe

  • Proses pengembangan sangat bergantung pada pembuatan prototipe dan pemodelan CAD 3D.
  • Pada awalnya, struktur sulit diekspresikan hanya dengan sketsa sehingga dibuat prototipe fisik.
  • Prototipe dibuat dari berbagai bahan seperti kertas, MDF, dan logam, dan prototipe logam kedua berhasil.
  • Setelah desain divalidasi dan direvisi melalui model CAD 3D, prototipe logam dibuat.

Prototipe akhir

  • Setelah prototipe logam kedua, pengerjaan dialihdayakan ke pabrik untuk membuat prototipe yang lebih matang.
  • Prototipe akhir hampir sama dengan prototipe sebelumnya, dengan tambahan potongan logam untuk insulasi panas.
  • Toaster ini lolos uji PAT dan benar-benar dapat memanggang roti.

Uji pengguna

  • Empat peserta merakit prototipe menggunakan petunjuk perakitan.
  • Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi dan mengamati efektivitas proses perakitan.
  • Para peserta menilai proses perakitan menyenangkan dan mudah, serta mengusulkan beberapa perbaikan.
  • Dua peserta merasa percaya diri untuk melakukan perbaikan setelah perakitan, dan dua lainnya ingin mengustomisasi toaster.

Refleksi

  • Melalui proyek ini, berbagai keterampilan dipelajari, seperti pemodelan CAD, pembuatan instruksi, dan pengerjaan logam.
  • Dalam proses desain, dipelajari cara meneliti dengan sudut pandang luas lalu mempersempit ke satu ide.
  • Dengan berulang kali menyempurnakan prototipe, kemampuan untuk menemukan dan menyelesaikan masalah pun berkembang.
  • Proses desain itu sendiri adalah bagian yang paling memuaskan, dan memberikan kepercayaan diri untuk menerapkannya pada proyek-proyek berikutnya.

1 komentar

 
GN⁺ 2025-03-04
Opini Hacker News
  • Inti proyek ini bukan perdebatan tentang kepraktisan atau keekonomisan toaster, melainkan proses yang mencakup rekayasa balik, perancangan, manufaktur, pengembangan dokumentasi untuk pemula, dan riset pengguna nyata
  • Banyak komentator menggunakan pronomina laki-laki untuk penulis. Artikel Dezeen menggunakan pronomina perempuan untuk Kasey
  • Membeli toaster Toastmaster atau Sunbeam lama lalu membersihkannya bisa membuatnya dipakai lama. Perangkat itu dipasang dengan sekrup sehingga mudah diperbaiki
    • Kekurangannya, slotnya sempit untuk memasukkan bagel
    • Toaster lama memang tidak tersedia tanpa batas, tetapi cukup bagi orang yang menginginkannya
  • Toaster murah sulit dibongkar dan diperbaiki. Toaster dalam proyek ini terlihat sangat bagus
    • Toaster murah rusak setelah beberapa tahun. Ada yang membeli toaster Dualit mahal dan masih memakainya setelah 25 tahun
    • Dualit 10 kali lebih mahal daripada toaster murah, tetapi dalam jangka panjang menghemat uang dan mengurangi sampah
    • Toaster yang muncul di artikel ini terlihat mirip dengan Dualit
  • Artikel ini mengingatkan pada The Toaster Project karya Thomas Thwaites. Ini merupakan refleksi tentang globalisme dan swasembada
  • Proyek ini membuat benda yang praktis dan sehari-hari menjadi lebih mudah diakses
    • Ini bukan open source, tetapi rasanya kita membutuhkan lebih banyak open source untuk barang-barang yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari
  • Ada rasa penasaran bagaimana mungkin menjual toaster yang harus disambungkan ke listrik bersama instruksi perakitan
    • Untuk produk elektronik DIY, orang biasanya sangat berhati-hati dalam memberikan petunjuk terkait listrik
  • Ada rasa penasaran apakah ada data tentang produk yang paling besar menyumbang limbah elektronik
    • Toaster adalah contoh yang bagus untuk mempelajari desain yang dapat diperbaiki
    • Framework sedang menangani masalah pada laptop
  • Ada ingatan tentang "toaster pintu samping" listrik yang dipakai saat liburan waktu kecil
    • Ada pintu lipat dengan pegas di kedua sisi untuk memasukkan roti, lalu saat sudah setengah matang pintunya diturunkan agar roti bisa dibalik dan dipanggang di sisi lainnya
  • Masih memakai toaster tanpa merek seharga $30 yang dibeli setelah menikah pada 2010. Dibersihkan tiap beberapa tahun dan kabelnya juga sudah dua kali diganti
    • Bersedia membayar untuk produk yang awet, tetapi toaster ini ternyata sangat tangguh di luar dugaan