8 poin oleh outsideris 2020-12-13 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Google Fonts sudah lama populer, tetapi bahkan di Google I/O ‘18 pun disarankan untuk melakukan self-hosting jika yang diutamakan adalah performa.

Karena karakteristik Google Fonts, layanan ini tidak mungkin lebih cepat daripada font yang di-self-host.

Dulu ada keuntungan karena pengguna sudah lebih dulu menyimpan cache dari situs lain sehingga tidak perlu meminta ulang, tetapi sejak Chrome 86 yang dirilis pada Oktober 2020, karena cache partitioning, cache tidak lagi dibagikan antar-situs meskipun menggunakan CDN yang sama, sehingga keuntungan berbagi cache pun tidak lagi berarti.

Cache partitioning sudah diterapkan di Safari dan Chrome, dan Firefox juga berencana segera mengimplementasikannya.

2 komentar

 
kunggom 2020-12-13

Bidang frontend web benar-benar berubah begitu cepat sampai bikin pusing. Saya juga baru pertama kali tahu soal cache partitioning lewat tulisan ini. Belum lama ini saya juga baru tahu bahwa sebaiknya tidak menggunakan LocalStorage ( https://han41858.tistory.com/54 ), dan wow, cepat sekali perubahannya…

 
ilcm96 2020-12-13

Font web bahasa Korea berukuran cukup besar, dan di Google Fonts karakter yang sering dipakai dan yang tidak dipakai dipisahkan berdasarkan Unicode, sehingga karakter yang tidak digunakan tidak akan diunduh.

Karena itu, mungkin ini adalah hal yang tidak berlaku untuk bahasa Korea.