11 poin oleh xguru 2022-02-18 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Laporan berbentuk slide dari IBK Investment & Securities yang merangkum NFT secara menyeluruh

Hubungan antara aset virtual dan aset tradisional

  • Kapitalisasi pasar aset virtual global mencapai sekitar 2.657 triliun won pada akhir 2021, meningkat hampir 9 kali lipat dibanding akhir kuartal 1 tahun 2020

  • Volume perdagangan 10 bursa kripto terbesar di Korea berada di kisaran 3,9 triliun won, sempat naik hingga level yang dapat dibandingkan dengan volume perdagangan KOSPI sebesar 9 triliun won, namun belakangan memasuki fase koreksi

  • Karena korelasinya rendah dengan aset tradisional yang sudah ada, aset virtual muncul sebagai sarana hedging dan sedang menemukan posisinya yang berbeda dari aset tradisional

  • Pertumbuhan aset virtual ini mendorong perubahan di mana institusi, termasuk pelaku kelembagaan, mulai mengakui dan menerima aset virtual

  • Kalangan institusional kini melangkah lebih jauh dari sekadar pengakuan dan penerimaan, menuju tahap aktif memulai bisnis terkait aset virtual

NFT (Non Fungible Token)

  • NFT, yang bermula dari teknologi Smart Contract Ethereum pada 2015, adalah aset yang memberi keunikan dan kelangkaan pada aset digital

  • NFT tidak memiliki jaringan blockchain sendiri, dan berbeda dari mata uang kripto yang ada karena tiap aset memiliki nilai yang berbeda satu sama lain

  • Karakteristik NFT secara umum dapat dibagi menjadi social capital, utility, dan entertainment

  • Nilai transaksi NFT pada 2021 mencapai sekitar 17 triliun won, tumbuh 200 kali lipat dibanding 2020

  • Meski memiliki masalah seperti pelestarian karya asli, wash trading, dan penghindaran pajak, pasar NFT tetap tumbuh secara eksplosif

NFT Pricing & Valuation

  • Ukuran valuation NFT secara umum terdiri dari empat elemen: kelangkaan, likuiditas, utilitas, dan kepuasan pribadi

  • NFT pada awalnya bertumpu pada kelangkaan dan kepuasan pribadi, tetapi belakangan utilitas makin menonjol melalui BAYC dan metaverse

  • Sejalan dengan itu, merek olahraga tradisional seperti adidas dan Nike juga mulai masuk ke bisnis NFT

Music Industries with NFT

  • NFT memiliki cakupan penerapan yang luas di seluruh industri musik, mulai dari struktur pendapatan tradisional seperti lagu/album, konser, dan MD, hingga event baru serta penjualan royalti

  • Ditto Music, distributor musik/rekaman dan perusahaan manajemen artis terbesar di dunia, meluncurkan platform DeFi berbasis blockchain Opulous tahun lalu

  • Melalui keunggulan teknis NFT, tercipta nilai baru seperti jaminan nilai IP orisinal, likuiditas aset yang tinggi, dan efisiensi biaya

  • NFT juga memungkinkan terbentuknya kanal komunikasi baru, seperti pembentukan komunitas melalui interaksi langsung antara artis dan penggemar

  • Perusahaan hiburan Korea seperti HYBE, SM, dan Cube Entertainment juga menjalankan bisnis NFT berbasis K-POP mengikuti arus ini

P2E (Play to Earn)

  • Monetisasi melalui aset dalam game sebenarnya sudah ada, tetapi melalui P2E hal ini menjadi lebih terbuka dan terwujud secara lebih konkret

  • Melalui platform blockchain, nilai aset digital tidak lagi bergantung pada satu game saja, sehingga kepemilikan game bergeser dari perusahaan game ke pengguna

  • Karena ini masih pasar yang sedang tumbuh, pada tahap awal platform yang memiliki banyak game tampaknya akan lebih diuntungkan

  • Namun, bila melihat perkembangan industri game yang ada, pada fase matang perusahaan dengan IP yang kuat tampaknya akan lebih disukai

  • Dari startup dalam dan luar negeri hingga perusahaan game besar, banyak yang sedang menjalankan bisnis terkait P2E

  • Kekhawatiran bahwa hal ini merusak esensi game serta adanya regulasi dalam hukum Korea menjadi keterbatasannya

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.