- Pengusaha yang menjalankan bisnis di Jerman secara praktis akan sulit untuk pergi saat usahanya melewati skala tertentu
- Exit Tax Jerman berlaku begitu kepemilikan perusahaan melebihi 1% dan dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan 3 tahun terakhir, sehingga dapat menghasilkan tagihan besar
- Berdasarkan skala dan keuntungan bisnis, beberapa kelompok bisa lebih mudah pindah, tetapi pemilik usaha kecil-menengah yang menguntungkan menghadapi hambatan yang signifikan
- Startup pun bisa dikenai pajak berdasarkan valuasi yang tinggi pada saat pendanaan
- Untuk perusahaan kecil yang berpotensi tumbuh, bisa lebih baik meninggalkan Jerman lebih awal
Apa itu Exit Tax (Pajak Keluar) di Jerman
- Di Jerman, Exit Tax muncul ketika seseorang pindah ke luar negeri dalam kondisi memiliki minimal 1% kepemilan perusahaan domestik/asing (contoh: GmbH)
- Metode perhitungannya adalah rata-rata pendapatan 3 tahun terakhir × 13.75 × 0.6 × 0.42, secara ringkas setara dengan sekitar 3,5 kali pendapatan yang dikenai tarif pajak penghasilan
- Sistem ini membuat pengusaha yang tumbuh hingga skala tertentu secara praktis sulit untuk meninggalkan negara
Empat Kelompok Hambatan Pindah
-
Karyawan
- Karyawan biasa tanpa kepemilikan saham perusahaan dapat keluar tanpa Exit Tax
-
Pemilik perusahaan yang tidak menghasilkan laba
- Pemilik perusahaan yang tidak punya profit, meski termasuk wajib pajak, nominal nyatanya cenderung mendekati nol
- Namun perlu diwaspadai karena pada startup, nilai penilaian bisa diterapkan berdasarkan valuasi saat pendanaan
-
Pemilik perusahaan yang menguntungkan
-
Pemilik perusahaan yang menguntungkan menghadapi beban keuangan yang besar dari Exit Tax
-
Jika menggunakan penilaian resmi otoritas pajak (faktor 13.75), ini bisa mencapai puluhan ribu hingga jutaan euro
-
Banyak orang tidak memiliki kapasitas untuk berkonsultasi penghematan pajak bernilai tinggi
-
Contoh:
- 3a) Pendapatan tahunan 50.000 euro (tanpa gaji CEO): nilai bisnis dinilai rendah, Exit Tax 0
- 3b) Pendapatan tahunan 200.000 euro (gaji CEO 120.000 euro): dengan penilaian resmi, Exit Tax sekitar 700.000 euro
- Pengusaha yang bertahun-tahun sebelumnya bekerja tanpa gaji tiba-tiba bisa kena Exit Tax besar saat pindah
-
-
Pemilik perusahaan besar
- Setelah total aset mulai melewati 2 juta euro, dapat memanfaatkan langkah perlindungan hukum seperti pendirian trust di Liechtenstein
- Dalam kasus ini, justru Exit Tax bisa tidak lagi membatasi
- Pengusaha startup bisa mengalami lonjakan beban Exit Tax saat evaluasi naik setelah pendanaan
- Exit Tax tidak hanya untuk mencegah penghindaran pajak, tetapi juga membatasi pengusaha yang ingin pindah ke luar negeri dengan alasan ekspansi bisnis yang sehat
Saran dan Pertimbangan Praktis
- Jika meminta penilaian nilai wajar daripada penilaian otoritas keuangan (faktor 13.75), mungkin bisa menghasilkan perhitungan Exit Tax yang lebih rendah
- Mirip dengan pemilik perusahaan besar yang setelah aset tumbuh memilih pendekatan ahli pajak, itu juga bisa jadi opsi, tetapi tetap harus menerima beban bahwa tetap "terikat" oleh negara
- Bagi pendiri startup, meninggalkan Jerman sebelum pendanaan dapat secara signifikan menurunkan potensi Exit Tax di masa depan
- Menjual atau melikuidasi perusahaan menghilangkan isu Exit Tax, tetapi bagi banyak pengusaha ini bukan pilihan yang realistis
- Jika kembali ke Jerman dalam 11 tahun setelah pindah, ada kemungkinan bebas Exit Tax, meski logika ini tidak menghilangkan beban yang sebenarnya harus ditanggung
Kesimpulan
- Jika menjalankan perusahaan kecil berpotensi bertumbuh dan ada peluang sedikit pun untuk pindah ke luar negeri, keluar dari Jerman secepat mungkin adalah cara mencegah kerugian finansial besar
- Pengusaha berskala menengah ke atas harus selalu menyadari bahwa mereka bisa tiba-tiba menghadapi kewajiban membayar Exit Tax yang besar
- Sistem Exit Tax Jerman berfungsi sebagai penghalang tak terlihat yang sebenarnya membatasi mobilitas internasional wirausahawan
Belum ada komentar.