3 poin oleh GN⁺ 2025-11-06 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengusulkan aturan perluasan pengumpulan data biometrik yang juga mencakup warga negara yang terkait dengan pemohon imigrasi
  • Aturan baru ini mencakup jenis biometrik baru seperti citra iris, data suara, dan sampel DNA, selain sidik jari dan foto yang sudah ada
  • DHS berencana menggunakan data ini untuk pendaftaran dan verifikasi identitas, pemeriksaan riwayat kriminal, pembuktian hubungan keluarga, serta penerbitan identitas aman
  • Proposal tersebut mencakup kewajiban bagi warga negara AS untuk menyerahkan data biometrik saat mengajukan visa berbasis keluarga, dan tidak ada batasan usia
  • Rancangan aturan ini dikritik karena kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan pemerintah dan pelanggaran hak konstitusional, sementara masukan publik dibuka hingga 2 Januari tahun depan

Proposal DHS untuk memperluas pengumpulan data biometrik

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengusulkan aturan perluasan cakupan pengumpulan data biometrik yang ditujukan kepada pemohon manfaat imigrasi dan pihak terkait
    • Saat ini penyerahan data biometrik hanya diwajibkan untuk sebagian formulir atau tindakan penegakan hukum, tetapi aturan baru akan berlaku untuk semua pihak terkait
    • Rancangan aturan menyebutkan bahwa “pemohon, pengaju petisi, sponsor, penerima manfaat, warga negara AS, penduduk tetap, dan semua pihak terkait” harus menyerahkan data biometrik tanpa pengecualian
  • DHS juga meminta kewenangan untuk mengumpulkan data biometrik dari semua alien (orang asing) yang ditangkap, ditahan, atau ditemui

Perluasan definisi data biometrik

  • DHS mendefinisikan ulang data biometrik sebagai “karakteristik biologis atau perilaku yang dapat diukur”
    • Selain sidik jari, foto, dan tanda tangan yang sudah ada, definisi ini juga mencakup bentuk baru seperti citra iris, pengenalan suara, dan DNA
  • Rancangan aturan memberi DHS keleluasaan yang luas untuk mengumpulkan biometrik tambahan seiring perkembangan teknologi baru
    • DHS secara eksplisit menyebut kewenangan untuk meminta DNA asli atau hasil pengujian, dan menyatakan bahwa data tersebut juga dapat digunakan untuk verifikasi jenis kelamin biologis

Tujuan penggunaan data

  • DHS berencana menggunakan data biometrik yang dikumpulkan untuk pendaftaran dan verifikasi identitas, pengelolaan proses imigrasi, keamanan nasional, serta pemeriksaan riwayat kriminal
    • Data itu juga dapat digunakan untuk penerbitan identitas aman, pembuktian hubungan keluarga, dan pelaksanaan prosedur administratif
  • Rancangan aturan menyatakan bahwa bukan hanya pemohon manfaat imigrasi, tetapi juga warga negara AS yang terkait harus menyerahkan data biometrik saat mengajukan visa berbasis keluarga

Kekhawatiran teknis dan etis

  • Proposal DHS kali ini melampaui masalah salah identifikasi pada teknologi berbasis algoritme seperti pengenalan wajah, dengan memperluas pengumpulan hingga data DNA dan suara
    • Artikel tersebut menyebutkan bahwa risiko pemalsuan suara (spoofing) berbasis AI sedang meningkat
  • Menanggapi pertanyaan terkait, DHS hanya mengirim ulang pernyataan resmi yang sama seperti pekan lalu, dan tidak memberikan jawaban terpisah mengenai rancangan aturan ini

Reaksi publik dan kritik

  • Rancangan aturan ini membuka masukan publik hingga 2 Januari 2026, dan komentar yang sudah diajukan sejauh ini sebagian besar bernada negatif
    • Banyak komentar mengkritiknya sebagai penyalahgunaan kewenangan pemerintah, dan menyebutnya mirip sistem pengawasan ala Tiongkok
    • Sebagian pihak juga berpendapat bahwa aturan ini melanggar larangan penggeledahan dan penyitaan yang tidak wajar dalam Konstitusi

Konteks terkait

  • DHS baru-baru ini juga mengumumkan aturan perluasan pengumpulan data biometrik saat keluar-masuk negara
  • Artikel tersebut menilai hal ini sebagai perluasan tingkat pengawasan yang kini mencakup bukan hanya non-imigran, tetapi juga sebagian warga negara AS
  • Artikel terkait yang turut disebutkan mencakup masalah pada sistem perbatasan biometrik UE, kebijakan kartu identitas Vietnam yang mencakup DNA, serta risiko kloning suara AI

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.