Menonton video kuliah dua kali pada kecepatan 2x memberi efek belajar yang lebih baik daripada menontonnya sekali pada kecepatan normal
(digest.bps.org.uk)-
Makalah baru yang dipublikasikan di Applied Cognitive Psychology
-
231 orang diminta menonton kuliah video pada kecepatan 1,5x, 2x, dan 2,5x
→ Kelompok 1,5x dan 2x mengerjakan tes sama baiknya dengan orang yang menonton video pada kecepatan 1x
→ Pada 2,5x terdapat gangguan belajar
- Hasil survei terhadap mahasiswa UCLA menunjukkan 85% menonton pada kecepatan lebih cepat dari 1x, dan di antaranya 91% mengatakan 1x atau 1,5x tampaknya akan jauh lebih efektif
→ Namun seperti terlihat dari hasil ini, 2x juga sebaik kecepatan normal
→ Menonton dua kali pada 2x memberikan hasil yang lebih baik daripada 1x sekali pada kecepatan normal
6 komentar
Sistem kuliah online di sekolah kami juga mendukung pemutaran dengan kecepatan berbeda, tapi x2 tidak bisa saya pahami, x1.75 terasa cepat, dan x1.5 yang paling pas. Saya tadinya hanya mendengarkannya sekali di x1.5, tapi mulai sekarang sepertinya saya harus mendengarkannya dua kali di x1.75 atau x2.
Dalam metode membaca ala Super Gap, katanya membaca dengan cepat berulang kali sambil berpindah-pindah tempat meskipun belum sepenuhnya paham membantu daya ingat, jadi sepertinya untuk video juga konteksnya mirip.
Kira-kira 20 tahun lalu di Jepang ada buku karya seorang penulis bernama Tanaka Takaaki yang berisi bahwa sokuchō (mendengarkan cepat) bisa membuat otak lebih cerdas, dan ini terasa mirip.
Akhir-akhir ini saya jarang menonton OTT lewat TV, dan alasan terbesar adalah karena tidak ada pengaturan kecepatan.
Di browser, kebanyakan OTT punya fitur pengaturan kecepatan bawaan, dan kadang kecepatan juga bisa diatur lewat plugin browser.
Drama Korea biasanya saya tonton di sekitar 1,8 hingga 1,5x.
Kalau ada subtitle, 1,8x juga tidak masalah, tapi kalau tidak ada, saya harus pakai 1,5x supaya dialognya terdengar jelas.
Menurut saya ini masalah di sisi rekaman audio dramanya.
Drama luar negeri biasanya saya tonton langsung di 2x.
Saat lari, saya biasanya mendengarkan podcast, dan meski diputar 2x, kalau saya fokus mendengarkannya tetap terdengar dengan baik, jadi tidak masalah.
Podcast atau kuliah berfokus utama pada penyampaian informasi, jadi mungkin tidak masalah,
tapi untuk drama, bukankah agak tidak enak didengar karena nada suaranya berubah saat diputar dengan kecepatan lebih tinggi?
Untuk drama, saya rasa ini cukup cocok karena saya cenderung hanya fokus pada alur ceritanya.
Karena terlalu banyak yang ingin ditonton, akhirnya saya jadi tidak terlalu memperhatikan detail aktingnya.