- Satu halaman di situs web New York Times memuat 422 permintaan jaringan dan 49MB data, dan membutuhkan 2 menit hingga halaman stabil, menunjukkan kemunduran serius web modern
- Halaman web yang dipenuhi iklan, modal, dan video autoplay sengaja dirancang dengan UX yang bersifat bermusuhan demi mengoptimalkan metrik viewability dan time-on-page
- Halaman mobile The Guardian bahkan mencapai situasi ekstrem di mana hanya 11% layar yang dialokasikan untuk isi artikel karena iklan dan modal
- Sementara edisi cetak media yang sama menghormati perhatian pembaca dan konten, versi web-nya berulang kali menyisipkan permintaan langganan newsletter, tautan yang tidak relevan, dan video autoplay di tengah artikel
- Ada masalah struktural ketika para pengambil keputusan yang menjalankan web bahkan tidak memahami atau menikmati medium web itu sendiri terus mengulangi strategi yang mengusir pengguna
- Menurut analisis Shubham Bose, saat mengakses New York Times untuk melihat empat headline, terjadi transfer 422 permintaan jaringan dan 49MB data, dan butuh 2 menit hingga halaman stabil
- Situasi seperti ini membuat siapa pun yang melek teknologi pada akhirnya memasang adblocker di semua perangkat milik mereka dan keluarganya
- Ini bukan hanya masalah New York Times, tetapi fenomena umum di publisher besar secara luas
Akar struktural UX yang bermusuhan
- Saat viewability dan time-on-page menjadi metrik inti, semua keputusan UX yang bermusuhan berawal dari fakta ini
- Semakin lama pengguna terjebak di halaman, semakin tinggi CPM (biaya per 1.000 tayangan) yang dapat ditagihkan publisher
- Engineer dan desainer mengambil semua keputusan UX demi optimasi ini, sementara pembaca dipaksa untuk berinteraksi, menunggu, mengklik, dan terus menggulir
- Ini bukan sekadar arah yang keliru, melainkan bermusuhan sejak level desain (adversarial by design)
- Publisher sendiri juga menjadi sandera insentif sistem lelang, yang mendorong dan memberi ganjaran pada dark pattern
Masalah yang tidak selesai bahkan dengan content blocker
- Saat menguji MacBook Neo sedekat mungkin dengan kondisi default dan memakai web tanpa ekstensi content blocker, sebagian besar situs beriklan ternyata telah memburuk melewati level parodi
- Bahkan setelah memasang content blocker (belakangan memakai uBlock Origin Lite untuk Safari), banyak situs berita tetap menyisipkan permintaan langganan newsletter dan tautan artikel yang tidak relevan di sela-sela isi artikel
- Video autoplay menyela setiap 2–3 paragraf dan mengganggu pembacaan hingga akhir artikel
- Memaksa video kepada pembaca yang datang untuk membaca artikel itu seperti memesan cheeseburger di restoran lalu marching band meniup trompet tepat di telinga Anda, menembakkan pistol air, dan mencoba menjual handuk
Kontras ekstrem antara edisi cetak dan versi web
- Tidak ada media cetak yang melakukan hal seperti ini — edisi cetak New York Times, The Guardian, Wall Street Journal, The Atlantic, The New Yorker, dan lainnya tidak berperilaku seperti ini
- Edisi cetak The New Yorker sangat menghormati perhatian pembaca dan mutu prosa yang dimuat, tetapi di situs web media yang sama, video autoplay yang tidak berkaitan dengan artikel disisipkan di antara paragraf
- Situs web The New Yorker memang tergolong relatif "lebih baik", tetapi web hanya mewujudkan sebagian sangat kecil dari penghormatan kepada pembaca yang ditunjukkan edisi cetaknya
Pola gila pengulangan iklan yang sama
- Saat memakai web tanpa content blocker, pola desain yang paling membuat gila adalah iklan yang sama diulang setiap beberapa paragraf dalam artikel yang sama
- Di Apple News, pola ini begitu lazim hingga sulit menemukan artikel yang tidak menggunakannya; iklan yang sama diulang 6, 7, 8 kali dalam satu artikel
Publisher yang menghancurkan web dengan tangan mereka sendiri
- Alasan orang makin sedikit menghabiskan waktu di web adalah karena pengalaman situs web makin memburuk, tetapi publisher mencoba mengatasi masalah itu dengan menambahkan lebih banyak elemen bermusuhan yang justru mengusir pengguna
- Tangkapan layar The Guardian yang menunjukkan hanya 11% layar berisi teks artikel setara dengan saluran TV yang hanya menayangkan 7 menit program per jam dan memakai 53 menit untuk iklan dan promosi sendiri
- Hampir tidak ada orang yang mau menonton saluran seperti itu, tetapi di web strategi ini dianggap berkelanjutan
Para pengambil keputusan yang tidak memahami web
- Web adalah satu-satunya medium dalam sejarah di mana para pengambil keputusan tertinggi menghina medium itu sendiri sambil berusaha mengusir penggunanya
- Banyak situs web secara aktif menghalangi akses pembaca sambil memaksa mereka mengunduh aplikasi, karena situs besar dijalankan oleh orang-orang yang tidak memahami ataupun menikmati web
- Para pengambil keputusan situs seperti ini ibarat kapten kapal penumpang yang sengaja menabrak gunung es
1 komentar
Akhir-akhir ini hampir semua web dan layanan penuh iklan sampai rasanya bikin kesal.