12 poin oleh xguru 2023-09-17 | 8 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Dalam kasus Unity, ini adalah bencana yang bisa diprediksi
    • Lebih dari setengah pendapatannya berasal dari iklan, bukan dari engine. Artinya, perusahaan ini terdampak oleh pasar iklan

Alternatif untuk Unity

  • Godot (C#, GDScript, visual)
    • Alternatif open source yang paling sering disebut
    • Lebih berfokus membantu pemula memulai dengan cepat daripada menyediakan fitur engine kelas atas
    • Keluhan yang umum adalah "not quite there yet"
    • Dukungan untuk konsol masih kurang
  • Unreal (visual)
    • Engine yang tidak perlu diperkenalkan lagi. Banyak game AAA menggunakannya
    • Menyediakan fitur canggih seperti Nanite, Lumen, dan Metahuman, tetapi kompleks sehingga sulit untuk mulai dan membutuhkan lebih banyak keahlian khusus
    • Namun belakangan ini, merilis game dengan Unreal sebenarnya lebih mudah daripada dengan Unity
  • Defold (Lua)
    • Disebut hampir sesering Godot dan Unreal
    • Cocok untuk game 2D dan mobile
    • Banyak game mobile sudah dirilis dengan engine ini
  • RayLib
    • Bukan engine, melainkan berbentuk library
    • Memungkinkan pengembangan game dengan cepat menggunakan bahasa seperti C++
  • Open 3D (Lua, visual)
    • Versi open source dari Lumberyard, yang dikembangkan Amazon berdasarkan CryEngine
    • Karena berawal dari engine game AAA milik Crytek, kurva belajarnya bisa lebih sulit
  • GameMaker (GML, visual)
    • Sangat populer untuk game 2D dan juga mudah bagi pemula
    • Banyak game 2D terkenal seperti Undertale dan Spelunky dibuat dengan ini
  • Unigine (C#)
    • Pada dasarnya tidak ditujukan untuk game, tetapi game memang berada di posisi paling atas dalam target SDK-nya
  • Bevy (Rust)
    • Paling umum disebut di kalangan developer Rust
  • Flax (visual)
    • Tidak sepopuler Defold, tetapi menawarkan kumpulan fitur yang cukup banyak
    • Belum ada game terkenal yang dirilis dengan engine ini
  • Cocos (JavaScript/TypeScript)
    • Berasal dari lini alat pengembangan yang sama dengan yang digunakan untuk membuat FarmVille 15 tahun lalu
  • Stride (C#)
    • Mesin Paradox milik Silicon Studio (sebelumnya Xenko) berganti nama
  • Monogame (C#)
  • Selain itu ada Construct, Ogre3D, Solar2D, HARFANG 3D, CryEngine, FNA, libGDX, LÖVE, Fyrox, C4Engine, Hazel, Wicked, TelluSim, heaps.io

8 komentar

 
mhcoma 2023-09-19

Hanya dengan adanya alternatif untuk Unity saja rasanya sudah memberi semacam energi baru.
Saya pikir kenyataannya adalah kita tidak bisa mengabaikan begitu banyak hal yang telah dibangun Unity,
tetapi rasanya indie yang sangat eksperimental akan beralih ke tool lain.

 
riot0083 2023-09-18

Kalau mengingat banyaknya engine game komersial dalam dan luar negeri di masa lalu yang bangkrut karena merugi lalu menghilang, menurut saya suasana yang terlalu menyudutkan masalah profitabilitas engine Unity terasa agak ironis.

Juga rasanya pembicaraan untuk membongkar dan mengganti engine di tengah proses produksi terlalu mudah dilontarkan.

Fakta saat ini adalah tidak banyak engine yang memiliki alat pengembangan dan materi pembelajaran sekaya Unity. Ini bukan sekadar soal pembelajaran programmer saja; jika mempertimbangkan biaya belajar seluruh tim pengembangan, engine ini masih punya daya tarik yang tinggi.

Saya berharap ini bisa menjadi arah yang saling menguntungkan bagi pihak Unity maupun para pengembang.

 
tomriddle7 2023-09-18

Di antara tulisan yang membahas engine alternatif, tidak ada satu pun yang menyebut renpy.

 
carnoxen 2023-09-18

Ren'Py tampaknya terbatas pada tema visual novel, jadi rasanya sulit untuk diajukan sebagai alternatif.

 
tomriddle7 2023-09-18

Jika benar-benar digunakan, engine ini sudah memiliki sebagian besar fitur yang dibutuhkan sebagai engine game 2D serbaguna.

 
mhcoma 2023-09-19

Sepertinya ada juga orang yang membuat game hanya dengan Ren'Py tanpa memakai Pygame.

 
ragus 2023-09-17

Meski ada begitu banyak alternatif yang diajukan, rasanya pada akhirnya tetap akan kembali ke Unity.

 
whdekf 2023-09-17

Unity selama ini banyak dipromosikan sebagai engine untuk pengembang indie dan studio kecil, tetapi tampaknya kerugian akibat kejadian kali ini cukup besar. Bahkan jika mereka pindah ke engine lain, itu akan memakan waktu, dan selama itu industri akan menyusut serta kesempatan yang bisa dinikmati para gamer juga akan berkurang. Saya berharap Unity mau mempertimbangkannya kembali, setidaknya mulai sekarang.