- Bentuk baru laptop dan ekosistem yang dibuat oleh mantan hardware lead OculusVR
→ Bebas di-upgrade, dikustomisasi, dan diperbaiki lewat sistem kartu ekspansi
- Timing yang tepat ketika FTC memberi dukungan pada Right to Repair
→ CNET (8.5/10) "Model representatif gerakan Right-to-Repair; laptop modular Framework adalah salah satu desain paling cerdas yang pernah kami lihat"
→ PCWorld "Laptop Right-to-Repair terbaik"
→ Digital Trends (4/5) "Bukan sekadar eksperimen modularitas yang berharga, tetapi juga laptop yang hebat"
6 komentar
Akan lebih bagus kalau dirilis setelah mendapatkan sertifikasi gelombang radio di dalam negeri. Dengan begitu, nantinya juga sepertinya akan lebih mudah menjual sisa komponen bekas setelah mengganti suku cadang.
Sepertinya saya ingin membeli satu.
Layarnya juga memakai rasio 3:2 ala Surface, jadi cukup menarik perhatian.
Produk dengan bentuk seperti ini sering mengalami masalah seperti gagal membangun ekosistem awal atau diabaikan karena kualitasnya rendah, tetapi sepertinya hasilnya ternyata cukup bagus dari yang saya bayangkan.
Menarik juga karena dijual sedikit lebih murah dalam bentuk kit DIY yang dirakit sendiri.
Awalnya saya sempat mikir, huh? tapi sekarang mulai condong ke pengin beli satu wkwk
Laptop modular, Framework Laptop, dirilis https://id.news.hada.io/topic?id=3797
13,5 inci (2256x1504), bodi aluminium, 1,3 kg, baterai 55Wh, webcam 1080p 60fps
CPU Intel generasi ke-11, Wi-Fi 6E, DDR4 hingga 64GB, Gen4 NVMe 4TB+
Bebas di-upgrade dan dikustomisasi lewat sistem kartu ekspansi, serta bisa diperbaiki
→ 4 slot expansion bay: dapat dipasangi USB-C, USB-A, HDMI, DisplayPort, MicroSD, penyimpanan berkecepatan tinggi, amplifier headphone kelas atas, dan lainnya
→ WiFi, memori, dan motherboard juga semuanya bisa diganti
→ Baterai, layar, keyboard, dan bezel magnetik yang warnanya bisa diganti juga semuanya dapat diganti (dilengkapi kode QR sehingga bisa langsung membuka cara penggantian dan tautan pembelian)