2 poin oleh pentaxzs 3 jam lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Paradigma lowongan PM sedang berubah dengan sangat cepat.
Dari yang sebelumnya berpusat pada penulisan PRD dan pendefinisian requirement, kini berevolusi menjadi builder yang AI-native

Perubahan utama:

• Amazon Ring: Membuka posisi baru 'Builder PM'. Peran ini menuntut kemampuan membangun prototipe secara langsung menggunakan tool coding AI seperti Cursor, Claude, dan Replit, mempercepat timeline pengembangan dengan tool GenAI, serta mengotomatiskan pekerjaan berulang dengan agen AI

• LinkedIn: Mengubah program APM (Associate PM) menjadi program APB (Associate Product Builder). Mereka merekrut PM, desainer, dan engineer dalam satu orang, dan pelamar diminta mengirim video demo 60 detik alih-alih CV. Tech stack dan pengalaman dengan tool AI menjadi wajib

• Amazon Rufus: Merancang tata kelola 'LLM-as-a-Judge'. Intinya adalah membangun sistem tempat AI mengevaluasi AI. PM berperan merancang langsung kriteria evaluasi (Eval) dan menerapkan agen

• Google: Wajib memiliki 1 tahun pengalaman PM terkait GenAI, Agentic AI, dan LLM. Perannya adalah menjadi penerjemah antara teknologi dan bisnis, memahami cara kerja model prediktif sekaligus meleburkannya ke dalam UX

• Cursor: Tidak merekrut PM tradisional. Hanya builder teknis yang bergabung. Harus menggunakan tool coding AI dalam pekerjaan sehari-hari dan mampu membangun serta men-deploy aplikasi sendiri

• Anthropic: Wajib memiliki pengalaman membuat Eval agen secara langsung. Membutuhkan PM yang menggunakan Claude Code setiap hari serta memahami perilaku model dan prompt engineering secara mendalam

• Duolingo: Tidak ada kata 'AI' di JD, tetapi ada pertanyaan wajib di formulir lamaran. Dengan menanyakan "bagaimana AI mengubah cara kerja Anda", mereka memandang AI bukan sebagai tech stack, melainkan sebagai perubahan dalam cara bekerja

Perbedaan inti antara PM lama vs PM baru:
. PM lama: menulis dokumen PRD dan roadmap, mendefinisikan requirement, meminta tim pengembangan mengerjakan
. PM baru: membangun prototipe dan agen secara langsung, merancang Eval dan memiliki kualitas, mengeksekusi sendiri dengan tool AI

Perubahan ini bukan berarti AI menggantikan posisi PM, melainkan menjadi kesempatan bagi PM untuk menemukan kembali 'kesenangan membuat'.
Ketika AI menangani pekerjaan berulang, PM justru bisa lebih fokus pada desain dan evaluasi produk yang esensial.

Ke depannya, mungkin bukan lagi disebut PM (Product Manager), melainkan PB (Product Builder). :)

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.