Paper to HTML - Mengubah makalah menjadi HTML yang lebih mudah dibaca
(papertohtml.org)-
Menggunakan machine learning untuk membaca isi PDF, LaTeX, dan PubMed Central XML lalu mengubahnya menjadi HTML
-
Bertujuan meningkatkan aksesibilitas
-
Prototipe eksperimental dari Semantic Scholar, mesin pencari materi riset berbasis AI
-
Saat ini hanya melakukan caching pada gambar/konten yang diekstrak, dan digunakan untuk memberikan layanan lebih cepat hanya kepada orang yang mengunggah dokumen yang sama. File yang diunggah tidak disimpan
-
Keterbatasan
→ Tabel diekstrak sebagai gambar
→ Konten matematika memiliki akurasi rendah atau hampir tidak terekstrak
→ Pemrosesan LaTeX/PubMed mungkin memiliki sebagian fungsi yang kurang dibanding PDF
- Ke depannya ada rencana menambahkan fitur aksesibilitas ke Semantic Scholar
3 komentar
Masalah saat mengonversi PDF ke format lain (epub juga bagus) adalah tabel dan rumus yang tertera di atas; kalau rumusnya tidak ditangani dengan baik, saya kurang paham apa keunggulannya.
--
Melihat demonya, sepertinya cukup layak dipakai.
Sepertinya memang akan lebih nyaman, tetapi saya rasa ada juga orang yang tidak ingin makalah mereka diubah ke format HTML. Rasanya akan bagus kalau pemegang hak bisa melakukan opt-out terhadap konversi semacam ini...
Dulu sekali (benar-benar sudah lama sekali ya, hiks hiks) saya pernah menulis makalah dengan LaTex dan merasakan kepuasan yang luar biasa. Isinya sih berantakan, tetapi hasil render-nya begitu rapi dan indah sampai perasaan yang saya rasakan waktu itu masih saya ingat. Saat melihat TeX, saya sempat berpikir "Knuth itu dewa, benar-benar dewa..." Bagaimanapun juga, tiba-tiba saya terpikir bahwa selain isi karya yang ditulis seseorang itu penting, pasti ada juga orang-orang yang menganggap format makalah dan detail penyampaiannya sama pentingnya.
Setelah melihat-lihat galerinya, kualitasnya tampaknya cukup layak dipakai.
https://papertohtml.org/gallery
Jadi terpikir, akan lebih nyaman kalau hal seperti ini diterapkan di Google Scholar?