19 poin oleh GN⁺ 2025-06-16 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Andrew Ng, dengan berfokus pada konsep agen AI dan sistem agentic, mengusulkan agar kita memusatkan perhatian pada spektrum otonomi alih-alih perdebatan definisi agen
  • Peluang bisnis nyata saat ini lebih banyak berada pada workflow yang sederhana, linear, atau hanya memiliki percabangan kecil, dibanding agen sepenuhnya otonom yang kompleks
  • Keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk merancang dan mengoperasikan sistem agentic (dekomposisi tugas, sistem evaluasi, koneksi data, dll.) masih langka, dan kemampuan memanfaatkan beragam alat sangat penting
  • Evaluasi (evals), voice stack, AI code assistant disebut sebagai alat inti yang belum cukup mendapat perhatian
  • Faktor kunci keberhasilan startup adalah kecepatan eksekusi dan pemahaman teknis yang mendalam, dan dengan berkembangnya alat AI, lebih banyak non-developer yang memiliki kemampuan coding dasar juga akan membantu meningkatkan produktivitas

Introduction

  • Diperkenalkan latar belakang kontribusi Andrew Ng pada berbagai proyek dan komunitas AI/agen seperti LangChain
  • Alih-alih terjebak dalam perdebatan definisi agen, ia menekankan bahwa sistem agentic dapat memiliki tingkat otonomi yang beragam
  • Daripada memperdebatkan apakah sesuatu adalah "agen sungguhan", ia menyarankan pendekatan praktis dengan melihat besar-kecilnya otonomi sebagai sebuah spektrum

Opportunities: Peluang bisnis nyata

  • Dalam praktiknya, banyak workflow bisnis terdiri dari alur linear atau hanya mencakup sedikit percabangan
    • Contoh: pengisian formulir web, pencarian database, pencarian sederhana, dan otomatisasi tugas berulang
  • Dekomposisi tugas dan fine-tuning (memecahnya menjadi micro-task), perancangan metrik evaluasi, dan perbaikan workflow adalah kemampuan praktis yang masih langka
  • Workflow agentic yang kompleks memang penting, tetapi sebagian besar penciptaan nilai terjadi pada struktur berulang yang sederhana

Skills: Kemampuan yang perlu dimiliki pembangun agen

  • Setelah memahami proses bisnis, dibutuhkan kemampuan perancangan sistematis seperti pengumpulan/integrasi data, prompt, dan pembagian proses
  • Sistem evaluasi otomatis (pelacakan performa per sistem/komponen, pembangunan framework evaluasi, dll.) sangat penting
  • Tim yang berpengalaman tidak terobsesi pada "perbaikan yang tidak perlu", dan lebih efisien dalam mengakali atau mengganti masalah
  • Dengan benar-benar mencoba berbagai alat dan framework AI, mereka bergerak cepat dalam pengambilan keputusan, eksperimen, dan penggabungan alat (gaya balok Lego)

AI Tools & perubahan

  • Dalam 2–3 tahun terakhir, ekosistem alat AI (misalnya Langgraph, RAG, chatbot, manajemen memori, evaluasi/guardrail, dll.) menjadi makin beragam
  • Alat dapat digabungkan secara beragam seperti balok Lego, sehingga makin banyak pengalaman penggunaan nyata, makin cepat pula pengambilan keputusan
  • Dengan bertambahnya context window pada LLM, peran praktis beberapa teknik seperti RAG ikut berubah—pentingnya hyperparameter tuning pun menurun

Underrated Tools: Alat inti yang diremehkan

  • Evals (evaluasi otomatis): banyak tim menganggapnya terlalu sulit, tetapi yang penting adalah kebiasaan untuk mulai cepat dari contoh kecil lalu mengimplementasikan dan memperbaikinya
  • Voice stack (workflow berbasis suara): kebutuhan dan pemanfaatannya meningkat cepat di perusahaan besar, tetapi perhatian dari komunitas developer masih kurang
  • AI code assistant: coding dengan bantuan AI meningkatkan produktivitas, dan jika semua anggota tim mempelajari kemampuan coding dasar, produktivitas tiap peran kerja juga ikut meningkat
    • Contoh AI Fund: dari resepsionis, CFO, hingga pengacara, semuanya belajar coding dan meningkatkan efisiensi kerja

Karakteristik aplikasi voice

  • Input suara mengurangi beban pengguna dibanding prompt teks, dan mendorong input informasi lebih cepat
  • Pada agen berbasis suara, waktu respons (latensi) sangat penting (idealnya di bawah 1 detik), dan digunakan berbagai trik UX untuk interaksi real-time (misalnya pre-response, background noise)
  • Antarmuka suara memiliki bidang penerapan dan potensi pemanfaatan yang sangat besar, tetapi masih membutuhkan lebih banyak alat developer dan infrastruktur pendukung

MCP: Standardisasi dan integrasi data

  • MCP (Mesh Capability Protocol): tren industri untuk menghubungkan berbagai sumber data, API, dan alat melalui antarmuka yang distandardisasi
  • Standar MCP masih berada pada tahap awal, tetapi diperkirakan akan berkembang menjadi poros utama yang menyederhanakan integrasi data dan alat yang kompleks
  • Visinya adalah memungkinkan integrasi saat menghubungkan n agen dan m sumber data dengan biaya n+m, bukan n*m

Sistem Agent-to-Agent

  • Multi-agent dan interaksi antaragen masih berada pada tahap sangat awal, dan saat ini contoh keberhasilan nyata kebanyakan masih terbatas pada tim yang sama
  • Interaksi agen antar tim/perusahaan adalah area pengembangan berikutnya

Vibe Coding dan AI coding

  • Fenomena 'Vibe Coding', yaitu coding bersama AI assistant, pada kenyataannya menuntut konsentrasi tinggi dan kerja intelektual; tidak berarti coding hanya berdasarkan "feeling"
  • Dengan berkembangnya AI code assistant, pentingnya kemampuan coding meningkat bagi lebih banyak non-developer dan berbagai jenis pekerjaan
  • Belajar coding adalah kunci produktivitas masa depan—disarankan untuk setidaknya menguasai satu bahasa pemrograman (terutama Python)

Advice for Startups: Saran untuk startup AI

  • Faktor nomor satu keberhasilan startup adalah kecepatan eksekusi, dan nomor dua adalah pemahaman mendalam terhadap teknologi
  • Pemasaran/penjualan/penetapan harga memang penting, tetapi pemahaman atas cara kerja nyata teknologi dan perubahan teknologi terbaru jauh lebih langka dan penting
  • Tim yang memiliki kepekaan terhadap esensi teknis yang mendalam dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan efisien

2 komentar

 
namojo 2025-06-16

Bagian MCP (Mesh Capability Protocol) itu mungkin salah ketik, ya?
Sepertinya kunci keberhasilan ada pada bagaimana fungsi dan izin dipecah dalam agent lalu workflow-nya disusun.

 
beoks 2025-06-16

Sepertinya karena MCP adalah istilah yang baru belakangan muncul, LLM belum mempelajarinya jadi memakai kata yang aneh wkwk