- Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengusulkan aturan perluasan pengumpulan data biometrik yang juga mencakup warga negara yang terkait dengan pemohon imigrasi
- Aturan baru ini mencakup jenis biometrik baru seperti citra iris, data suara, dan sampel DNA, selain sidik jari dan foto yang sudah ada
- DHS berencana menggunakan data ini untuk pendaftaran dan verifikasi identitas, pemeriksaan riwayat kriminal, pembuktian hubungan keluarga, serta penerbitan identitas aman
- Proposal tersebut mencakup kewajiban bagi warga negara AS untuk menyerahkan data biometrik saat mengajukan visa berbasis keluarga, dan tidak ada batasan usia
- Rancangan aturan ini dikritik karena kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan pemerintah dan pelanggaran hak konstitusional, sementara masukan publik dibuka hingga 2 Januari tahun depan
Proposal DHS untuk memperluas pengumpulan data biometrik
- Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengusulkan aturan perluasan cakupan pengumpulan data biometrik yang ditujukan kepada pemohon manfaat imigrasi dan pihak terkait
- Saat ini penyerahan data biometrik hanya diwajibkan untuk sebagian formulir atau tindakan penegakan hukum, tetapi aturan baru akan berlaku untuk semua pihak terkait
- Rancangan aturan menyebutkan bahwa “pemohon, pengaju petisi, sponsor, penerima manfaat, warga negara AS, penduduk tetap, dan semua pihak terkait” harus menyerahkan data biometrik tanpa pengecualian
- DHS juga meminta kewenangan untuk mengumpulkan data biometrik dari semua alien (orang asing) yang ditangkap, ditahan, atau ditemui
Perluasan definisi data biometrik
- DHS mendefinisikan ulang data biometrik sebagai “karakteristik biologis atau perilaku yang dapat diukur”
- Selain sidik jari, foto, dan tanda tangan yang sudah ada, definisi ini juga mencakup bentuk baru seperti citra iris, pengenalan suara, dan DNA
- Rancangan aturan memberi DHS keleluasaan yang luas untuk mengumpulkan biometrik tambahan seiring perkembangan teknologi baru
- DHS secara eksplisit menyebut kewenangan untuk meminta DNA asli atau hasil pengujian, dan menyatakan bahwa data tersebut juga dapat digunakan untuk verifikasi jenis kelamin biologis
Tujuan penggunaan data
- DHS berencana menggunakan data biometrik yang dikumpulkan untuk pendaftaran dan verifikasi identitas, pengelolaan proses imigrasi, keamanan nasional, serta pemeriksaan riwayat kriminal
- Data itu juga dapat digunakan untuk penerbitan identitas aman, pembuktian hubungan keluarga, dan pelaksanaan prosedur administratif
- Rancangan aturan menyatakan bahwa bukan hanya pemohon manfaat imigrasi, tetapi juga warga negara AS yang terkait harus menyerahkan data biometrik saat mengajukan visa berbasis keluarga
Kekhawatiran teknis dan etis
- Proposal DHS kali ini melampaui masalah salah identifikasi pada teknologi berbasis algoritme seperti pengenalan wajah, dengan memperluas pengumpulan hingga data DNA dan suara
- Artikel tersebut menyebutkan bahwa risiko pemalsuan suara (spoofing) berbasis AI sedang meningkat
- Menanggapi pertanyaan terkait, DHS hanya mengirim ulang pernyataan resmi yang sama seperti pekan lalu, dan tidak memberikan jawaban terpisah mengenai rancangan aturan ini
Reaksi publik dan kritik
- Rancangan aturan ini membuka masukan publik hingga 2 Januari 2026, dan komentar yang sudah diajukan sejauh ini sebagian besar bernada negatif
- Banyak komentar mengkritiknya sebagai penyalahgunaan kewenangan pemerintah, dan menyebutnya mirip sistem pengawasan ala Tiongkok
- Sebagian pihak juga berpendapat bahwa aturan ini melanggar larangan penggeledahan dan penyitaan yang tidak wajar dalam Konstitusi
Konteks terkait
- DHS baru-baru ini juga mengumumkan aturan perluasan pengumpulan data biometrik saat keluar-masuk negara
- Artikel tersebut menilai hal ini sebagai perluasan tingkat pengawasan yang kini mencakup bukan hanya non-imigran, tetapi juga sebagian warga negara AS
- Artikel terkait yang turut disebutkan mencakup masalah pada sistem perbatasan biometrik UE, kebijakan kartu identitas Vietnam yang mencakup DNA, serta risiko kloning suara AI
Belum ada komentar.