Era AI, Cara Mendesain Ulang Keahlianku [Google Slides, 165H]
(drive.google.com)- Materi presentasi oleh Hayongho Ha dari DataOven
- Perjalanan AX (transformasi AI) di perusahaan umumnya melewati 5 tahap yang mirip — euforia → stagnasi → semangat → keraguan → rintangan terakhir
- AI J curve Trap - Menempelkan AI tidak langsung membuat kita mahir; kita harus melewati lubang Verification Tax (pajak verifikasi) sebelum bisa naik
- 3 jenis debt (utang) di era AI menggerogoti produktivitas
- Utang teknis — kode AI hanya pandai pada optimasi lokal tetapi tidak memahami keseluruhan, sehingga duplikasi/jalan memutar marak dan dalam 5~19 bulan justru memperlambat kecepatan perusahaan
- Utang kognitif — merilis hasil tanpa benar-benar memahami atau yakin terhadap output, lalu melalui "cognitive surrender (penyerahan kognitif)" klikmu → klikku menjadi terpipakan
- Utang niat — konteks dan pengetahuan implisit tentang mengapa sesuatu dibuat seperti itu menguap, bahkan ada kasus perekrutan ulang setelah PHK
- Pekerjaan utama manusia bergeser dari produksi ke verifikasi — jangan memverifikasi semuanya; fokuskan kemampuan pada lapisan verifikasi output
- Lapisan verifikasi = Binary Checks (test case) + Quantitative Metrics (throughput/latency) + Qualitative Rubrics (LLM as a judge)
- Tidak hanya build-time, verifikasi run-time juga diperlukan (produk AI Agent yang non-deterministik)
- Verifikasi yang baik membutuhkan pemahaman domain → bisa dibuat oleh pakar
- Insiden kebocoran source ClaudeCode — kode kelas A selama ini hanya mungkin karena ruang kognitif manusia; bila ditangani AI, kode kelas C·D pun tak masalah selama hasilnya bagus
- Jika verifikasi cukup andal, dengan Auto Research / Loop (dulu Ralph) AI dapat mengulang self-improvement 24 jam bahkan saat manusia tidur
- Solusi untuk utang niat = menangkap tacit knowledge (pengetahuan implisit)
- grill-me / grill-with-docs dari matt-pocock — menempatkan AI sebagai penanya agar menggali niat kita (penanyanya bukan Anda, melainkan AI)
- Memori seluruh perusahaan, memori bersama untuk enterprise dari Anthropic, mem0·seCall, dll.
- Menyusun "Agent diriku versi virtual" lewat ekstraksi persona+memory
- Syarat AI native company → Queryable + Closed loop + Self-improving
- Mendesain ulang semua komponen agar ramah dimanipulasi AI dan ramah diverifikasi manusia, sehingga senior yang tadinya hanya mengelola kembali ke pekerjaan praktik
- Profil talenta di era AI = "kemampuan menemukan jawaban dalam situasi yang ambigu"
- Segera seperti CEO: ①memecah masalah ②cepat menilai kegagalan ③menemukan struktur agar pekerjaan jadi berjalan
- Kekuatan yang makin penting — cepat memahami konteks, kemampuan mengubah jadi mind-sized bites, daya pancing perhatian (marketing), dan selera (taste) yang jelas ("apa yang harus lebih sedikit dilakukan")
- Meski begitu, keahlian tetap wajib — Gell-Mann Amnesia Effect (terlihat masuk akal hanya karena kita bukan ahli), konflik nilai dan keputusan sulit yang memikul tanggung jawab tetap menjadi ranah manusia
- Definisi pakar berubah — dari ahli keterampilan → penanggung jawab operasional
- Orang yang membangun AI untuk domainnya sendiri, memelihara lapisan verifikasi, serta memikul penilaian nilai yang benar, selera yang didukung, dan tanggung jawab yang dapat diterima
1 komentar
Koneksi ke situs terputus.