5 poin oleh GN⁺ 16 hari lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Swiss menyediakan internet fiber khusus 25Gbps simetris hingga ke rumah, sambil mempertahankan struktur persaingan terbuka berbasis infrastruktur publik
  • Amerika memiliki monopoli regional dan jaringan bersama, sehingga kecepatan dan kualitas lebih rendah, dan konsumen hampir tidak punya pilihan
  • Swiss menggunakan infrastruktur netral yang dibangun lembaga publik atau semi-publik dan dapat dipakai semua operator secara setara, serta mendorong persaingan lewat arsitektur P2P 4-serat
  • Model “pasar bebas” di Amerika dan Jerman berujung pada investasi ganda atau monopoli, sementara Swiss mewujudkan persaingan yang efisien lewat kombinasi regulasi dan investasi publik
  • Persaingan pasar yang sesungguhnya berarti membuka infrastruktur sebagai aset berbasis bersama dan bersaing di atasnya melalui kualitas layanan dan inovasi

Paradoks: Mengapa Swiss Punya Internet 25Gbps sementara Amerika Tidak

  • Swiss menyediakan internet fiber khusus 25Gbps simetris hingga ke rumah, dengan banyak operator bersaing pada harga yang terjangkau
    • Jaringan tidak dibagi dengan tetangga, dan secara teknis bahkan memungkinkan lebih dari 100Gbps
  • Di sebagian besar wilayah Amerika, yang tersedia hanya koneksi bersama di bawah 1Gbps, dan operator yang bisa dipilih biasanya hanya satu atau dua
  • Jerman juga memiliki struktur serupa berupa layanan fiber terbatas yang berpusat pada satu operator
  • Swiss menggabungkan regulasi yang kuat dan investasi infrastruktur publik, tetapi sifatnya berbeda dari regulasi berlebihan di Jerman
  • Amerika yang mengusung logika pasar bebas justru menghasilkan monopoli dan stagnasi, sedangkan Swiss yang regulasinya kuat justru mewujudkan persaingan dan inovasi

Konsep monopoli alami

  • Monopoli alami mengacu pada struktur industri dengan biaya pembangunan infrastruktur yang sangat tinggi, tetapi biaya tambahan per pelanggan rendah
    • Seperti pipa air, tidak efisien jika banyak perusahaan memasangnya secara tumpang tindih
  • Cara yang rasional adalah membangun infrastruktur bersama satu kali saja, lalu mendorong persaingan layanan di atasnya
  • Swiss mengadopsi model ini, sedangkan Amerika dan Jerman justru berjalan sebaliknya

Model Jerman

  • Jerman mengusung “pasar bebas” dengan mengizinkan banyak operator menggali jalan masing-masing untuk memasang kabel fiber
    • Akibatnya terjadi investasi ganda (overbuild), sehingga ada beberapa parit di ruas yang sama
    • Miliaran euro terbuang untuk pekerjaan sipil yang tidak perlu, sehingga tidak bisa digunakan untuk investasi peralatan atau koneksi wilayah pedesaan
  • Regulasi memang ada, tetapi dirancang dengan fokus pada persaingan infrastruktur, sehingga kewajiban berbagi duct lemah
  • Deutsche Telekom memanfaatkan regulasi untuk mempersulit akses pesaing, dan melalui biaya tinggi serta penundaan prosedural menyebabkan pembatasan akses secara de facto
  • Berbagi duct memang lebih baik daripada menggali berulang kali, tetapi tetap merupakan penggunaan sumber daya yang tidak efisien

Model Amerika

  • Amerika membentuk struktur monopoli regional alih-alih investasi ganda
    • Comcast, Spectrum, AT&T, dan lainnya membagi wilayah dan memberikan layanan secara monopolistik, sehingga konsumen hampir tidak punya pilihan
  • Ini bukan persaingan melainkan struktur kartel, sehingga persaingan kualitas dan harga menghilang
  • Sebagian besar jaringan memakai arsitektur P2MP (bersama), sehingga walau disebut “gigabit”, bandwidth sebenarnya dibagi dengan tetangga
    • Pada jam sibuk, kecepatan bisa turun ke bawah 200Mbps
  • Bahkan jika pesaing ingin masuk, hub pusat (Point of Presence) dimiliki swasta sehingga tidak dapat diakses
    • Operator baru harus menggali jalan lagi dan membangun jaringan mereka sendiri

Model Swiss

  • Swiss memperlakukan infrastruktur fisik sebagai aset publik yang netral
    • Infrastruktur dibangun satu kali oleh lembaga publik atau semi-publik, dan semua operator mendapat akses setara
  • Setiap rumah dipasangi 4 serat optik khusus (Point-to-Point) yang tidak dibagi
  • Serat ini terhubung ke hub terbuka yang netral, sehingga operator mana pun seperti Init7, Swisscom, atau Salt dapat terhubung
  • Pengguna cukup memberikan nomor terminal optik (OTO) untuk berpindah operator, tanpa perlu kunjungan teknisi atau pekerjaan tambahan
  • Berkat struktur 4-serat, menggunakan beberapa operator secara bersamaan juga dimungkinkan, dan persaingan berpusat pada harga, kecepatan, dan kualitas layanan

Perbandingan hasil

  • Swiss: jaringan khusus simetris 25Gbps, banyak operator, harga kompetitif, layanan pelanggan yang baik
  • Amerika: monopoli operator tunggal, kecepatan rendah, tarif mahal, teknologi tertinggal
  • Alih-alih inovasi yang dijanjikan logika pasar bebas, yang tersisa hanya pencarian rente (rent-seeking)
  • Tarif broadband di Amerika selama puluhan tahun naik lebih cepat daripada inflasi, dan peningkatan kecepatan hanya terjadi saat persaingan muncul
  • Tanpa persaingan, tidak ada inovasi, yang ada hanya ekstraksi keuntungan

Regulasi dan pengawasan

  • Model terbuka Swiss dibentuk melalui pemaksaan regulator
    • Dalam roundtable Komisi Komunikasi Federal tahun 2008, Swisscom sendiri mengusulkan standar P2P 4-serat
  • Pada 2020, Swisscom mencoba beralih ke struktur P2MP (bersama) dengan alasan penghematan biaya
    • Akses pesaing akan terhalang, sehingga operator lain berisiko turun menjadi penyewa lapisan atas (reseller)
  • Init7 mengajukan pengaduan ke otoritas persaingan (COMCO), dan pada 2020 COMCO memerintahkan penghentian perluasan P2MP
  • Swisscom mengajukan gugatan, tetapi pada 2021 Pengadilan Administratif Federal mendukung langkah COMCO
    • Swisscom gagal membuktikan dasar teknis maupun ekonominya
  • Pada 2024, COMCO menjatuhkan denda 18 juta franc karena pelanggaran antimonopoli
  • Swisscom akhirnya kembali ke struktur P2P 4-serat, sehingga hak akses fisik para pesaing tetap terjaga
  • Swisscom adalah perusahaan semi-publik dengan 51% saham dimiliki negara, sehingga ada ketegangan antara kepentingan publik dan profitabilitas

Jawaban mendasar

  • “Pasar bebas” ala Amerika dan Jerman membiarkan infrastruktur monopoli alami tanpa regulasi, sehingga berujung pada pemborosan atau monopoli
  • Kapitalisme yang sesungguhnya harus mendorong persaingan di area yang memang bisa dipersaingkan
  • Swiss membangun infrastruktur sebagai aset berbasis bersama, lalu mendorong persaingan layanan di atasnya
  • Ini bukan antikapitalisme, melainkan bentuk kapitalisme yang lebih baik, yang memusatkan persaingan pada area penciptaan nilai
  • Pasar bebas bukan berarti kebebasan pihak terkuat, melainkan menciptakan kondisi agar persaingan nyata bisa terjadi

Hal yang perlu dipelajari negara lain

  1. Wajib membuka infrastruktur fisik – memaksa operator yang ada untuk berbagi duct dan dark fiber berdasarkan biaya
  2. Wajib arsitektur Point-to-Point – menyediakan serat khusus ke setiap rumah agar pesaing bisa terhubung langsung pada lapisan fisik
  3. Menetapkan standar nasional yang netral – seperti Swiss, melegalkan standar pengkabelan multi-serat
  4. Memperkuat kewenangan otoritas persaingan – diperlukan lembaga seperti COMCO yang punya daya sanksi nyata
  5. Mengizinkan pemerintah daerah membangun jaringan fiber – memperbolehkan pembangunan jaringan publik di wilayah yang gagal dilayani swasta
  • Jika menginginkan internet cepat dan tarif murah, diperlukan kemauan politik dan reformasi regulasi
  • Teknologi dan pendanaannya sudah ada; yang kurang hanyalah kemauan untuk menuntut persaingan yang sesungguhnya

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.