Keyer - Panduan Membuat Keyboard Mini yang Pas di Genggaman
(github.com/mafik)- KEYER adalah keyboard chorded yang digunakan dengan satu tangan, memungkinkan gerakan jari seminimal mungkin dan penggunaan bebas tangan lainnya
- Hanya dengan 10 tombol, ia mendukung lebih dari 215 kombinasi chord serta berbagai input arpeggio, sehingga memiliki ekspansibilitas input yang tinggi
- Menyediakan layout yang dioptimalkan dan firmware berlatensi rendah, serta bisa dibuat sendiri sesuai bentuk tangan yang diinginkan sehingga memungkinkan desain ergonomis ekstrem
- Dibandingkan keyboard mekanis biasa, lebih murah dan tidak memerlukan komponen khusus, sehingga bisa dibuat dengan alat dan bahan sederhana
- Dilengkapi firmware open source, alat otomatisasi layout, dan beragam referensi, sehingga bermanfaat bagi developer yang tertarik pada keyboard kustom
Pengenalan proyek open source KEYER
KEYER adalah firmware dan kumpulan alat open source yang mendukung pembuatan keyboard chorded yang dioperasikan dengan satu tangan. Kelebihan terbesar proyek ini adalah siapa pun dapat membuat keyboard ergonomis sendiri menggunakan komponen yang mudah didapat dan alat sederhana, tanpa perlu produk komersial mahal, pencetakan 3D yang rumit, atau PCB kustom yang kompleks.
Fitur utama
- Gerakan jari seminimal mungkin: semua tombol berada dekat home position sehingga input cepat bisa dilakukan hampir tanpa menggerakkan jari
- Tangan lain tetap bebas digunakan: sambil mengetik dengan satu tangan, tangan lain bisa dipakai untuk menggunakan mouse atau memegang minuman
- Selalu dekat dengan tangan: jika Keyer dipasang pada sarung tangan, kedua tangan tetap bisa digunakan bebas meski tangan sempat dilepas dari perangkat
- Mendukung jumlah chord yang sangat besar: dengan kombinasi 10 tombol (3 ibu jari, 2 telunjuk, 2 jari tengah, 2 jari manis, 1 kelingking), dapat diwujudkan 215 chord, dan saat chord ditahan dapat diperluas dua kali lipat
- Memanfaatkan arpeggio (rolling motion): dapat menjalankan 2×78 arpeggio dua arah, dengan ekspansibilitas input yang sangat baik
- Multi-layer: pada base layer saja mendukung 586 shortcut, dan tiap layer dapat memiliki berbagai kombinasi berbeda
- Rolling chord: ketika dua chord memiliki posisi jari yang sama, cukup menggerakkan jari yang berubah saja, sehingga efisien
- Alat optimasi layout: optimizer bawaan mendukung pencarian otomatis layout berdasarkan teks input atau fungsi biaya gerakan tangan yang ditentukan pengguna
- Layout ergonomis: kombinasi yang sulit ditekan karena karakteristik jalur neuromotor jari dapat dihindari untuk memaksimalkan kegunaan
- Implementasi latensi rendah: firmware berbasis hardware interrupt dipadukan dengan software debouncing, menghasilkan respons dan akurasi yang sangat baik
- Baterai tahan lama: menggunakan baterai 18650 berkapasitas tinggi, CPU ber-clock rendah, mode hemat daya Bluetooth, dan sakelar daya hardware untuk penggunaan jangka panjang
Kemudahan pembuatan
Tidak memerlukan pencetakan 3D khusus atau PCB kustom. Cukup membeli komponen di Amazon + glue gun panas + solder untuk membuatnya.
- Bisa dicetak sesuai tangan secara langsung dengan molding dari tanah liat silikon untuk mewujudkan desain ergonomis ekstrem
- Biaya komponen sekitar $34, sangat murah, dan hanya memakai 10 switch mekanis
Beragam referensi dan tautan promosi
- Mencakup informasi tentang pendekatan software (Penti Chorded Keyboard), library BLE keyboard untuk ESP32, desain gratis untuk pencetakan 3D (misalnya Typeware), serta produk komersial yang sudah ada (Twiddler, Decatext, dll.)
- Menyediakan tautan blog dan video demonstrasi mengetik
Ringkasan panduan pembuatan
Daftar bahan
- Board pengembang LILYGO T-Energy S3 ($9.70)
- Baterai Samsung INR18650-35E 3500mAh (~$2.95)
- Tanah liat FIMO Professional atau Effect Clay ($2.75)
- 10 switch mekanis (disarankan Gateron G Pro 3.0, $10)
- Sedikit kabel tembaga berisolasi tebal, serta bahan habis pakai dan alat lain (penjepit, pisau, sarung tangan, glue gun panas, solder, dll.)
Pembuatan skeleton (rangka)
- Buat loop GND dari kabel tembaga, lalu solder ke port GND pada board
- Pasang tiap switch agar menyentuh loop GND (awalnya dengan lem panas, lalu disolder)
- Hubungkan masing-masing switch ke port IO board secara terpisah (mapping port/switch harus dicatat)
- Sesuaikan susunan switch dan posisi keycap → pastikan struktur sudah kokoh
Molding dengan tanah liat
- Tambahkan beberapa lapisan tanah liat sambil membungkus bagian bawah switch dan bagian lain
- Tanah liat harus diuleni dengan cukup agar tidak menggumpal, dan tiap potongan diratakan dengan digosok
- Setelah selesai, keraskan di oven pada 110°C selama minimal 30 menit untuk memastikan daya tahan
Upload firmware
- Instal PlatformIO Core, lalu hubungkan board T-Energy S3 melalui USB
- Clone repositori GitHub, build, lalu upload firmware
- Periksa nama perangkat Bluetooth (dapat diubah di proyek, misalnya menjadi nama sendiri)
- Mendukung debugging seperti output serial
Alat optimasi layout
- Tambahkan teks input ke
layout_generator/corpus, lalu gunakanplanner.pyuntuk membuat layout optimal secara otomatis - Di
keyer_simulator.cpp, biaya gerakan per jari dan parameter lain dapat disesuaikan
Ide lainnya
- Mendukung air mouse jika dipasangi sensor akselerometer 6-sumbu
- Mengusulkan kemungkinan variasi seperti pengurangan jumlah tombol
Struktur repositori
layout_generator/: skrip optimasi kode/layout berbasis Pythonsrc/: source firmware untuk ESP32- Lainnya: pengaturan SDK, file evaluasi teks, simulator, dll.
Kesimpulan dan kegunaan
KEYER adalah solusi berbiaya rendah, DIY, dan sangat mudah diperluas untuk developer, hacker, dan maker yang ingin membuat sendiri keyboard chorded ultra-ringkas yang pas dengan tangan. Perangkat keras dan perangkat lunaknya sama-sama tersedia sebagai open source, serta menawarkan keunggulan berbeda seperti layout kustom, desain ergonomis, dan firmware hemat daya/berlatensi rendah. Jika Anda tertarik pada hacking keyboard dan kustomisasi perangkat input, ini adalah referensi yang sangat berguna.
1 komentar
Opini Hacker News
Pernah memakai keyboard ergonomis dengan hanya tombol 3x10 (tepatnya model terpisah, jadi susunannya 2x3x5). Saya tidak ingin meluangkan waktu untuk mempelajari ulang cara mengetik, karakter khusus, dan cara memasukkan angka, terutama karena sebagian besar waktu latihannya akan memakan jam kerja, jadi saya tidak ingin menanggung penurunan produktivitas di awal. Akhirnya saya memilih ZSA Moonlander; bagi para penggemar yang merasa tombolnya terlalu banyak, ini mungkin terasa memberatkan, tetapi secara pribadi saya sangat puas. Keyboard hacker handheld seperti ini selalu membuat saya teringat pada masa depan siber keren yang saya impikan saat kecil, jadi saya selalu punya kedekatan emosional dengannya. Menurut saya ini proyek yang sangat keren.
Mengusulkan agar dibuat video pendek yang menampilkan tangan sedang mengetik di depan dan layar di latar belakang, supaya tingkat kesulitan dan kecepatan inputnya bisa terlihat.
Setelah menonton videonya, saya jadi makin penasaran dengan tujuan sebenarnya. Ini keyboard untuk memasukkan huruf dan angka, atau keyboard untuk membuat musik? Di tulisan utamanya ada pembahasan tentang kode dan arpeggio, jadi saya sempat mengira ini alat pemrograman musik. Tujuan utamanya jadi terasa membingungkan.
Tolong buatkan satu video.
Sambil mengagumi hasilnya, diperkenalkan juga bahwa produk seperti ini dikenal sebagai keyer. Tautan referensinya adalah Wikipedia Keyer: Computer interface keyers. Pada awal 1980-an, saat masih muda dan lugu, teman ayah saya punya WriteHander, dan sejak itu saya punya ketertarikan pada perangkat seperti ini. Informasi tentang WriteHander ditinggalkan di tautan referensi WriteHander.
Menurut saya ini perangkat paling hacker banget. Penggunaan komponen COTS dan bagian yang dibentuk pas dengan tangan memakai tanah liat sangat mengesankan. Cara pembuatannya efisien.
Menurut saya ini ide yang sangat keren, dan saya sering membayangkan ingin membuat perangkat seperti ini sendiri suatu hari nanti. Ini ide yang selalu terlintas setiap kali saya melakukan administrasi sistem sederhana di ponsel lewat Termux. Ini juga mengingatkan saya pada minichord, synthesizer/instrumen open-source. Di zaman ketika hardware dan alat penting melimpah seperti sekarang, saya rasa sangat keren bahwa perangkat-perangkat kreatif seperti ini bisa lahir. Proyek yang keren.
Saya tipe orang yang benci mengetuk-ngetuk kaca dan akhirnya sering salah tekan, jadi saya selalu memikirkan metode input alternatif. Menurut saya ini proyek dan tulisan rangkuman yang sangat keren. Tapi saya benar-benar ingin melihat video saat dipakai, dan kalau memungkinkan juga proses pembuatannya, jadi semoga videonya juga dibagikan.
Penilaiannya: ini benar-benar karya yang keren. Tinggal tambah Oculus, lalu rasanya bisa benar-benar seperti Johnny Mnemonic. Video referensinya adalah video YouTube Johnny Mnemonic.
Menurut saya ini sangat keren. Azeron punya produk yang mirip, tetapi tidak portabel (dan mungkin juga bisa jadi referensi untuk pihak Azeron). Jumlah tombolnya juga jauh lebih banyak. Karena tombolnya banyak, input chord lebih mudah dan perangkat itu bisa menggantikan keyboard penuh. Ini bisa sangat membantu orang yang hanya bisa memakai satu lengan/tangan, terutama veteran perang dan sebagainya. Kebijakan pengembalian 60 hari juga mengesankan. Kantor pusatnya ada di Latvia dan sebagian komponennya dibuat dengan printer 3D. Situs webnya adalah situs web Azeron. Saya sendiri juga membeli dan memakai Cyro, mouse vertikal beta. Ini mouse yang tidak biasa di lini produk mereka dan punya banyak tombol. Menurut saya ini mouse terbaik di bidang ini, hanya saja akan lebih baik kalau nirkabel. Saya sempat mencoba mod nirkabel dengan modul USB2BT, tetapi ada beberapa masalah. Hasil penggunaan bisa berbeda tergantung situasi.
Jika tertarik pada UX produk dengan metode input chord, Artsey dan Ardux(situs resmi Ardux) layak dijadikan referensi. Artsey adalah tata letak chord satu tangan 2x4, dan Ardux adalah versi perbaikan/perluasannya; banyak mengambil referensi dari layout Colemak. Secara pribadi saya suka kesederhanaan 2x4. Perangkat OP juga keren, tetapi desain ergonomi gerakan ibu jarinya terasa sedikit kurang.
Menurut saya ini lucu. Saya memakai Bluehand(pengalaman memakai Bluehand), dan saya selalu merasa akan lebih baik kalau bisa dipakai tanpa harus diletakkan.