Mengelola sesi SSE dan WebSocket rasanya entah kenapa tidak tertata secara sistematis di framework, dan terasa tidak stabil. Rasanya seperti habis buang air besar tapi tidak membereskan setelahnya.
Jika memahami proyek perusahaan,
apa pun bidangnya saat menjadi developer senior
baik itu firmware, aplikasi, maupun web,
sepertinya seseorang akan mencapai tingkat di mana ia mampu melakukan debugging atas bagaimana masalah terjadi
sambil melihat log debug web, aplikasi, atau firmware.
Setelah saya coba, ternyata Cascade punya bug yang bikin penerapan ke file jadi kacau~ hiks hiks. Sepertinya untuk sementara sampai ini diperbaiki, tetap harus pakai editor Windsurf apa adanya.
Secara paradoks, tampaknya semakin tinggi level abstraksi dalam memberi perintah kepada AI Agent, semakin penting pula filsafat pribadi serta pemikiran logis dan kritis seseorang.
Karena VS Code Microsoft sampai memasukkan mode AI agent, Google juga menambahkan AI ke alat pengembang jadi rasanya tidak terlalu baru. Karena Google AI API juga bisa digunakan di VS Code, saya kurang paham apa keunggulan khususnya.
Belakangan ini, kadang terlihat bisnis yang mempromosikan bahwa mereka mengotomatisasi pekerjaan yang selama ini sudah ditangani dengan baik menggunakan AI, atau mengimplementasikannya dengan Rust, dan sebagainya.
Mereka sedang melakukan ~.
Rasanya bukankah kita cukup menilai hanya dari satu hal ini saja. Entah memakai AI, entah diimplementasikan dengan Rust, yang seharusnya dinilai adalah seberapa baik mereka melakukan ~ itu; dari sudut pandang pengguna atau investor, rasanya tidak terlalu penting dengan cara internal seperti apa itu diwujudkan. Kalau kodenya dibuka ke publik, dari sudut pandang developer tentu bisa jadi menarik juga.
Masalah nyata yang ditimbulkan fluoride bukan pada bagian lain, melainkan karena ia menumpuk di kelenjar pineal di otak yang mengatur ritme sirkadian dan sekresi melatonin, sehingga menyebabkan kalsifikasi jaringan.
Di GeekNews kami juga sempat ingin memanfaatkan :visited, tetapi karena alasan keamanan hampir tidak ada yang bisa dilakukan, jadi akhirnya kami menyerah.
Kalau semua ini nanti diterapkan, mungkin styling yang beragam jadi memungkinkan.
Saya sempat coba 2.5 sebentar, hmm.. pada akhirnya rasanya GPT yang lebih bagus sih; apa ini cuma soal selera masing-masing?
Rasanya seperti autentikasi dan hal-hal semacam itu dibuat setengah jalan
Mengelola sesi SSE dan WebSocket rasanya entah kenapa tidak tertata secara sistematis di framework, dan terasa tidak stabil. Rasanya seperti habis buang air besar tapi tidak membereskan setelahnya.
Selamat ulang tahun ke-20 untuk Git.
Tulisan yang bagus, saya membacanya dengan senang hati.
Saat digunakan bersamaan dengan Copilot, terjadi konflik dengan Cascade. Hal ini juga perlu diperhatikan.
Ternyata ada istilah yang bagus, yaitu Critical Thinking.
Jika memahami proyek perusahaan,
apa pun bidangnya saat menjadi developer senior
baik itu firmware, aplikasi, maupun web,
sepertinya seseorang akan mencapai tingkat di mana ia mampu melakukan debugging atas bagaimana masalah terjadi
sambil melihat log debug web, aplikasi, atau firmware.
Setelah saya coba, ternyata Cascade punya bug yang bikin penerapan ke file jadi kacau~ hiks hiks. Sepertinya untuk sementara sampai ini diperbaiki, tetap harus pakai editor Windsurf apa adanya.
Secara paradoks, tampaknya semakin tinggi level abstraksi dalam memberi perintah kepada AI Agent, semakin penting pula filsafat pribadi serta pemikiran logis dan kritis seseorang.
Karena VS Code Microsoft sampai memasukkan mode AI agent, Google juga menambahkan AI ke alat pengembang jadi rasanya tidak terlalu baru. Karena Google AI API juga bisa digunakan di VS Code, saya kurang paham apa keunggulan khususnya.
Kalau bukan lingkungan yang tidak bisa diakses dari jaringan luar, saya sih akan pakai Wildcard DNS seperti NIP.IO.
Belakangan ini, kadang terlihat bisnis yang mempromosikan bahwa mereka mengotomatisasi pekerjaan yang selama ini sudah ditangani dengan baik menggunakan AI, atau mengimplementasikannya dengan Rust, dan sebagainya.
Mereka sedang melakukan ~.
Rasanya bukankah kita cukup menilai hanya dari satu hal ini saja. Entah memakai AI, entah diimplementasikan dengan Rust, yang seharusnya dinilai adalah seberapa baik mereka melakukan ~ itu; dari sudut pandang pengguna atau investor, rasanya tidak terlalu penting dengan cara internal seperti apa itu diwujudkan. Kalau kodenya dibuka ke publik, dari sudut pandang developer tentu bisa jadi menarik juga.
AI mulai benar-benar terhubung dengan sistem eksternal... sekarang rasanya insiden besar benar-benar bisa terjadi. Menakutkan
OpenAI sendiri malah menyarankan agar tidak mengunggah data pribadi, sih...
Masalah nyata yang ditimbulkan fluoride bukan pada bagian lain, melainkan karena ia menumpuk di kelenjar pineal di otak yang mengatur ritme sirkadian dan sekresi melatonin, sehingga menyebabkan kalsifikasi jaringan.
Tren memang selalu berputar.
Idenya menarik. Saya penasaran bagaimana mereka menangani hal-hal seperti DDoS atau auth dengan baik.
Formatting yang paling memuaskan menurut saya cuma ada di JavaScript dan Python. Bahasa lain agak...
Di GeekNews kami juga sempat ingin memanfaatkan
:visited, tetapi karena alasan keamanan hampir tidak ada yang bisa dilakukan, jadi akhirnya kami menyerah.Kalau semua ini nanti diterapkan, mungkin styling yang beragam jadi memungkinkan.