1 poin oleh GN⁺ 2025-11-28 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Organisme uniseluler dengan genom yang sangat tereduksi telah ditemukan, dan menarik perhatian sebagai kasus yang mendorong kita memikirkan ulang definisi makhluk hidup
  • Mikroorganisme ini kehilangan sebagian besar gen terkait metabolisme, sehingga tidak dapat memproses nutrisi atau tumbuh sendiri dan sepenuhnya bergantung pada sel inang
  • Tim peneliti menamai arkea ini Candidatus Sukunaarchaeum mirabile, dengan genom sirkular berukuran 238 ribu pasangan basa
  • Organisme ini hanya mempertahankan gen minimum yang diperlukan untuk replikasi diri, dan meski memiliki perangkat ekspresi dasar seperti ribosom, hampir tidak memiliki fungsi metabolik
  • Penemuan ini memperluas batas minimum dan keragaman kehidupan seluler, serta mendorong peninjauan ulang batas antara kehidupan dan non-kehidupan

Struktur dasar kehidupan dan penemuan baru

  • Sel adalah unit dasar kehidupan, dengan metabolisme, pertumbuhan, dan replikasi materi genetik yang selama ini dianggap sebagai fungsi inti
    • Namun, sel yang kali ini ditemukan tidak memiliki sebagian besar fungsi tersebut
  • Organisme ini memiliki genom yang sangat kecil, dan hampir seluruh gen terkait metabolisme telah hilang
    • Ia tidak dapat memproses nutrisi atau tumbuh sendiri, dan harus bergantung pada inang atau komunitas sel
  • Tim peneliti menilai organisme ini sebagai kasus yang mengguncang definisi kehidupan yang ada
    • Ini menunjukkan bahwa “sel tanpa metabolisme juga bisa ada”

Proses konfirmasi genom ultra-kecil

  • Tim peneliti mengumpulkan dinoflagellata bernama Citharistes regius dari perairan Samudra Pasifik lalu menganalisisnya
    • Alga ini menyimpan sianobakteri simbion di dalam tubuhnya
  • Dalam analisis genom, ditemukan urutan DNA arkea baru
    • Panjangnya 238.000 pasangan basa, sekitar setengah dari arkea minimum yang sebelumnya dikenal (Nanoarchaeum equitans)
  • Setelah diverifikasi ulang dengan berbagai teknik dan perangkat lunak, dipastikan bahwa ini adalah genom sirkular lengkap
  • Organisme baru ini diberi nama Candidatus Sukunaarchaeum mirabile
    • Namanya menggabungkan dewa kerdil dari mitologi Jepang, ‘Sukunabikona’, dan kata Latin untuk ‘ajaib’

Spektrum antara hidup dan hampir-hidup

  • Sukunaarchaeum hanya memiliki protein terkait replikasi dalam jumlah minimum
    • Hampir tidak ada gen terkait metabolisme
  • Ia termasuk dalam kelompok arkea DPANN, yang umumnya dikenal sebagai simbion yang menempel pada permukaan sel inang
    • Namun, di antara mereka, Sukunaarchaeum memiliki genom yang paling ekstrem tereduksi
  • Sejumlah peneliti menganalisis bahwa organisme ini memiliki sifat parasitik
    • Ia tidak dapat menyediakan hasil metabolisme dan hanya memperoleh sumber daya dari inangnya secara sepihak
  • Bakteri ultra-kecil lain, seperti Carsonella ruddii, memiliki genom yang lebih kecil, tetapi tetap mempertahankan fungsi metabolik untuk inangnya
    • Sebaliknya, Sukunaarchaeum menyisakan fungsi replikasi saja dan kehilangan fungsi metabolik
  • Berbeda dari virus, ia memiliki sendiri perangkat ekspresi gen seperti ribosom
    • Karena itu, ia memiliki perbedaan mendasar dengan virus

Diskusi tentang definisi kehidupan

  • Para peneliti menilai bahwa Sukunaarchaeum tidak mungkin bertahan hidup secara mandiri
    • Namun, organel seluler seperti mitokondria juga tidak dapat hidup mandiri, sehingga batas definisi kehidupan menjadi kabur
  • Penemuan ini memunculkan pertanyaan filosofis dan biologis: “sejak kapan sesuatu dapat disebut hidup?”

Bentuk kehidupan minimum yang belum dikenal

  • Sebagian besar genom Sukunaarchaeum tidak cocok dengan urutan yang sudah diketahui
    • Bagian ini menyandi protein besar dan mungkin terlibat dalam interaksi dengan inang
  • Belum dipastikan apakah inang sebenarnya adalah C. regius atau arkea lain
    • Juga belum jelas apakah bentuknya menempel dari luar atau merupakan simbion internal
  • Sejumlah peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa gen metabolik berevolusi sangat cepat sehingga tidak dapat diidentifikasi
  • Metode analisis yang ada dapat menganggap genom ultra-kecil seperti ini sebagai data tidak lengkap lalu mengecualikannya
    • Karena itu, organisme serupa mungkin sudah ada tetapi terlewatkan
  • Hasil pencarian di basis data laut global tidak menemukan urutan yang identik, tetapi menemukan banyak urutan serupa
    • Sukunaarchaeum mungkin hanya sebagian kecil dari keragaman mikroba yang sangat besar
    • Mikroba saling memparasit satu sama lain dan membentuk jaringan hubungan ekologis yang kompleks

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.