1 poin oleh GN⁺ 2023-08-22 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Memperkenalkan konsep "Executive Function Theft" (EFT), istilah yang diciptakan oleh penulis untuk menjelaskan tindakan sengaja mengalihkan keputusan, tugas, atau tanggung jawab yang dianggap administratif atau berulang kepada orang lain
  • EFT sering kali tidak secara sadar bersifat jahat, tetapi muncul sebagai akibat ketika seseorang memprioritaskan fungsi eksekutifnya sendiri dibanding orang lain. Perilaku ini terus berulang sampai fungsi eksekutif pihak yang menerimanya terkuras
  • EFT umum terjadi di lingkungan perusahaan, dan penulis mengutip pengelolaan flexible spending account (FSA) kesehatan di Amerika Serikat sebagai contoh utama EFT
  • Penulis juga membahas EFT dalam pekerjaan layanan akademik, khususnya ketika individu tertentu akhirnya menanggung porsi berlebihan dari tugas administratif. Hal ini sering menyebabkan ketimpangan tanggung jawab layanan, dan kerap melibatkan faktor gender
  • EFT juga terjadi di rumah, ketika satu orang harus mengambil sebagian besar keputusan dan menangani urusan logistik, yang memicu kelelahan dalam mengambil keputusan. Akibatnya, waktu untuk membuat rencana besar bagi diri sendiri atau keluarga menjadi tersita
  • Penulis menunjukkan bahwa EFT beririsan dengan faktor sosial dan kesehatan lain sehingga memperburuk dampaknya. Misalnya, orang dengan gangguan fungsi eksekutif atau disabilitas fisik dapat menghadapi hambatan tambahan
  • Penulis menyarankan bahwa untuk mengurangi EFT, orang yang berada dalam peran kepemimpinan perlu mengganggu pola tersebut, atau individu perlu mengenali perilaku yang merugikan dan berupaya mengubahnya. Penulis juga menyarankan untuk bertanya kepada teman atau rekan kerja apakah mereka ingin ikut terlibat dalam keputusan atau tugas, atau lebih memilih penulis yang menanganinya
  • Penulis menutup dengan harapan bahwa konsep EFT memberi pembaca kosakata yang diperlukan untuk mengganggu perilaku ini, dan terutama membantu melawan perusahaan yang menyia-nyiakan waktu serta kapasitas pengambilan keputusan mereka

1 komentar

 
GN⁺ 2023-08-22
Opini Hacker News
  • Artikel ini membahas konsep 'Executive Function Theft (EFT)', yaitu istilah untuk menjelaskan beban dari tugas-tugas kecil dan sepele yang menguras energi mental seseorang.
  • Sebagian pembaca menilai perdebatan bernuansa gender dalam artikel itu kurang memiliki nuansa yang memadai, dan mengusulkan bahwa masalah EFT tidak terbatas pada gender tertentu saja.
  • Pembahasan dalam artikel tentang pembagian pekerjaan rumah tangga memicu kontroversi, dengan beberapa pembaca mengklaim bahwa penulis memilih data secara selektif untuk mendukung argumennya.
  • Penafsiran penulis terhadap "Deep Work" karya Cal Newport mendapat kritik, dan para pembaca menekankan bahwa buku itu tidak mendorong untuk melemparkan "pekerjaan dangkal" kepada orang lain, melainkan berupaya menghilangkannya sebisa mungkin.
  • Sebagian pembaca merasa terkait dengan konsep EFT, khususnya dengan membagikan pengalaman pribadi merasa kewalahan oleh tugas-tugas kecil dalam kepemimpinan teknologi dan engineering.
  • Mengenai penggunaan istilah "theft" oleh penulis, beberapa pembaca mengusulkan pendekatan yang lebih komunal untuk menangani tugas-tugas semacam ini.
  • Usulan dalam artikel bahwa EFT perlu diperbaiki memunculkan beragam reaksi. Sebagian pembaca berpendapat bahwa mungkin lebih baik menyesuaikan diri dengan keputusan rekan kerja dan mengabaikan tugas-tugas tertentu.
  • Konsep EFT dipandang sebagai bagian dari menavigasi realitas, dan beberapa pembaca mengusulkan bahwa orang-orang dapat menunjukkan agensi dalam memutuskan tugas mana yang akan mereka ambil.
  • Sebagian pembaca berbagi pengalaman EFT, terutama dalam kehidupan pribadi, khususnya dalam konteks keluarga dan hubungan.
  • Muncul usulan ide artikel lanjutan yang mengeksplorasi mengapa orang tidak bisa atau tidak mau mengatakan "tidak" pada tugas-tugas semacam ini.