- Dari wilayah bintik matahari 4274, terjadi flare letusan berdurasi panjang kelas X5.1 yang merupakan yang keenam terkuat dalam siklus matahari kali ini
- Tepat setelah letusan, lontaran massa korona (CME) raksasa menyusul, dan gelombang korona serta peredupan korona turut teramati
- Dalam rekaman GOES-19 CCOR-1, terkonfirmasi adanya CME halo berkecepatan tinggi yang mengarah ke Bumi, sehingga NOAA SWPC mengeluarkan peringatan badai geomagnetik G4 atau lebih tinggi
- CME ini diperkirakan akan melintasi wilayah angin matahari berkecepatan tinggi dan berdensitas rendah yang terbentuk akibat dua awan plasma yang sebelumnya terlontar
- Jika badai geomagnetik terjadi dengan kuat, kemungkinan aurora dapat diamati bahkan dari Prancis utara, Jerman, Ukraina, Swiss, Austria, serta negara bagian Nevada dan Arkansas di AS
Suar surya kelas X5.1 terjadi
- Wilayah bintik matahari 4274 melepaskan flare terkuat sejak muncul di tepi timur
- Letusan ini tercatat sebagai flare terkuat keenam dalam siklus matahari saat ini
- Flare kelas X5.1(R3-strong) mencapai puncaknya pada 10:04 UTC
- Letusan ini bersifat berdurasi panjang (long duration) dan menunjukkan karakteristik sangat eruptif (eruptive)
Lontaran massa korona (CME) dan rekaman pengamatan
- Segera setelah flare, terjadi CME berskala besar, disertai fenomena gelombang korona (coronal wave) dan peredupan korona (coronal dimming)
- SpaceWeatherLive menampilkan skalanya secara visual melalui animasi yang disediakan oleh halocme
- Dalam rekaman koronagraf GOES-19 CCOR-1, terlihat CME halo berkecepatan tinggi menyebar cepat menjauhi Matahari
- Awan plasma ini mencakup komponen yang mengarah ke Bumi, dan kemungkinan tumbukan kuat disebutkan secara jelas
Peringatan badai geomagnetik level G4 dikeluarkan
- NOAA SWPC melaporkan bahwa CME dapat mencapai Bumi sekitar 12 November pukul 16:00 UTC dan mengeluarkan peringatan badai geomagnetik level G4 (atau lebih tinggi)
- CME ini diperkirakan akan melintasi wilayah angin matahari berkecepatan tinggi dan berdensitas rendah yang terbentuk oleh dua CME yang sebelumnya dipancarkan dari wilayah yang sama
- Lingkungan seperti ini dapat meningkatkan kecepatan pergerakan CME (hanya sejauh yang disebutkan dalam sumber asli)
Wilayah yang berpotensi mengamati aurora
- Jika kondisi medan magnet Bumi dan angin matahari mendukung, badai geomagnetik kuat dapat terjadi
- Dalam kasus ini, aurora dapat terlihat bahkan di wilayah lintang menengah seperti Prancis utara, Jerman, Ukraina, Swiss, Austria
- Di AS, cakupan pengamatan dapat meluas hingga Nevada dan Arkansas
- SpaceWeatherLive menyarankan untuk memantau data angin matahari dari satelit ACE dan DSCOVR serta memanfaatkan fitur notifikasi aplikasi seluler
Prakiraan CME tambahan dan aurora
- Saat ini ada dua CME tambahan yang juga mengarah ke Bumi, dengan kemungkinan tiba dalam 6 hingga 18 jam
- Kedua CME tersebut dapat tiba sebagai satu tumbukan atau dua tumbukan yang berdekatan
- Menurut data terbaru, Fairbanks dan Utqiagvik (Alaska) diperkirakan memiliki peluang aurora tinggi,
sementara Gillam, Whitehorse, Yellowknife, Anchorage, Juneau memiliki peluang sedang,
dan Edmonton, Iqaluit, Saskatoon, Nuuk diperkirakan memiliki peluang rendah
- Wilayah lintang menengah seperti Calgary juga masih memiliki kemungkinan kecil
Indikator aktivitas matahari terbaru
- Tahapan badai geomagnetik telah teramati secara berurutan, dari G1 kecil (Kp5) hingga G4 parah (Kp8)
- Waktu mencapai ambang badai level G4: 03:45 UTC
- Catatan flare dan badai utama terbaru
- Flare kelas X terakhir: 2025/11/11, X5.1
- Flare kelas M terakhir: 2025/11/11, M1.4
- Badai geomagnetik terakhir: 2025/11/08, Kp6+ (G2)
- Rata-rata bulanan terbaru jumlah bintik matahari (Sunspot Number)
- Oktober 2025: 114.6 (-15.2)
- November 2025: 95.5 (-19.1)
- Rata-rata 30 hari terakhir: 97.3 (-33.5)
Informasi operasional SpaceWeatherLive
- Situs ini menyediakan informasi tentang aktivitas matahari dan pengamatan aurora, dan terdapat biaya pemeliharaan server akibat peningkatan trafik
- Pengguna dapat mendukung proyek ini melalui langganan bebas iklan atau donasi
- Untuk pembaca yang merasa istilah teknis sulit, tersedia materi pendukung seperti FAQ, glosarium, dan forum
Belum ada komentar.