CIA umumkan penghentian penerbitan ‘World Factbook’
(abc.net.au)- CIA mengumumkan akan menghentikan penerbitan database online gratis ‘World Factbook’ yang selama ini digunakan jutaan orang di seluruh dunia
- Kumpulan data ini selama ini menyediakan statistik per negara dan informasi dasar yang sering dikutip oleh jurnalis dan kalangan akademik
- Dalam pengumuman di situs CIA, alasan penghentian tidak dijelaskan, dan hanya tercantum bahwa penerbitan telah “sunset” serta pesan untuk “tetap memelihara rasa ingin tahu tentang dunia”
- ‘World Factbook’ berawal dari program intelijen rahasia JANIS pada masa Perang Dunia II, diterbitkan sebagai ringkasan tahunan sejak 1971, lalu beralih menjadi database online publik sejak 1990-an
- Langkah ini dipandang sebagai perubahan yang menonjol dalam konteks pengurangan program pemerintah oleh pemerintahan Trump serta rencana pengurangan personel CIA
Penghentian penerbitan ‘World Factbook’ oleh CIA
-
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) secara resmi mengumumkan penghentian penerbitan ‘World Factbook’
- Materi ini secara berkala menyediakan statistik politik, ekonomi, sosial, dan geografi untuk negara dan wilayah di seluruh dunia
- Jurnalis dan akademisi sering mengutipnya, dan selama ini dimanfaatkan sebagai sumber online gratis yang dapat diakses siapa saja
-
Dalam pengumuman yang dipasang di situs CIA, tidak disebutkan alasan penghentian
- Pengumuman itu hanya menyatakan bahwa penerbitan telah “sunset”, sambil menganjurkan pengguna untuk “tetap memelihara rasa ingin tahu tentang dunia dan menjelajahinya secara langsung maupun virtual”
- Tidak ada penjelasan latar belakang tambahan maupun rencana lanjutan yang disebutkan
Sejarah dan perkembangan ‘World Factbook’
- Proyek ini bermula sebagai program internal rahasia bernama ‘JANIS (Joint Army Navy Intelligence Studies)’ pada masa Perang Dunia II
- Saat itu tujuannya adalah menstandarkan ‘basic intelligence’ di antara berbagai lembaga dalam pemerintah Amerika Serikat
- Pada 1947, CIA mengambil alih program tersebut dan mengubahnya menjadi ‘National Intelligence Survey’, lalu pada 1971 mulai menerbitkan ringkasan tahunan dengan nama ‘World Factbook’
- Pada 1975, versi yang telah dideklasifikasi pertama kali dibuka untuk publik, dan pada 1990-an muncul versi online dalam bentuk domain publik
- Situs web ini terutama menunjukkan penggunaan yang tinggi selama masa semester di Amerika Serikat, dan penurunan trafik pada musim panas
Kaitan dengan kebijakan pemerintahan dan perubahan organisasi
- Keputusan CIA kali ini bertepatan secara waktu dengan kebijakan pemerintahan Trump untuk mengurangi program pemerintah
- Pemerintahan tersebut secara terbuka menyatakan sikap untuk menghapus program yang tidak sesuai dengan tujuan inti lembaga
- Pada Februari 2025, tawaran pensiun dini (buyout) diberikan kepada seluruh pegawai CIA,
- dan kemudian juga diberitakan adanya rencana pengurangan tambahan sekitar 1.200 orang
- CIA tidak menanggapi permintaan komentar tambahan mengenai langkah ini
Arti penting ‘World Factbook’
- ‘World Factbook’ merupakan database publik representatif yang menyediakan informasi dasar tiap negara di dunia dalam format terstandar
- Digunakan sebagai bahan rujukan tepercaya oleh media, kalangan akademik, dan lembaga pendidikan
- Penghentian ini menarik perhatian para pengguna informasi internasional karena dapat berujung pada berkurangnya akses terhadap informasi publik
- CIA secara resmi belum mengumumkan layanan pengganti maupun rencana pemindahan data
1 komentar
Komentar Hacker News
Beberapa hari lalu juga ada diskusi terkait (tautan thread sebelumnya)
The World Factbook dulu merupakan referensi paling praktis yang merangkum informasi tiap negara secara ringkas
Sekarang Wikipedia jauh lebih komprehensif, dan pejabat pemerintah pun melakukan penyuntingan di sana
Banyak esai yang kutulis saat sekolah mengutip The World Factbook
Kalau referensi yang mudah diakses seperti ini hilang, aku khawatir siswa akan bergantung pada Wikipedia atau bahkan AI
Kemampuan melihat informasi online secara kritis dan mencari fakta sendiri adalah inti dari literasi digital
Dua puluh tahun lalu, saat mengembangkan perangkat konsumen untuk mengindeks buku, keterbatasan memori sangat ketat
Aku harus melakukan pengindeksan kata dengan RAM 1MB, dan mengoptimalkan algoritma agar proporsional terhadap jumlah kata unik
Buku yang penuh angka sering dipakai untuk menguji batas memori karena jumlah kata uniknya tinggi
Ada kesan bahwa pemerintah saat ini tidak terlalu mementingkan fakta
Ada mirror di Internet Archive
tautan arsip
Jika tidak lagi diperbarui, pada akhirnya itu hanya akan menjadi data versi lama
Kupikir CIA lebih paham daripada siapa pun tentang pentingnya soft power
Arus yang sama juga terlihat pada USAID, Voice of America, penarikan diri dari WHO, dan lainnya
Karena ketika fakta menghilang, mereka bisa menciptakan realitas yang diinginkan bagi publik
Semoga ensiklopedia tradisional seperti Britannica mendapat lebih banyak dukungan
Para sukarelawan Wikipedia memang hebat, tetapi ketiadaan struktur editorial menunjukkan batasannya
Ensiklopedia tradisional punya konsistensi kualitas, tetapi cakupannya sempit dan revisinya lambat
Wikipedia punya keunggulan membangun kepercayaan lewat diskusi dan verifikasi terbuka
Karena Factbook berada di domain publik, para sukarelawan bisa membuat situs arsip
Untuk edisi 2026 diperlukan crawling jangka panjang dari Internet Archive
Ini terasa seperti akhir sebuah era, tetapi sebenarnya bukan hal yang mengejutkan
Menurut FAQ CIA, pihak ketiga yang dulu menyediakan data gratis kini memonetisasinya atau membatasinya dengan lisensi
Memverifikasi data dari 258 negara merupakan beban kerja yang sangat besar, dan ini hasil dari tuntutan untuk “melakukan lebih banyak dengan sumber daya lebih sedikit”
Di zaman ketika persetujuan dimanipulasi secara artifisial, akhir seperti ini mungkin justru simbolis
Seperti kata Nietzsche, “tidak ada fakta, yang ada hanya penafsiran”