16 poin oleh xguru 2020-09-25 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Situs yang bisa dijadikan referensi saat ide iklan (creative) untuk situasi tertentu tidak kunjung muncul,

berisi kumpulan video iklan terbaik/paling optimal lengkap dengan penjelasan untuk 52 situasi berbeda.

Bukan hanya untuk iklan, ini juga situs rekomendasi yang layak terus disimpan sebagai referensi saat membuat konten.

  1. Kemuliaan dan ucapan selamat: angkat dan pujilah individu/grup/benda/tempat. Jadilah pendeta, bukan Tuhan. Merek apa pun tidak boleh mengagungkan dirinya sendiri.

  2. Empati dan dukungan: identifikasi kelompok orang yang penting, lalu jadilah wakil mereka.

  3. Mengekspresikan masalah secara dramatis: setiap produk adalah solusi untuk suatu masalah. 90% masalah dan 10% solusi; seperti lelucon, 90% adalah setup dan 10% adalah punchline.

  4. Saat ingin menunjukkan solusi secara dramatis: 90% iklan seperti ini menunjukkan situasi menarik yang terjadi karena produk digunakan. Cari banyak cara menarik untuk mengekspresikan keunggulan produk, lalu pilih yang paling segar dan paling jujur.

  5. Saat ingin memberi tahu bahwa sebuah solusi menimbulkan masalah baru.

  6. Saat ingin membantu orang mengasosiasikan masalah: lewat analogi yang tepat, buat masalah tersebut mudah dipahami dan terasa bisa diterima.

  7. Saat ingin membantu orang mengasosiasikan solusi.

  8. Saat ingin menunjukkan bahwa produk itu berharga.

  9. Bercerita: bagaimana menunjukkan konflik — karakter vs diri sendiri, karakter vs karakter, karakter vs alam, karakter vs masyarakat, karakter vs teknologi, karakter vs takdir.

  10. Membuat dunia, orang, atau benda fantasi: cobalah seolah-olah Anda adalah Tuhan.

  11. Menunjukkan demo yang memunculkan "aha!".

  12. Membawa audiens ke balik layar: tunjukkan bagaimana produk dibuat.

  13. Mendefinisikan, memberi label, dan mengelompokkan.

  14. Menggunakan pelanggan, pakar, atau selebritas untuk memberikan rekomendasi.

  15. Menggunakan karakter atau maskot secara konsisten.

  16. Perbandingan dan kontras: bukan membandingkan dengan produk pesaing, tetapi membandingkan tempat/situasi/ide, sikap/emosi/sudut pandang, perilaku/aksi dan hasil, masa lalu dan masa kini, sebelum dan sesudah, Ya dan Tidak.

  17. Menukar peran: identifikasi dua hal yang perlu dibandingkan, lalu tukar posisinya dan lihat dari sudut sebaliknya.

  18. Menantang diri sendiri: pilih target yang belum pernah dicoba sebelumnya, umumkan ke dunia, lalu kejar target itu.

  19. Menantang konsumen: berikan tantangan kepada audiens dan libatkan mereka. Berikan target yang positif, menginspirasi, dan layak dikejar.

  20. Menghubungkan sebab dengan akibat: isu sosial sering kali tidak langsung menunjukkan hasil meski orang sudah diminta bertindak. Jika hal-hal yang jauh dalam waktu dan ruang ini bisa divisualisasikan, orang akan merasakan perbedaannya dengan lebih besar.

  21. Menggunakan atribut unik: jika produk punya sesuatu yang khas, tunjukkan itu. Jika tidak ada yang khas, ubah positioning atau ganti framing agar lebih menonjol.

  22. Mengadopsi gaya dari kategori lain: mobil dengan bahasa olahraga, iklan korporat seperti iklan fashion, iklan perjalanan seperti iklan kosmetik, iklan makanan sebagai musikal.

  23. Membuat hal yang akrab terasa asing: hanya dengan memperlakukannya secara berbeda, sesuatu yang lama bisa terasa segar dan baru.

  24. Membuatnya manusiawi: jika sulit menyampaikan konsep abstrak, beri dimensi manusia. Personifikasikan topiknya, beri nama/bentuk/suara manusia, juga sifat/kepribadian/emosi. Seperti Siri milik Apple.

  25. Parodi, satire, dan tipuan: merek yang bisa menertawakan dirinya sendiri adalah merek yang disukai.

  26. Menciptakan musuh: banyak merek yang dicintai secara terbuka mengidentifikasi musuhnya. Sering kali lebih mudah mengekspresikan nilai merek dengan membicarakan apa yang ditentangnya daripada apa yang diwakilinya.

  27. Menggunakan kekuatan rasa bersalah: rasa bersalah adalah emosi yang kuat, jadi manfaatkan. Namun, gunakan sentuhan yang halus daripada terlalu langsung.

  28. Juara pihak underdog: konsumen berharap perusahaan punya nilai dan keyakinan yang tepat. Bela yang lemah, berdiri untuk yang tertindas, temukan korban dan tekankan kesulitan mereka, serta pikirkan desain atau solusi teknologi untuk kelompok yang kurang berprivileg.

  29. Menyelesaikan konflik: identifikasi konflik yang belum terselesaikan antara keluarga, karyawan, tetangga, tim, generasi, komunitas lokal, masyarakat, ras, atau negara, lalu cari cara yang tepat untuk mempertemukan kedua pihak.

  30. Membuat hari seseorang jadi berarti: pilih satu pelanggan target dan wujudkan mimpinya. Dengan membantu orang itu, tanamkan persepsi bahwa merek Anda adalah merek yang baik.

  31. Membalikkan prasangka: temukan kategori yang sering disalahpahami atau dipenuhi prasangka, lalu buktikan bahwa itu salah. Temukan sisi positif dari hal negatif, dan ungkap keindahan dari sesuatu yang sekilas tampak jelek. Lakukan semua hal yang dunia bilang tidak mungkin.

  32. Sangat jujur tanpa tedeng aling-aling: katakan kebenaran mutlak tentang merek dan produk. Tunjukkan ketidaksempurnaan dan kekurangannya, akui kesalahan dan janji yang diingkari. Minta maaf karena tidak mampu memberi kepuasan mutlak.

  33. Menerapkan tekanan sosial: kita terobsesi pada bagaimana orang lain memandang kita, ingin disukai, dihormati, dan mendapat penghormatan dalam kelompok yang sama. Karena itu kita akan melakukan apa saja untuk menyesuaikan diri, dan tekanan sosial dapat memperkuat perilaku positif atau mengoreksi perilaku negatif.

  34. Menciptakan tontonan yang mengejutkan: buat sesuatu yang memicu word of mouth dan layak dibagikan di media sosial. Miliki ambisi besar, dan kalau bisa, incar rekor dunia.

  35. Menggunakan kekuatan kelucuan: jika Anda pernah menonton video kucing di Facebook atau memperhatikan bayi dengan saksama, Anda sudah tahu bahwa "kelucuan" meluluhkan hati dan membantu orang bertahan menghadapi kesulitan.

  36. Sangat sederhana tanpa kompromi: ekspresikan dengan cara paling sederhana. Batasi uang, lokasi, kamera, dan aktor. Coba usulkan hanya kata-kata dan gambar. Coba batasi waktu. Semakin besar batasannya, semakin banyak ide yang muncul.

  37. Cobalah membuat produk pelengkap: pikirkan produk baru yang melengkapi produk yang ada sekaligus menambah nilai bagi merek.

  38. Kustomisasi dan personalisasi: tidak ada yang suka merasa seperti angka. Buat pelanggan merasa bahwa itu ada hanya untuk mereka. Sajikan pesan atau pengalaman yang disesuaikan.

  39. Merusak pesta orang lain: temukan topik lain yang relevan dengan Anda lalu ambil alih. Dengan menunjukkan perhatian yang elegan sambil tetap menghormati konsumen, Anda juga bisa mendapatkan perhatian mereka.

  40. Mengundang partisipasi: agar penonton bisa terlibat, 1) minta pendapat mereka, 2) minta kreativitas mereka, 3) minta mereka berkontribusi membangun sesuatu bersama, 4) buat platform yang bisa membantu lapisan masyarakat lain.

  41. Bereksperimen: eksperimen sosial menarik naluri seperti voyeurisme.

  42. Mengerjai: siapkan prank yang menyenangkan dan berhasil, yang memberi suasana antiotoritarian dan revolusioner pada merek.

  43. Membuat instalasi: pasang objek tiga dimensi atau perangkat interaktif (digital, video, suara) yang bisa dilihat dan disentuh pengguna saat melintas.

  44. Jadikan sebagai game: gamifikasi proyek agar targetnya terlihat dan ada imbalan seiring kemajuan. Tidak harus kompetitif; game kolaboratif bisa jadi lebih menarik.

  45. Membuat karya seni: tinggalkan fungsi dan kepraktisan, pikirkan keindahan dan craftsmanship. Ciptakan gaya, bentuk, atau suara yang sepenuhnya baru.

  46. Menawarkan sesuatu yang sulit ditolak: bukan diskon atau promosi, tetapi penawaran yang menarik bagi siapa pun, layak dibagikan di media sosial, tercatat dalam sejarah, dan mungkin memecahkan rekor dunia. Namun, tetap harus terkait dengan produk yang dijual.

  47. Bermitra dengan merek lain: temukan pasangan yang serasi seperti selai kacang dan jeli.

  48. Menawarkan uji coba produk gratis: jika tidak ada hal baru pada produk, berikan kesempatan mencoba gratis kepada orang yang bukan pelanggan target. Biarkan pengemudi mobil sport melakukan test drive truk, dan jika Anda memasarkan resor, cobalah memberi liburan kepada orang yang belum pernah datang.

  49. Menemukan lokasi yang tepat: kini bukan hanya media cetak, radio, billboard, dan TV; pesan iklan bisa dikirim ke semua permukaan di semua lokasi.

  50. Mengganti pengalaman nyata dengan pengalaman virtual: gunakan teknologi digital agar orang bisa pergi ke tempat yang sebelumnya tidak bisa dijangkau, pahami tujuannya, lalu ciptakan perjalanan yang mengesankan.

  51. Dikemas sebagai berita atau hiburan: karena orang membenci iklan, samarkan sebisa mungkin agar tidak terlihat seperti iklan.

  52. Memperluas batas teknologi: pikirkan hal-hal yang dulu mustahil dilakukan.

2 komentar

 
xguru 2020-09-25

Tanpa terasa jadi terus ditonton.

Tulisan penjelasan untuk tiap situasi juga bagus, jadi saya coba merangkum singkat atau hanya memindahkan frasa-frasa utamanya.

 
xguru 2020-09-25

Ada banyak iklan pada nomor 34, membuat tontonan yang menakjubkan, yang membuat saya takjub saat menontonnya.