- Artikel tentang tahap karier Isaac Newton yang kurang dikenal sebagai 'pengawas Mint', di mana ia memainkan peran penting dalam menghukum para penjahat.
- Pada usia 55 tahun, Newton pindah ke London pada 1696 dan mengambil jabatan 'pengawas Mint'. Jabatan ini awalnya bersifat seremonial.
- Di luar dugaan, Newton menjadi pengawas paling efektif di Mint, memimpin 'Great Recoinage' dan menyelamatkan negara dari kehancuran ekonomi.
- 'Great Recoinage' adalah tugas raksasa untuk melebur dan mencetak ulang lebih banyak koin daripada yang telah dibuat selama 30 tahun sebelumnya.
- Newton juga mengambil peran sebagai penyelidik kriminal, menegakkan hukum raja terhadap kejahatan terkait mata uang.
- Ia berhasil menghukum para pemalsu uang dengan menggunakan metode seperti penyamaran, penempatan informan, dan penuntutan yang sistematis.
- Artikel ini menyoroti pertarungan Newton melawan William Chaloner, pemalsu uang dan penipu yang terkenal kejam. Newton menghabiskan dua tahun untuk mengumpulkan bukti terhadap Chaloner, yang berujung pada vonis bersalah dan eksekusinya.
- Setelah Thomas Neale, 'Master of the Mint' yang korup dan tidak kompeten, meninggal, Newton mengambil jabatan itu tepat pada ulang tahunnya yang ke-57.
- Meskipun kehilangan sejumlah besar uang dalam 'South Sea Bubble', kejatuhan pasar saham pertama di dunia, Newton tetap menjalani hidup yang memuaskan dan dianugerahi gelar kebangsawanan pada 1705.
- Artikel ini didasarkan pada buku Thomas Levenson, "Newton and the Counterfeiter", yang memberikan rincian mendalam tentang 'karier Newton di Mint'.
3 komentar
Jika ingin mengetahui konteks terkaitnya, video terbaru dari Dr. Min Tae-gi cukup bagus.
Jika hanya ingin melihat bagian tersebut, silakan tonton menit 3:20 ~ 5:30.
Sedikit di luar topik, tetapi seri Dr. Min Tae-gi di Unrealscience ini ternyata sangat menarik.
Meski temanya disebut mekanika fluida, sebenarnya ini lebih dekat ke sejarah intelektual Barat yang dinikmati sebagai pengetahuan umum.
Pertarungan fluida Newton vs Descartes
Sejarah sains Revolusi Prancis
Pendapat Hacker News