(1) Pivot yang berpusat pada teknologi
(2) Gagal mempertahankan model bisnis yang sederhana
(3) Sudah paham lean startup, tetapi tetap kalah oleh mentalitas craftsmanship
(1) Pivot yang berpusat pada teknologi
(2) Gagal mempertahankan model bisnis yang sederhana
(3) Sudah paham lean startup, tetapi tetap kalah oleh mentalitas craftsmanship
4 komentar
Saya sempat merasa kok jumlah view blog tiba-tiba naik, ternyata berkat GeekNews wkwk
Kalau dipikir-pikir sekarang, sejak mulai menulis postingan blog itu saya jadi makin tertarik pada SaaS, dan ketertarikan itu secara alami tampaknya bergeser ke ranah no-code.
Akhir-akhir ini sambil melihat-lihat tool no-code dan juga mempelajarinya, saya jadi merasa bahwa dalam beberapa tahun ke depan orang-orang mungkin tidak akan lagi membuat prototipe aplikasi dengan coding.
Terima kasih untuk tulisan yang bagus! Saya juga melihat bidang no-code cukup menjanjikan ;)
Jika poin 2 dan 3 yang dibahas dalam tulisan itu digabungkan,
rasanya bisa disimpulkan bahwa yang penting adalah membuat MVP (produk dengan fungsi minimum, Minimum Viable Product) dengan tujuan yang jelas.
Menurut saya, ketika seorang developer memulai usaha, dua hal di bawah ini penting untuk membuat MVP.
Bagian-bagian seperti inilah yang biasanya para developer jarang lakukan / kurang kuasai.
Seleksi dan fokus: buat dulu produk yang sederhana tetapi menyelesaikan satu pain point penting
Mashup: untuk membuatnya dengan cepat, manfaatkan sebaik mungkin milik orang lain (framework, SaaS) untuk hal-hal yang bukan inti
Untuk poin 1, sepertinya perlu mempertimbangkan secara luas riset pasar, analisis tren, teknologi yang dimiliki, dan sebagainya.
Untuk poin 2, menurut saya penting untuk memiliki setidaknya "pengetahuan tingkat permukaan" tentang berbagai alat, lalu memakainya di tempat yang tepat saat dibutuhkan.
Kalau sama sekali tidak tahu, ujung-ujungnya jadi membuat sendiri, atau butuh waktu lama bahkan hanya untuk mencari tahu apakah hal seperti itu sudah ada. Jangan habiskan waktu untuk mengembangkan fitur yang bukan inti.
Itulah alasan saya memperkenalkan berbagai SaaS / framework lewat GeekNews disertai penjelasan singkat.
Menurut saya, kalau Anda setidaknya membaca judul dan penjelasannya, suatu saat nanti itu akan berguna.
Karena itu, kepada orang-orang yang bertanya kepada saya soal bisnis, saya juga sering merekomendasikan berbagai alat lain yang bisa dipakai untuk hal-hal di luar inti, atau contoh kasus bisnis.
Bahkan untuk side project atau proyek pribadi, agar bisa menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam jadwal yang realistis, ternyata selain nilai inti, semuanya harus diinvestasikan dengan biaya seminimal mungkin. Terima kasih atas masukannya yang bagus.