1 poin oleh GN⁺ 2025-08-07 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Melalui studi analisis yang luas, terungkap fenomena 'industrialisasi' penipuan ilmiah yang dilakukan secara terstruktur
  • Perusahaan penyusun makalah, penerbit, jurnal, dan broker membentuk jaringan penipuan yang saling terhubung secara kompleks
  • Ditemukan kasus di mana sejumlah editor dan penulis saling membantu mengurusi makalah masing-masing dan bersekongkol melakukan kecurangan
  • Makalah palsu dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren peningkatan yang eksplosif dan melampaui laju pengungkapan serta pencabutan makalah
  • Cacat sistem dan struktur insentif dalam sistem publikasi dan evaluasi rekrutmen dipandang sebagai pemicu pertumbuhan industri penipuan

Kondisi dan Analisis Industri Penipuan Ilmiah

Pengantar: Struktur Penipuan Ilmiah yang Meningkat

  • Hingga saat ini, para ahli yang meneliti penipuan ilmiah telah memperingatkan tentang skala industri dan tingkat kecanggihan dari produksi massal makalah palsu
  • Berbagai aktor seperti perusahaan pembuatan makalah, jurnal, broker, dan penerbit terlibat dalam penipuan demi tujuan ekonomi
  • Penelitian ini menganalisis mekanisme penipuan yang kompleks berdasarkan data ribuan makalah, penulis, dan editor

Gambaran Umum Hasil Riset

  • Artikel ini dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences, dan ditemukan bukti bahwa jaringan editor-penulis secara sistematis memuat makalah berkualitas rendah
  • Ditemukan praktik di mana sebuah organisasi besar mengirimkan sekaligus banyak makalah palsu lalu jurnal memuatnya, dan struktur di mana broker menghubungkan perusahaan pembuatan makalah dengan jurnal yang menerima makalah bermutu rendah
  • Jumlah makalah palsu memang minoritas dibanding total makalah, tetapi laju pertumbuhannya jauh lebih tinggi daripada laju pertumbuhan total makalah ilmiah

Analisis Editor Korup dan Makalah

  • Untuk menelusuri editor korup (editor curang), peneliti memilih PLOS ONE sebagai objek analisis karena metadata yang sangat banyak dan nama asli editor yang dipublikasikan, sehingga anomali mudah terdeteksi
  • Di PLOS ONE, diidentifikasi semua editor yang menangani makalah yang ditarik dan makalah yang dikritik di PubPeer
  • 33 editor secara mencolok berulang kali menangani makalah yang ditarik dan dipermasalahkan
    • Contoh: dari 79 makalah yang ditangani satu editor, 49 makalah ditarik
  • Pada 2024, para editor ini hanya menangani 1,3% total makalah, tetapi menyumbang hampir sepertiga dari total makalah yang ditarik

Jaringan Kolusi Antara Editor dan Penulis

  • Banyak kasus editor yang berulang kali mengelola makalah seorang penulis yang sama, dan banyak di antaranya juga merupakan penulis yang juga menjabat sebagai editor
  • Di antara mereka muncul kemungkinan kolusi beragam, termasuk suap atau bantuan tidak resmi antarrekan sejawat
  • Perilaku serupa juga direplikasi pada sekitar 10 jurnal penerbitan Open Access, termasuk yang diterbitkan oleh Hindawi
  • Walaupun fokus utama penelitian ini adalah akses terbuka PLOS, perwakilan penerbit menegaskan bahwa persoalan perusahaan penyusun makalah adalah masalah industri secara keseluruhan

Kasus Kolusi Baru dan Pembesaran Masalah

  • Baru-baru ini, penerbit Frontiers juga menemukan bahwa jaringan 35 editor-penulis menyembunyikan konflik kepentingan dan saling mereviu satu sama lain, lalu menarik 122 makalah
  • Jaringan ini mempublikasikan lebih dari 4.000 makalah di lebih dari 7 penerbit, sehingga kebutuhan investigasi lanjutan semakin kuat

Perantara dan Perusahaan Penyusun Makalah

  • Selain jaringan perusahaan penyusun makalah dan kolusi, terverifikasi praktik penyebaran terorganisir yang mengirimkan banyak makalah secara bersamaan ke beberapa jurnal
  • Berdasarkan lebih dari 2.000 makalah dengan dugaan duplikasi gambar, ditelusuri klaster di mana gambar yang sama ditemukan pada banyak makalah
  • Kelompok makalah tersebut menunjukkan pola yang jelas, yaitu publikasi yang terkonsentrasi pada periode tertentu dan beberapa jurnal terbatas
  • Dalam proses ini, tidak hanya perusahaan penyusun makalah, broker (perantara) pun turut terlibat dalam sistem kolusi

Kasus Organisasi Seperti ARDA

  • Kasus ARDA (Academic Research and Development Association), yang berbasis di Chennai, India, dianalisis
    • Menyediakan layanan untuk tugas makalah, tugas tesis, dan pencapaian hasil jurnal
    • Di situs web ARDA, mereka memfasilitasi publikasi atas nama peneliti dan meminta biaya US$250–500
  • ARDA merupakan broker dengan tampilan legal, bukan produsen makalah sendiri
  • Organisasi seperti ARDA menargetkan mahasiswa pascasarjana dan peneliti awal karier

Lonjakan dan Laju Makalah Palsu

  • Analisis dilakukan berdasarkan statistik tahunan produk makalah yang dicurigai dari 55 basis data
  • Pada periode 2016–2020, jumlah makalah yang mencurigakan melipatgandakan setiap 1,5 tahun (sepuluh kali laju pertumbuhan total makalah)
  • Jumlah makalah yang ditarik dan temuan masalah di PubPeer juga meningkat dua kali lipat masing-masing setiap 3,3 tahun dan 3,6 tahun
  • Namun karena laju pengungkapan tidak mampu mengejar laju kenaikan makalah palsu, proporsi penipuan di komunitas ilmiah meningkat

Penyebab dan Faktor Struktural

  • Pertumbuhan ilmu global, makin banyaknya jurnal berdampak rendah dan anonimitas, serta sistem evaluasi yang berfokus pada jumlah keluaran makalah saling memperkuat lingkaran setan ini
  • Peneliti muda makin banyak bergantung pada perusahaan penyusun makalah demi bertahan dalam kompetisi dengan rekan-rekan ilmiah
  • Di beberapa bidang medis, makalah palsu semacam itu masuk ke tinjauan sistematis dan meta-analisis, dengan risiko terdistorsinya persepsi terhadap efektivitas terapi dan obat baru

Kesimpulan: Skala Industri Penipuan dan Urgensi Penanggulangannya

  • Meskipun sudah lama diduga, penelitian ini signifikan karena membuktikan secara dramatis temuan tersebut
  • Peneliti dan para ahli menekankan bahwa komunitas akademik perlu menyadari kondisi ini dan menyusun respons yang tegas
  • Jika pemangku kepentingan di bidang perekrutan, evaluasi, dan publikasi tidak menerapkan sanksi jelas bagi pelaku dan mereformasi struktur insentif, masalah penipuan berbentuk 'industri' ini berisiko menyebar dengan cepat

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.