1. Tetapkan ekspektasi yang masuk akal (Set reasonable expectations)
- Poin utama:
Perlu dipahami bahwa LLM pada dasarnya adalah alat autocomplete tingkat lanjut, dan jika sepenuhnya diandalkan dapat menghasilkan kesalahan atau hasil yang tidak akurat.
- Cara memanfaatkannya:
Gunakan sebagai alat bantu yang melengkapi kemampuan coding Anda, hindari ekspektasi berlebihan, dan biasakan untuk memverifikasi kesalahan.
2. Pertimbangkan batas waktu data pelatihan (Account for training cut-off dates)
- Poin utama:
Karena kebaruan data yang dipelajari model bisa terbatas, Anda perlu berhati-hati terhadap library terbaru atau perubahan teknologi terkini.
- Cara memanfaatkannya:
Utamakan penggunaan library yang stabil dan telah terbukti umum dipakai, dan jika membutuhkan teknologi terbaru, lengkapi dengan memberi contoh secara langsung.
3. Pentingnya konteks (Context is king)
- Poin utama:
Seluruh riwayat percakapan (prompt dan respons) memengaruhi hasil, sehingga pengelolaan konteks sangat penting.
- Cara memanfaatkannya:
Untuk tugas yang kompleks, sertakan kode yang sudah ada dalam percakapan agar model bisa merujuknya, dan bila perlu mulai ulang dengan percakapan baru.
4. Minta beberapa opsi (Ask them for options)
- Poin utama:
Pada tahap riset awal, mintalah LLM memberikan beberapa opsi implementasi dan contoh untuk menjelajahi pilihan yang mungkin.
- Cara memanfaatkannya:
Gunakan pertanyaan seperti “opsi apa saja yang tersedia?” untuk memeriksa kemungkinan teknis, lalu lanjutkan dengan memperjelas opsi yang dipilih.
5. Berikan instruksi yang spesifik (Tell them exactly what to do)
- Poin utama:
Saat menulis kode produksi, berikan instruksi yang rinci dan jelas agar fungsi yang diinginkan dapat diimplementasikan dengan tepat.
- Cara memanfaatkannya:
Tentukan hal-hal spesifik seperti function signature, library yang harus digunakan, dan penanganan exception agar LLM menulis kode sesuai kebutuhan tersebut.
6. Kode yang ditulis wajib diuji (You have to test what it writes!)
- Poin utama:
Meski kode ditulis oleh LLM, Anda tetap harus memastikan apakah benar-benar berjalan, sehingga pengujian otomatis dan verifikasi manual tetap diperlukan.
- Cara memanfaatkannya:
Gunakan framework pengujian seperti pytest untuk memverifikasi apakah kode yang dihasilkan berfungsi dengan semestinya.
7. Pertahankan interaksi percakapan (Remember it’s a conversation)
- Poin utama:
Interaksi dengan LLM bukan proses sekali jalan; hasil dapat ditingkatkan melalui percakapan yang berulang.
- Cara memanfaatkannya:
Jika hasil awal kurang memadai, lakukan refactor dan perbaikan kode melalui instruksi tambahan atau feedback.
8. Gunakan alat yang bisa menjalankan kode untuk Anda (Use tools that can run the code for you)
- Poin utama:
Dengan memanfaatkan sandbox yang dapat dieksekusi atau alat pengembangan terintegrasi, Anda bisa benar-benar menjalankan kode yang ditulis LLM.
- Cara memanfaatkannya:
Gunakan alat yang menyediakan lingkungan eksekusi aman seperti ChatGPT Code Interpreter dan Claude Artifacts untuk verifikasi secara real-time.
9. Belajar dengan ‘vibe-coding’ (Vibe-coding is a great way to learn)
- Poin utama:
Ini adalah cara untuk mempelajari pemanfaatan LLM melalui eksperimen yang berulang dan bebas, sambil mencoba mewujudkan berbagai ide dengan cepat.
- Cara memanfaatkannya:
Mulailah dari fungsi sederhana, lalu pahami batasan LLM dan tingkatkan intuisi coding Anda melalui percobaan dan perbaikan yang berulang.
10. Contoh rinci menggunakan Claude Code (A detailed example using Claude Code)
- Poin utama:
Melalui contoh proyek nyata, ditunjukkan bagaimana Claude Code menjalankan pekerjaan dengan mencerminkan kebutuhan yang spesifik.
- Cara memanfaatkannya:
Jadikan proses kerja bertahap melalui prompt dan feedback, seperti pembuatan skrip Python dan halaman HTML, sebagai referensi untuk tugas gabungan.
11. Pentingnya campur tangan manusia (Be ready for the human to take over)
- Poin utama:
Kode yang dihasilkan LLM pun bisa mengandung kesalahan atau bagian yang tidak sesuai, sehingga peninjauan dan perbaikan akhir tetap harus dilakukan manusia.
- Cara memanfaatkannya:
Periksa langsung detail yang terlewat atau kesalahan halus yang tidak ditangkap LLM, lalu lengkapi agar hasil akhirnya lebih matang.
12. Memaksimalkan kecepatan pengembangan (The biggest advantage is speed of development)
- Poin utama:
Dengan memanfaatkan LLM, kecepatan pembuatan prototipe dan pekerjaan berulang bisa meningkat secara drastis.
- Cara memanfaatkannya:
Gunakan LLM secara aktif untuk validasi ide awal atau penulisan kode sederhana guna mempersingkat waktu pengembangan.
13. Memperkuat keahlian yang sudah ada (LLMs amplify existing expertise)
- Poin utama:
Bagi developer yang უკვე berpengalaman, LLM dapat dimanfaatkan untuk semakin memperkuat keahlian dan meningkatkan produktivitas.
- Cara memanfaatkannya:
Dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan sendiri, berikan instruksi yang jelas kepada LLM untuk memperoleh hasil yang lebih presisi.
14. Fitur tambahan: menjawab pertanyaan tentang codebase (Bonus: answering questions about codebases)
- Poin utama:
LLM juga dapat dimanfaatkan secara berguna untuk menjawab pertanyaan tentang codebase atau menjelaskan bagian tertentu dari kode.
- Cara memanfaatkannya:
Anda dapat menanyakan struktur kode atau fungsi tertentu, lalu memanfaatkan bantuannya untuk menghasilkan penjelasan atau dokumentasi terkait.
1 komentar
Blog orang ini benar-benar luar biasa. Terima kasih.