1 poin oleh GN⁺ 2023-07-04 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Goodreads, situs ulasan buku milik Amazon, menghadapi kesulitan akibat teknologi yang usang dan sumber daya yang terbatas.
  • Situs ini bergulat dengan perundungan terarah dan "review bombing", yang berujung pada pembatalan buku dan penulis.
  • Mantan karyawan mengklaim bahwa Amazon tidak berinvestasi untuk memperbarui dan memelihara Goodreads.
  • Goodreads memungkinkan pengguna meninggalkan rating dan ulasan sebelum sebuah buku dirilis, yang memicu pelecehan dan perundungan.
  • Amazon mengakuisisi Goodreads pada 2013 untuk menjual buku dengan memanfaatkan datanya, tetapi hampir tidak ada perubahan sejak saat itu.
  • Aspek sosial Goodreads, seperti menyorot kutipan dan membagikannya dengan pembaca lain, dianggap sebagai fitur yang menjanjikan.
  • Namun, teknologi Goodreads sudah usang dan tidak tertata dengan baik, sehingga sulit menerapkan fitur baru.
  • Amazon membiarkan Goodreads beroperasi secara independen, dan diuntungkan dengan memperoleh data serta pendapatan iklan tanpa mengerahkan banyak sumber daya.
  • Goodreads menjadi semakin toksik karena penulis dan pembaca melaporkan kasus pelacakan, pemaksaan, dan pembalasan.
  • Moderasi di Goodreads bersifat pasif dan sering kali lambat, sehingga ketidakpuasan di kalangan pengguna meningkat.
  • Penulis dan penerbit masih melihat nilai Goodreads untuk membangun buzz dan menghasilkan ulasan awal, tetapi pada saat yang sama hal itu juga bisa dipakai untuk tujuan sebaliknya.
  • Diperlukan mekanisme yang lebih baik untuk mencegah perundungan dan penyalahgunaan di Goodreads.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.