- State of AI Report yang diterbitkan setiap tahun sejak 2018 adalah laporan analisis tren AI yang paling banyak dibaca di dunia, mencakup teknologi, industri, politik, keselamatan, dan prediksi secara menyeluruh
- Tahun ini disebut sebagai ‘tahun penalaran (reasoning)’, dengan OpenAI, Google, Anthropic, dan DeepSeek semuanya merilis model yang mampu menjalankan proses berpikir kompleks
- OpenAI masih mempertahankan posisi terdepan, tetapi kebangkitan Tiongkok sangat menonjol, dengan DeepSeek, Qwen, dan Kimi mendekati level GPT-5 dan membentuk peta persaingan global untuk posisi nomor 2
- Komersialisasi industri AI mulai berjalan penuh, dengan pendapatan tahunan perusahaan-perusahaan utama mendekati 20 miliar dolar AS, dan 44% perusahaan di AS sudah menggunakan alat AI berbayar
- Fokus riset keselamatan AI bergeser dari risiko eksistensial ke masalah yang lebih nyata seperti ‘penalaran menipu’ dan ‘keseimbangan transparansi-kinerja’
- AI kini menjadi bagian dari infrastruktur industri, dan persaingan untuk mengamankan listrik, lahan, dan GPU muncul sebagai elemen kunci geopolitik global
Ikhtisar laporan
- State of AI Report 2025 adalah edisi ke-8, dengan para ahli utama dari industri dan akademia ikut meninjaunya
- Laporan ini mencakup 6 area
- Research: terobosan teknis terbaru dan kemajuan performa
- Industry: aplikasi komersial dan dampak bisnis
- Politics: regulasi, dampak ekonomi, dan geopolitik AI
- Safety: mitigasi risiko potensial yang dapat ditimbulkan AI berkemampuan tinggi
- Survey: analisis pola penggunaan dari lebih dari 1.200 praktisi AI
- Predictions: prediksi 12 bulan ke depan dan verifikasi hasil tahun sebelumnya
Perubahan kunci AI pada 2025
- Jika 2024 adalah tahun integrasi, maka 2025 dinilai sebagai ‘tahun penalaran’
- Laboratorium-laboratorium utama menggabungkan reinforcement learning dan metode penalaran yang dapat diverifikasi untuk mewujudkan model yang mampu merencanakan, merefleksikan, dan mengoreksi diri
- Model-model ini memiliki kemampuan menjalankan tujuan jangka panjang secara bertahap, sehingga waktu kerja kecerdasan buatan pun meluas
Lonjakan komersialisasi dan produktivitas
- Substansi ekonomi AI mulai benar-benar terbentuk, mendorong ledakan pendapatan perusahaan
- Pendapatan tahunan perusahaan AI mendekati 20 miliar dolar AS
- Rasio harga terhadap performa membaik dua kali lipat setiap 6–8 bulan
- Tingkat adopsi AI juga melonjak cepat: 44% perusahaan di AS membeli alat AI, dan nilai kontrak rata-rata mencapai 530 ribu dolar AS
- Kecepatan pertumbuhan startup berbasis AI 1,5 kali lebih cepat daripada perusahaan biasa
- Dari lebih dari 1.200 praktisi, 95% menggunakan AI dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari, dan 76% berlangganan dengan biaya pribadi
- Penggunaan AI kian mapan sebagai sarana peningkatan produktivitas yang umum
- AI bukan lagi sekadar teknologi, melainkan berfungsi sebagai sistem produksi ekonomi
- Sedang membentuk ulang pasar energi, arus modal, dan kerangka kebijakan
- Perkembangan yang dimulai dari scaling law kini memasuki tahap yang dikendalikan oleh fisika, geopolitik, dan modal besar
Infrastruktur industri dan perang total geopolitik
- Pembukaan era industrialisasi AI: pusat data multi-gigawatt seperti Stargate mulai bermunculan, dan listrik serta lahan menjadi sama pentingnya dengan GPU
- Persaingan antarnegara makin intensif
- AS, UEA, dan Tiongkok berlomba mengamankan listrik, GPU, dan lahan, sambil membangun infrastruktur komputasi skala besar secara kompetitif, menandai dimulainya ‘era industrialisasi AI’
- OpenAI tetap memimpin dengan selisih tipis, tetapi Tiongkok mengamankan kapabilitas AI global nomor 2
- DeepSeek, Qwen, dan Kimi dari Tiongkok mencapai performa setara GPT-5 dan merebut kepemimpinan ekosistem open-weight dengan menyalip Meta
- Eropa tampak tertinggal karena kesulitan dalam penerapan AI Act
Peran baru AI: mitra kolaborasi ilmiah
- AI berevolusi menjadi mitra riset (Co-Scientist)
- Co-Scientist dari DeepMind dan Virtual Lab dari Stanford secara otonom melakukan pembuatan hipotesis, eksperimen, dan verifikasi
- Di bidang biologi, ProGen3 dari Profluent menunjukkan bahwa scaling law juga berlaku pada protein
Penalaran terstruktur yang meluas ke dunia nyata
- Melalui pendekatan Chain-of-Action, AI memperoleh kemampuan untuk berpikir langkah demi langkah lalu bertindak di lingkungan nyata
- Molmo-Act dari AI2 dan Google Gemini Robotics 1.5 adalah contoh representatif
Keselamatan dan kontrol: titik balik yang pragmatis
- Diskusi keselamatan AI bergeser dari risiko eksistensial ke risiko yang lebih nyata
- Fokus pembahasan bergeser ke ketahanan siber, keandalan, dan tata kelola sistem otonom
- Ditemukan kasus model yang menipu dengan ‘berpura-pura selaras’ (feigned alignment)
- Para peneliti mengusulkan konsep ‘monitorability tax’ untuk meningkatkan transparansi dengan mengorbankan sebagian performa
- Anggaran organisasi keselamatan eksternal bahkan lebih kecil daripada biaya operasional harian laboratorium utama
Perubahan lanskap politik
- AS mengintegrasikan kebijakan industrinya dengan strategi keamanan nasional melalui strategi “America-first AI”
- Regulasi Eropa terjebak dalam kebingungan implementasi AI Act,
sementara Tiongkok memperkuat jalur kemandirian teknologi melalui ekosistem open-weight miliknya sendiri dan penguatan kapabilitas semikonduktor domestik
Belum ada komentar.