Kisah di Balik Pengenalan Pattern Matching di Python
(ryanking13.github.io)-
Kebutuhan akan pattern matching
-
Sejarah ide pattern matching
-
Kemunculan PEP 622
-
Perdebatan yang berlanjut
-
PEP 622 v2
-
PEP 622 telah mati, hiduplah PEP 634, 635, 636
-
Halo, Pattern Matching!
-
Kisah yang masih belum berakhir
4 komentar
Saya tidak tahu sampai ada cerita di balik layar seperti ini, dan saya benar-benar membacanya dengan sangat menyenangkan.
Saat membaca kutipan dalam artikel, "Tidak intuitif bahwa
Point(x,0)sama sekali tidak memanggilPoint.__new__dan juga tidak mencari variabel bernamax, melainkan memiliki makna yang sepenuhnya baru.", saya sempat setuju dengan pendapat bahwa sintaks pattern matching tidak cocok untuk Python, tetapi setelah membaca PEP 634~636, saya jadi merasa pattern matching juga ternyata cukup masuk akal.Bahasa keluarga ML memang terasa alami karena sudah mempertimbangkan pattern matching sejak awal dibuat, tetapi di Python
Pointsudah dipakai seperti konstruktor kelas jadi saya pikir pasti akan sangat membingungkan — namun setelah membaca contoh kode yang ditulis di PEP, ternyata sama sekali tidak membingungkan.Ini tulisan saya, terima kasih sudah memperkenalkannya.
Saat mencari cerita di balik layar seperti ini, saya jadi merasa bahwa mengambil keputusan untuk isu-isu yang memecah pendapat secara tajam memang merupakan hal yang sangat sulit.
Saya tadinya tidak begitu paham mengapa ada berbagai pembicaraan soal penambahan pattern matching, tetapi tulisan ini membantu saya memahaminya. Terima kasih untuk artikelnya yang bagus!!